Distribusi Barang Terhambat Banjir

14

 

 

236467_620Palembang, BP

Hujan disertai angin kencang di sejumlah wilayah membuat distribusi barang melalui jalan darat ke Sumatera Selatan (Sumsel) tersendat. Bahkan frekuensi pengiriman menyusut hingga 15 persen.

“Bisa dibilang loss 15 persen, karena sulit untuk menerobos banjir. Hujan deras membuat sejumlah titik di Jakarta mengalami banjir,” kata Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Transportasi Sumsel Chairudin Yusuf, Selasa (19/1).

Dikatakannya, saat ini pengiriman barang menggunakan truk belum begitu menunjukkan perkembangan yang cukup baik, bahkan menjelang Hari Raya Imlek, pengiriman barang mengalami penurunan cukup signifikan.

“Biasanya momen Imlek juga menjadi faktor penurunan distribusi barang, diperkirakan akan normal kembali sekitar bulan Maret,” katanya.

Kendati masih lesu, distribusi barang masih tetap berjalan normal. Walaupun volumenya mengalami penurunan namun tetap sampai sesuai permintaan.

Baca Juga:  Ikut Perampokan, Kaki Midun Diterjang Peluru Polisi

“Kendala memang terjadi, distribusi tidak begitu lancar, titik banjir terutama di Jakarta menghambat pengiriman barang di sini. Namun hingga saat ini pengiriman masih tetap jalan sesuai permintaan,” ujar dia.

Sementara itu, jasa pengiriman lainnya juga mengalami hal yang sama. Hanya saja saat ini masih tergolong normal, sebab jalur udara masih stabil. “Memang sedikit tersendat karena hujan, namun untuk pengiriman barang saat ini cenderung normal, walaupun sedang musim hujan,” katanya.

Seorang pegawai distributor sembako di Pasar 16 Ilir, Zulyanto mengakui, pengiriman barang dari Pulau Jawa melalui jasa truk sedikit mengalami keterlambatan.

Baca Juga:  Soal Nasib Ponpes Al Zaytun , Ini Tanggapan Wapres

“Keterlambatan pengiriman mencapai 4-5 jam dari biasanya, namun masih bisa dimaklumi karena musim hujan banyak titik banjir. Untuk penyaluran hingga saat ini masih normal,” tutur dia.

Dia memperkirakan, kondisi ini akan normal kembali setelah Imlek, atau paling lambat setelah curah hujan tak lagi tinggi.

“Menjelang Imlek memang sering hujan, tapi biasanya tidak berlangsung lama. Mudah-mudahan segera normal kembali,” harap dia.

Sementara itu musibah longsor yang terjadi di jalur Muaraenim – Lahat beberapa hari terakhir, tidak memberikan dampak signifikan bagi usaha travel. Pasalnya, angkutan travel tidak masuk ke wilayah tersebut.

Berdasarkan pantauan di beberapa titik beroperasinya travel, masih tetap seperti biasanya. Para sopir travel tetap mangkal di tempat biasa dan penumpang pun tidak berkurang karena adanya bencana itu.

Baca Juga:  KPU Sumsel Ajak Masyarakat Terpapar Pengetahuan Pemilu 2024

Berdasarkan pengakuan beberapa sopir travel Muaraenim dan Lahat yang ada di tempat itu, wilayah tersebut tidak dilaluinya untuk mengantarkan penumpang. Longsor tersebut terjadi di penghubung Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muaraenim, dengan Kecamatan Semende Darat Laut, Kecamatan Semende Darat Tengah, Kecamatan Semende Darat Ulu serta Kota Agung, Kabupaten Lahat.

Sopir tujuan Lahat, Edi, mengatakan, tidak ada hambatan menuju wilayah itu, karena terjadinya di kecamatan yang tidak dilaluinya. “Kami biasanya sampai kotanya saja, tidak sampai sana. Biasanya ada travel khusus yang lewat Kota Agung menuju Empat Lawang,” katanya.#ren/pit

 

Komentar Anda
Loading...