Mata-mata Jepang di Penyerangan Pasukan Jepang ke Palembang

1,182
Pasukan Jepang saat menyerang Plaju

13 Februari 1942 pagi hari, tentara Jepang menyerang Kota Palembang, persiapan dilaksanakan dari pangkalan militer perang Jepang di Malaysia dengan kekuatan udara Jepang bersiap menyerang Palembang yang saat itu masih diduduki oleh Belanda.

Kekuatan Angkatan Laut Jepang juga ikut bergerak menuju Palembang.

Alasan utama Jepang mengambil Palembang dari tangan Belanda adalah embargo minyak yang diberlakukan Amerika terhadap Jepang.

Tidak ada jalan lagi kecuali mengambil alih kekuasaan Belanda di Palembang, karena Palembang merupakan basis minyak bagi pemerintahan Belanda di Indonesia saat itu, bahkan minyak yang di ambil Belanda dari Palembang juga dijual ke negara-negara eropa termasuk Amerika.

Akhirnya Jepang dapat menguasai Sungai Grong dan Plaju, inilah awal cerita penderitaan warga Sumatera Selatan (Sumsel) akan kekejaman penjajahan Jepang. Peristiwa ini memang tidak pernah di ekspos oleh media, entah mengapa mungkin karena tidak begitu penting. tapi dalam catatan sejarah Perang Asia Pasific peristiwa penyerangan terhadap Palembang ini adalah peristiwa yang sangat penting karena Rencana penyerangan langsung atas Perintah Kaisar Jepang.

Baca Juga:  Temuan Empat Nisan Kuno, Balar Sumsel Segera Buat Rekomendasi ke Pemkot Palembang

Salah satu daerah di Sumatra yang sangat berarti bagi Jepang adalah Palembang.
Dengan dikuasainya Palembang maka gerak mundur pasukan Sekutu di Sumatra ke Jawa dapat ditutup dan kemungkinan masuknya bantuan untuk Sekutu dari daerah Jawa dapat dicegah.

Penyerbuan tentara militer Jepang ke Palembang dimulai tanggal 12 Februari 1942 dan berhasil dikuasai tanggal 16 Februari 1942.

Baca Juga:  Kesultanan Palembang Darussalam Hidupkan Kembali Tradisi Pawai Obor di Kota Palembang
Kilang Minyak milik Belanda di Plaju terbakar oleh serangan Jepang

Sementara itu, daerah-daerah lain di Sumatera baru dapat dikuasai pada minggu kedua bulan Maret 1942. Aceh dan Sumatra Timur berhasil diduduki Jepang pada tanggal 11 Maret 1942 dan Sumatra Barat tanggal 17 Maret 1942.
Keberhasilan Jepang menguasai Palembang salah satunya tidak lepas dari peran mata-mata Jepang yang ditempatkan Jepang di Palembang, pertanyaannya apakah benar ada mata-mata , Jepang di Palembang saat itu? Sejarawan kota Palembang, Kemas Ari Panji justru meragukan sebelum tahun 1942, Jepang menempatkan mata-mata di kota Palembang yang menyamar menjadi pedagang , tukang poto dan sebagainya.

“Kalau tahun 1942 setelah Jepang menguasai Plaju dan Sungai Gerong biasa Jepang menempatkan mata-matanya, “ katanya, Selasa (28/11).

Baca Juga:  Selamatkan Kawasan Talang Tuo, Disbudpar Sumsel Resmi Bentuk Tim Pengembalian Marwah Talang Tuo

Namun pengamat sejarah kota Palembang Rd Moh Ikhsan memiliki penilaian tersendiri , dia melihat berdasarkan catatan sejarah dimana Jepang menyerang daerah lain, sebelum melakukan penyerangan biasanya Jepang menempatkan mata-matanya yang menyamar sebagai pedagang atau apapun untuk mendukung data penyerangan Jepang ke daerah tersebut.

“Untuk Palembang, aku belum melihat literaturnya namun menurut cerita orangtua saya , kalau sebelum Jepang menyerang Palembang beredar isu kuat kalau Jepang akan menyerang Palembang sehingga ribuan warga Palembang akhirnya mengungsi keluar kota Palembang, siapa lagi yang menyebarkan isu tersebut kalau bukan dari orang Jepang sendiri di Palembang,” katanya, Selasa (28/11)

Komentar Anda
Loading...