Mati Geni, Lempuing Jaya OKI Senyap
terdapat Umat Hindu terlihat sepi dan Hening, karena kemarin (9/3) sejak pukul 06.00.
spanduk bertuliskan “Om Swasy Asty selamat Hari Raya Nyepi. Selamat Melakukan Catur Brata Penyepian dan Meditasi Seluruh Umat Hindu Dharma.
Seperti yang di ungkapkan Arpan, Warga Desa Seberuk, Kecamatan Lempuing Jaya, OKI rumahnya kebetulan bersebelahan dengan umat Hindu.
Suasana juga terasa di kawasan perdagangan. Pasar Lubuk Seberuk dan Pasar Tugumulyo Lempuing, yang biasanya ramai, pada hari nyepi ini benar benar terlihat sepi.
Ketaatan umat Hindu dalam menyambut Tahun Baru Saka atau Nyepi betul-betul terasa di lapangan. Suasana betul-betul hening. Tidak ada yang menyalakan lampu. Tidak ada yang menghidupkan api di tungku dan jarang terlihat orang berlalu lalang, semua umat Hindu Dharma sedang melakukan catur barata penyepian dan meditasi.
Menurut salah satu umat Hindu di Lempuing I Made Indrawan, saat ditemui upacara pengerupukan sekaligus arak-arakan patung ogoh-ogoh, sehari sebelum Nyepi,bahwa selama 24 jam saat penyepian, warga tidak boleh keluar rumah.
Sebelumnya umat hindu sudah melakukan Salah satu rangkaian perayaan hari raya nyepi yakni arak-arakan patung ogoh-ogoh yang merupakan patung raksasa sebagai symbol raksasa jahat, hal ini pula dilakukan oleh Ratusan umat hindu di Desa Lubuk Seberuk, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten OKI.
Hal ini merupakan sudah menjadi tradisi bagi warga Bali yang beragama Hindu di Kabupaten OKI melakukan Pengrupukan atau disebut arakan ogoh-ogoh.