Pedagang Ikan Tewas Usai Ditangkap

18

2001.01.Tersangka Narkoba Tewas (1)Palembang, BP

Diduga mendapat penyiksaan dari anggota polisi usai ditangkap, Rahmad Firdaus (40) tewas dengan luka memar di sekujur tubuhnya. Sebelum tewas, Rahmad yang berprofesi sebagai penjual ikan, ditangkap karena diduga sebagai pemakai narkoba jenis ganja.

Mengetahui ada kejanggalan atas kematian Rahmad, istrinya, Anita (40), dan beberapa orang keluarga akhirnya melapor ke Propam Polda Sumsel. Namun, laporan mereka belum diterima karena pangkat dan nama lengkap terlapor belum diketahui pasti.

Ridho (41), kakak Rahmad, menjelaskan, adiknya tersebut ditangkap anggota Satres Narkoba Polresta Palembang saat berjualan ikan di Pasar 10 Ulu Palembang, Rabu (13/1) sekitar pukul 15.00. Saat ditangkap, polisi menemukan barang bukti empat linting ganja. Saat itu rekan Rahmad bernama Aldo (50), juga turut ditangkap namun dilepas kembali karena tidak terbukti.

Beberapa jam kemudian, atau sekitar pukul 20.00, pihak keluarga mendapat kabar dari polisi bahwa Rahmad sudah meninggal di Rumah Sakit Bari Palembang. Jenazah Rahmad pun dibawa ke rumah duka di Jalan KH Azhari, Kelurahan 13 Ulu, Palembang, tanpa divisum terlebih dahulu.

Baca Juga:  Ikuti Rakernis Kepegawaian, Kemenkumham Sumsel Tingkatkan Kualitas Pengelolaan SDM

Ketika hendak dimandikan, keluarga menemukan jasad Rahmad dipenuhi luka memar di sekujur tubuhnya. Bahkan, mata Rahmad bengkak dan mengeluarkan darah. Keluarga curiga jika kematian Rahmad tak wajar.

Kecurigaan itu semakin bertambah setelah mendengar pengakuan Aldo, yang juga ditangkap. Aldo mengaku mendengar jeritan Rahmad saat diperiksa di sebuah ruangan di Mapolresta Palembang. Sebelum dibawa ke kantor polisi, kepala Rahmad sempat dibenturkan ke dinding ruko pasar.

“Badan korban luka memar semuanya, mata bengkak dan berdarah. Kami menduga dia disiksa polisi,” ungkap Ridho ditemui di Mapolda Sumsel, Selasa (19/1).

Mengetahui ada kejanggalan itu, Ridho meminta penjelasan polisi. Namun polisi menyebut kematian Rahmad karena keracunan makanan.

“Kami tidak bisa terima alasan itu. Karena waktu ditangkap itu dia sehat-sehat saja, tidak mungkin keracunan, apalagi di kantor polisi,” ujarnya.

Baca Juga:  Darman Dibegal Saat Hendak Ke Pasar Induk Jakabaring

“Kami minta laporan ini diterima, ini harus diproses,” sambungnya.

Setelah peristiwa tersebut, Ridho menuturkan, pihak kepolisian dari Polresta Palembang sempat datang ke rumah duka dan memberikan dua karung beras serta santunan berupa uang yang belum diketahui nominalnya.

“Kami dikasih beras dua karung, satu dus mie, dan amplop berisi uang. Tapi tidak kami pakai dan amplop itu belum dibuka, jadi berapa uangnya belum tahu,” tuturnya.

Sementara itu, Aldo (50), teman Rahmad yang sempat ikut diamankan polisi menjelaskan, dirinya memang berada di lokasi penangkapan dan dibawa ke Polresta Palembang.

“Awalnya mencari anak saya di sekitar 10 Ulu. Karena kenal dengan korban yang berjualan di sana, saya mampir menanyakan keberadaan anak saya,” jelasnya.

Tiba-tiba, ia melanjutkan, datang sejumlah anggota kepolisian dan langsung melakukan penangkapan. Saat itu kepala Rahmad sempat dibenturkan di dinding sebuah ruko.

Baca Juga:  Larikan Motor, Polisi Gadungan di Seberang Ulu Ditangkap

“Setelah itu kami dibawa ke Polresta Palembang. Saya sempat diinterogasi selama dua jam. Tapi karena tak bersalah, saya dilepaskan,” katanya.

Terpisah, Kasat Reserse Narkoba Polresta Palembang Kompol Rocky Marpaung membantah tersangka tewas karena dianiaya anggotanya. Yang benar, katanya, karena overdosis.

“Itu haknya untuk melapor, silakan saja. Tapi di sini saya membantah kalau anggota saya telah melakukan pemukulan terhadap dia, karena itu tidak benar sama sekali,” tandasnya.

Ia menegaskan penyebab meninggalnya tersangka karena overdosis, juga diperkuat dengan keterangan dokter dan rekaman video saat menjalani perawatan di RSUD Bari.

Sedangkan beberapa bingkisan yang diberikan kepada keluarga korban, Rocky menambahkan hanya bentuk ucapan belasungkawa.

“Tersangka ini merupakan bandar dan saat ditangkap dia menelan barang bukti dengan minuman keras. Kemungkinan itulah yang menyebabkan dia over dosis,” tukasnya. # rio/bel

 

Komentar Anda
Loading...