Palembang dan Sekitarnya di Tahun 1783

168

Faktanya, dari bagian sungai Musi yang bisa dilayari sampai ke suatu lokasi di Bengkulu, tempat rakit dan sampan digunakan, rute tersebut mampu ditempuh para penduduk setempat dengan berjalan kaki dalam waktu kurang dari delapan jam. Musi merupakan daerah padat penduduk, pertaniannya maju, dan tanahnya sangat subur. Penduduknya kekar, tampak sehat, dan mandiri dalam pembawaan dan perilakunya. Mereka juga sopan dan ramah terhadap kami. Mereka tidak mengakui adanya otoritas tinggi, tetapi sering direndahkan oleh kelompok-kelompok biadab dari Palembang.

Baca Juga:  CPI Gelar Diskusi Peninggalan Jepang di Palembang

Para pembajak ini mungkin akan menyebut diri mereka sendiri sebagai pengumpul upeti. Sangat disesalkan bahwa sedikit kecemburuan politik dan permusuhan antar kekuatan bangsa Eropa yang pengaruhnya dirasakan di setiap sisi Sumatera ternyata menghalangi penemuan-penemuan lebih lanjut mengenai jalur aliran sungai yang cukup besar ini.

Sumber:
 William Marsden F.R.S, The History Of Sumatera
 Containing An Account Of The Government, Law, Custom, And Manners Of The Native Inhabitants, With Description Of The Natural, Production, And A Relationsof The Ancient Political State Of That Island, 
 Published By T Payne And Son, London 1811

 

Komentar Anda
Loading...