Mati Geni, Lempuing Jaya OKI Senyap

31
Kayuagung, BP
Ritual Keagamaan bagi umat Hindu di Kabupaten Ogan Komering ilir (OKI) sama seperti umat hindu lainya, Desa Lubuk Seberuk, Kecamatan lempuing Jaya dan beberapa Desa di Kecamatan Lempuing yang warganya banyak
terdapat Umat Hindu terlihat sepi dan Hening, karena kemarin (9/3) sejak pukul 06.00.
Warga Hindu Dharma menjalankan puasa atau yang lebih dikenal mati geni pada Hari Raya Nyepi. Suasana senyap mati geni mulai terasa mulai dari memasuki Desa Seberuk, Kecamatan Lempuing  Jaya di mana terbentang
spanduk bertuliskan “Om Swasy Asty selamat Hari Raya Nyepi. Selamat Melakukan Catur Brata Penyepian dan Meditasi Seluruh Umat Hindu Dharma.

Di kawasan yang sekilas mirip suasana desa di Bali karena nyaris setiap rumah yang berada di tepi jalan terdapat pura yang didandani dengan kain dan aksesoris keagamaan lainnya ini terlihat senyap. Bahkan sebagian warga di sana yang non hindu juga terlihat turut menghargai suasana ini dengan tidak beraktifitas di luar rumah. Hingga suasana keagamaannya benar benar kental terasa.
Bentuk toleransi beragama dikawasan ini benar benar terjalin, maklum di beberapa Desa di Lempuing Jaya  warga Hindu Dharma sudahberbaur sejak lama dengan warga muslim.  Selama puluhan tahun hidup bertetangga mereka saling menghargai dan menghormati dalam menjalankan ibadah sesuai dengan agama masing-masing.

Baca Juga:  OKI Naik Status Tanggap Darurat, Pendatang Diawasi Super Ketat

Seperti yang di ungkapkan Arpan, Warga Desa Seberuk, Kecamatan Lempuing Jaya, OKI rumahnya kebetulan bersebelahan dengan umat Hindu.

”Sebagai umat beragama Kita saling menghargai, walaupun kita tidak ikut puasa dan nyepi di dalam rumah, tetapi kita ikut diam dan tidak menghidupkan telvisi (TV), apalagi menghidupkan api, agar tidak mengganggu tetangga,” terangnya.

Baca Juga:  Jalan Penghubung 4 Kecamatan Rusak, Iskandar Minta Bantuan Gubernur

Suasana juga terasa di kawasan perdagangan. Pasar Lubuk Seberuk dan Pasar Tugumulyo Lempuing, yang biasanya ramai, pada hari nyepi ini benar benar terlihat sepi.

”Hampir semua toko tutup, karena warga menghormati  umat Hindu yang sedang melakukan Catur Brata Penyepian dan Meditasi di dalam rumah,” ungkap zahra, salah seorang pedagang yang juga menutup tokonya.

Ketaatan umat Hindu dalam menyambut Tahun Baru Saka  atau Nyepi betul-betul terasa di lapangan. Suasana betul-betul hening. Tidak ada yang menyalakan lampu. Tidak ada yang menghidupkan api di tungku dan jarang terlihat orang berlalu lalang, semua umat Hindu Dharma sedang melakukan catur barata penyepian dan meditasi.

Menurut salah satu umat Hindu di Lempuing I Made Indrawan, saat ditemui upacara pengerupukan sekaligus arak-arakan patung ogoh-ogoh, sehari sebelum Nyepi,bahwa selama 24 jam saat penyepian, warga tidak boleh keluar rumah.

Baca Juga:  Optimalkan Zakat Untuk Pengentasan Kemiskinan
“Sedang melakukan catur barata. Bahkan, selama satu  hari dan satu malam umat Hindu Dharma bukan hanya mati geni tapi juga berpuasa dari makan dan minum,” ungkap anggota DPRD OKI dari fraksi PDIP inii.

Sebelumnya umat hindu sudah melakukan Salah satu rangkaian  perayaan hari raya nyepi  yakni arak-arakan patung ogoh-ogoh yang merupakan patung raksasa sebagai symbol raksasa jahat, hal ini pula dilakukan oleh Ratusan umat hindu di Desa Lubuk Seberuk, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten OKI.

Hal ini merupakan sudah menjadi tradisi bagi warga Bali yang beragama Hindu di Kabupaten OKI melakukan Pengrupukan atau disebut arakan ogoh-ogoh.

”Arak-arakan patung ogoh-ogoh adalah salah satu rangkaian hari raya Nyepi, setelah beberapa rangkaian yang Nyepi yang sudah dimulai sejak beberapa hari sebelumnya” katanya. #ros
Komentar Anda
Loading...