Palembang, BP– Sebagai wujud komitmen berkelanjutan dalam menjaga keselamatan kerja di lingkungan operasional tingkat tinggi, PT Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju menggelar pembukaan Audit Kesisteman Contractor Safety Management System (CSMS) 2026.
Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama tiga hari ke depan sejak Senin (8/6/2026) hingga Rabu (10/6/2026) ini bertujuan untuk memperketat pengawasan dan pengelolaan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) bagi para mitra kontraktor.
General Manager RU III Plaju, Khabibullah Khanafie, dalam sambutannya menegaskan bahwa pengelolaan keselamatan kerja, khususnya bagi para mitra kontraktor, merupakan prioritas tertinggi yang tidak dapat ditawar. Berdasarkan data evaluasi, sektor ini memegang profil risiko yang sangat tinggi (high risk) dalam operasional kilang maupun di lingkungan Pertamina secara luas.
“Berdasarkan data yang ada, kita harus sadar dan mampu menarik kesimpulan bahwa pengelolaan safety bagi mitra kontraktor adalah isu yang sangat krusial dan berisiko tinggi (high risk) terhadap keselamatan kerja di refinery, bahkan di Pertamina secara keseluruhan. Insiden keselamatan tidak hanya berpotensi terjadi pada pekerja langsung, melainkan juga pada pekerja kontraktor yang berada di lapangan,” ujar Khanafie, Senin (8/6/2026).
Khanafie juga berharap agar pelaksanaan audit yang berlangsung selama beberapa hari ke depan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan hasil yang objektif. Implementasi elemen-elemen CSMS secara konsisten diharapkan mampu menjadi pilar utama dalam memperbaiki sistem pengelolaan keselamatan kerja di Kilang Plaju.
“Kami berharap melalui pemenuhan dan penerapan elemen CSMS dengan baik, kita dapat terus memperbaiki sistem pengelolaan keselamatan kerja demi mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Semoga Allah SWT mempermudah segala pekerjaan dan ikhtiar kita dalam menjaga keselamatan di lingkungan kerja,” tambahnya.#udi