Tiga Ton Sampah Dihasilkan Saat Festival GMT
Palembang, BP
Sampah-sampah ini berupa wadah makanan kertas, botol minuman komersil, kertas koran, dan plastik. Padahal di setiap sudut sudah disediakan boks sampah dorong plastik berwarna kuning. Boks sampah itu memang tertutup dan terpantau di dalamnya banyak yang kosong. Hal ini menjadi pemandangan yang tidak menyenangkan, mengingat BKB adalah salah satu ikon wisata bagi Kota Palembang.
Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Kebersihan Kota (DKK) Palembang Agung Nugroho mengklaim, sampah yang dihasilkan dari Festival GMT tidak banyak. Sampah yang terangkut oleh petugas hanya dalam satu unit dump truk atau sekitar 3 ton saja. Menurutnya, kondisi sampah pada gelaran ini masih tergolong normal dibandingkan event-event besar lain yang sudah pernah digelar di Palembang.
“Tidak banyak, satu boks sampah kita memang tidak penuh, jika dihitung hanya sekitar 3 ton,”sebutnya.
Dikatakannya, untuk Festival GMT pihaknya menurunkan 168 personel yang ditempatkan di BKB, Jembatan Ampera, Pasar 16, Kampung Kapitan, dan 7 Ulu. Disiapkan pula 18 unit dump truk untuk mendukung operasional, namun belakangan diketahui hanya terpakai tujuh unit diantaranya karena sampah yang tidak terlalu banyak tersebut. Adapun boks sampah bervolume 1 kubik disebar 45 unit di Jembatan Ampera dan sekitarnya, lalu 90 unit boks sampah dorong disebar di BKB.
“Ada sekitar 135 boks sampah kok yang disiapkan. Petugas pun sudah bekerja keras dua hari ini,” pungkasnya. #dil