Palembang dan Sekitarnya di Tahun 1783

168

Untuk mendukung situasi ini, bangsa Belanda diizinkan mempertahankan sebuah benteng di sungai dengan pasukan penjaga berjumlah 50 sampai 60 orang (yang tidak dapat ditembus tanpa menimbulkan perselisihan) dan untuk menjaga kapal-kapal penjelajahnya sendiri agar tidak terjadi penyelundupan. Kuantitas lada siap pakai berjumlah mulai dari satu juta atau dua juta pon per tahun. Kuantitas timah berjumlah dua juta pon sepertiganya dikirimkan (di Batavia) menuju Belanda sisanya menuju Cina. Sudah disebutkan sebelumnya bahwa timah ini merupakan hasil produksi dari pulau Bangka yang terletak di Muara Sungai yang dkenal sebagai bukit berpasirkan timah. Berdasarkan pembahasan khusus dalam Batavian Transactions Jilid 3, penambangan timah ini sepenuhnya dikeola oleh orang-orang Cina yang tinggal disana. Pada tahun 1778 Kompeni juga menerima rotan sebanyak 37.000 ikat.

Baca Juga:  SMB IV Dukung Upaya Forwinda Untuk   Kembangkan Budaya Melayu di Sumsel

Bagian dataran rendah Palembang yang mengarah ke pesisir dideskripsikan sebagai tanah rawa yang datar dan seluruhnya tidak cocok untuk bercocok tanam, kecuali pada sejumlah bidang. Dulunya dataran ini biasa dipahami sebagai dataran yang seluruhnya tertutupi oleh lautan. Hal ini teramati tidak hanya dari pantainya yang setiap tahun semakin lebar, tetapi juga diketemukan kerang laut dan bahkan potongan kayu kapal melalui penggalian tanah di dataran yang agak jauh dari garis pantai.

Baca Juga:  Sultan Mahmud Badaruddin II: Harimau yang Tak Dapat Dijinakkan” Panggung Terakhir yang Membakar Semangat Palembang

Daerah pedalaman atau dataran tinggi merupakan lahan yang sangat produktif. Di sanalah lada dibudidayakan yang kemudian hasilnya dibeli oleh perantara raja (perdagangan di daerah ini biasanya dimonopoli oleh para penguasa) dengan harga murah. Sebagai imbalannya dia memasok untuk penduduk pedalaman dengan opium, garam dan barang kelontong yang memenuhi kargo~kargo kapal-kapal besar (jumlah kapal panjangnya 66 kaki dan lebarnya tujuh kaki, terbuat dari satu batang pohon) kemudian ditarik melawan arus. Barang-barang yang ditujukan ke Pasemah dikirimkan ke suatu tempat bemama Muara Mulang yang dapat ditempuh selama l4 hari. Dari sana melalui jalan darat menuju perbatasan negeri, perjalanannya memakan waktu satu hari. Daerah ini berada di sekitar wilayah tempat lada dikembangkan lmbalan mereka kebanyakan berupa benang pulas. sutera mentah ber tekstur paling kasar, dan gading gajah. Dari Musi mereka mengirimkan juga belerang, tawas. arsenic, dan tembakau. Jeranang dan gambir juga merupakan hasil produksi daerah ini.

Komentar Anda
Loading...