Muaraenim-Semende Masih Lumpuh

11

Warga Diimbau Ikhlaskan Tanahnya Untuk Jalan

jalan putus1 (1)Muaraenim, BP

Arus lalulintas dari Kabupaten Muaraenim menuju Semende masih lumpuh pascalongsornya jalan provinsi di ruas jalan Pancuringkih, Desa Pulau Panggung, Kecamatan Semende Darat Ulu, Kabupaten Muaraenim.

Pemindahan badan jalan belum bisa dilakukan karena pemilik kebun, Saipul, warga Desa Pulau Panggung, tidak mau memberikan lahannya untuk pengalihan badan jalan tersebut.

Kepala Dinas PU Bina Marga Muaraenim Ir Ahmad Yani Hariyanto, yang dihubungi, Selasa (19/1), mengatakan, PU Bina Marga Muaraenim bersama PU Bina Marga Provinsi telah menyiagakan alat berat berupa ekskavator di lokasi longsor. Namun, proses perbaikan jalan tidak bisa dilakukan karena status lahan yang akan digunakan untuk jalan baru, belum jelas.

Pemkab Muaraenim berharap warga pemilik lahan berkenan menghibahkan lahannya untuk jalan umum. Tak usah menuntut ganti rugi karena prosesnya memakan waktu lama lantaran terkait anggaran, sementara jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat, utamanya masyarakat Kecamatan Semende Darat Laut (SDL), Semende Darat Tengah (SDT), dan Semende Darat Ulu (SDU). Apalagi, jalan ini merupakan satu-satunya akses yang bisa ditempuh dengan jarak pendek.

Pantauan di lokasi longsor, Selasa ( 19/1), tidak memungkinkan membangun kembali badan jalan lama dengan cara ditimbun. Sebab kondisi tanah di bawahnya masih labil. Perlu lahan baru untuk pemindahan badan jalan.

Baca Juga:  Pemkab Akan Rekrut 334 Pegawai P3K

Untuk itu Pemkab Muaraenim terus melakukan pendekatan dan meminta pengertian pemilik kebun tersebut agar bersedia menghibahkan lahannya untuk badan jalan baru, agar lalulintas jalan provinsi yang menghubungkan Muaraenim dengan Semende tidak memakan waktu tempuh terlalu lama. Sebab hal itu dapat menghambat dan memperberat kelancaran arus lalulintas serta membebani ekonomi masyarakat setempat, jika harus berputar jauh melalui Kota Lahat untuk pergi ataupun pulang ke Semende.

Camat Semende Darat Laut Ahmad Fauzi, Selasa (19/1), mengatakan, pihaknya belum berhasil membebaskan lahan milik Saipul Anwar tersebut. Pemilik lahan tetap ingin menuntut ganti rugi. Adapun berapa besarannya belum bisa diungkapkannya.

“Kami masih terus melakukan pendekatan dengan pemilik kebun. Sampai saat ini masih belum ada kata sepakat,”kata Fauzi.

Dikatakan dia, ada reruntuhan kecil di tanah longsor tersebut. Kondisi tanah masih sangat labil dan jika didekati tanah sekitar terasa bergoyang, karena kondisinya sangat basah.

Ia mengimbau warga untuk tidak terlalu dekat dengan lokasi longsor untuk menghindari longsor susulan.

Baca Juga:  Honorer Dibacok Teman

Berdasarkan pantauannya, sedikit demi sedikit tanah kebun di pinggir longsor tersebut terus berjatuhan. Apalagi di daerah Semendo volume hujan masih tinggi. Sehingga longsor susulan bisa saja terjadi.

Sementara itu, angkutan pedesaan yang berasal dari tiga kecamatan, yakni SDL, SDT dan SDU masih belum ada yang beroperasi menuju Muaraenim. Para sopir angdes tidak mau menempuh rute yang cukup jauh karena harus memutari Kota Lahat.

Karena kondisi jalan yang masih putus tersebut, masyarakat yang ingin ke Muaraenim terpaksa naik angkutan sambungan. Naik angkutan desa menuju Lahat, lalu barulah dari Lahat naik angkot jurusan Lahat – Muaraenim.

Petakan Wilayah

Longsor yang terjadi di Kampung Kepayang, Kelurahan Muaradua beberapa hari yang lalu, mengakibatkan satu rumah yang berada di bantaran Sungai Selabung amblas dan terbawa arus. Akibat peristiwa tersebut, sang pemilik rumah mengungsi ke tempat keluarganya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKUS Mahfi Abubakar, SE mengimbau warga yang berada di bantaran Sungai Saka Selabung tetap waspada.

“Saya ingatkan mereka yang tinggal di bantaran sungai harus selalu antisipasi jika terjadi hujan deras. Beberapa hari lalu ada satu rumah yang persis berada dinding tebing sungai amblas dan terbawa arus,” katanya, Selasa (19/1).

Baca Juga:  Diduga Curang, BPMD Didemo Warga

Bahkan ia meminta warga yang tinggal di bibir tebing dan bantaran sungai untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Berdasarkan Badan Metrologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), diperkirakan intensitas hujan di akhir Januari hingga Februari sangat tinggi.

“Akhir Januari dan Februari nanti puncaknya hujan deras. Kami mengimbau warga jangan lengah dan tetap waspada. Kalau bisa mengungsi ke tempat yang lebih aman,” jelasnya.

Dikatakan, dalam waktu dekatnya pihaknya akan mengajak camat se Kabupaten OKUS untuk siaga bencana longsor dan banjir, bahkan akan membuat peta daerah rawan bencana.

“Nanti kita berkoordinasai dengan para camat, dan memetakan daerah mana saja yang rawan bencana, baik longsor maupun banjir. Tujuannya supaya masyarakat tahu daerah mana saja yang perlu diwaspadai jika terjadi hujan deras, ” katanya lagi.

Ia menambahkan, untuk membuat peta tersebut akan mengacu pada data selama 10 tahun terakhir.

“Data 10 tahun terakhir kita kumpulkan, kita lihat daerah mana saja yang sering terjadi bencana,” pungkasnya. # nur/bob

 

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...