
Palembang,BP- Kompleks Makam Ki Gede Ing Suro di kawasan 1 Ilir, Palembang, kembali menjadi tujuan ziarah para peziarah dari berbagai daerah di Indonesia. Selain dikenal sebagai salah satu situs bersejarah penting peninggalan Kerajaan Palembang, kawasan ini juga menyimpan jejak panjang perjalanan Islam dan silsilah keturunan para tokoh yang berperan dalam sejarah Palembang Darussalam.
Berlokasi di Jalan Ratu Sianum, Lorong H Umar, Kelurahan 1 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang, kompleks makam tersebut berada di kawasan yang dahulu merupakan pusat Kerajaan Palembang, yakni wilayah Kuto Gawang.
Keunikan situs ini terletak pada bentuk bangunan makam yang berdiri di atas struktur fondasi candi kuno. Perpaduan unsur budaya Islam dengan peninggalan Hindu-Buddha menjadi bukti peralihan peradaban yang pernah terjadi di Palembang sebelum berkembang menjadi pusat kerajaan Islam di Sumatera bagian selatan.
Salah seorang peziarah yang datang dari Kudus, Jawa Tengah, Anton Setio, mengaku memiliki alasan khusus mengunjungi Kompleks Makam Ki Gede Ing Suro. Perjalanan panjang yang dilakukannya bukan sekadar wisata religi, melainkan upaya menelusuri hubungan silsilah keluarga yang selama bertahun-tahun ia cari.
Menurut Anton, sejak 2012 dirinya telah berkeliling ke berbagai daerah di Pulau Jawa untuk mencari jejak leluhur yang diyakininya memiliki keterkaitan dengan tokoh-tokoh yang pernah hidup di Palembang dimasa lalu.
“Saya datang ke Palembang karena ingin bersilaturahmi sekaligus menelusuri jejak leluhur. Selama bertahun-tahun saya mencari informasi mengenai garis keturunan keluarga dan akhirnya banyak petunjuk yang mengarahkan saya ke Palembang, khususnya ke kawasan Makam Ki Gede Ing Suro,” ujarnya saat berziarah, Sabtu (30/5/2026) dengan didampingi sejumlah teman dan keluarganya.
Anton mengaku awalnya tidak mengetahui secara pasti lokasi makam yang menjadi tujuan pencariannya. Namun berbagai petunjuk yang diperolehnya dari sejumlah tokoh dan penelusuran silsilah akhirnya mengantarkannya ke kawasan pemakaman bersejarah tersebut.
Menurut penuturan yang ia peroleh, terdapat hubungan sejarah antara keturunan Ki Gede Ing Suro dengan sejumlah tokoh yang kemudian berperan dalam perkembangan Kesultanan Palembang Darussalam.
Dalam penelusuran tersebut, Anton juga mendapatkan penjelasan mengenai sejumlah tokoh penting yang makamnya berada di kawasan 1 Ilir maupun wilayah Sakatiga, Kabupaten Ogan Ilir yaitu Sidoing Rejek yang merupakan raja terakhir Kerajaan Palembang yang memberikan gelarnya Abdurrahman kepada adiknya Kemas Hindi yang kelak mendirikan Kesultanan Palembang Darussalam.
Kemas Hindi selanjutnya memproklamasikan berdirinya Kesultanan Palembang Darussalam dan memiliki nama lengkap Sultan Abdurrahman Khalifatul Mukminin Sayyidul Imam yang memerintah dari tahun 1659 hingga 1706 yang memimpin setelah runtuhnya Kuto Gawang akibat serangan VOC Belanda pada pertengahan abad ke-17.
Sultan Abdurrahman dan keluarga akhirnya di makam di belakang Pasar Cinde atau di kenal dengan nama Cinde Walang.
Bagi Anton, perjalanan ke Palembang memberikan pengalaman berharga karena tidak hanya menemukan informasi mengenai silsilah keluarga, tetapi juga memperluas pemahamannya terhadap sejarah panjang Palembang Darussalam.
“Saya merasa bersyukur bisa sampai ke sini. Banyak hal yang sebelumnya hanya saya dengar dari cerita, kini bisa saya lihat langsung di tempat-tempat bersejarah yang menjadi bagian dari perjalanan para leluhur,” katanya.
Sebelumnya , kompleks Makam Ki Gede Ing Suro sendiri hingga kini menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan religi yang banyak dikunjungi masyarakat. Selain sebagai tempat ziarah, situs tersebut juga menjadi sumber penting bagi penelitian sejarah mengenai perkembangan Kerajaan Palembang, Kesultanan Palembang Darussalam, serta penyebaran Islam di Sumatera Selatan
Keberadaan makam para raja, ulama, dan tokoh penting di kawasan tersebut menjadi pengingat bahwa Palembang pernah menjadi salah satu pusat peradaban besar di Nusantara yang meninggalkan warisan sejarah, budaya, dan keagamaan yang masih terjaga hingga saat ini.#udi