Ekonomi Diprediksi Segera Menguat

6

Palembang, BP

Perlambatan ekonomi, kebijakan suku bunga negatif, melemahnya harga komoditas seakan menghantui prospek pertumbuhan ekonomi nasional. Perkembangan ekonomi di awal tahun 2016 ini pun cukup diwanti-wanti sejumlah pengusaha.

Ekonom Sumatera Selatan sekaligus Tim Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan RI Prof Bernadette Robiani mengatakan, perekonomian nasional memang banyak terpukul oleh memburuknya kondisi ekonomi eksternal. Hanya saja, akhir-akhir ini yang ditunjukan oleh wajah perekonomian kita justru sebaliknya.

Baca Juga:  Agrosociopreneurship PHE Jambi Merang yang Mengubah Wajah Desa

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah justru menguat di awal tahun ini. Padahal ada begitu banyak sentimen eksternal yang bisa saja membuat kondisi pasar keuangan domestik terpuruk.

Saat ini dikatakan, yang terjadi justru IHSG dan rupiah sama-sama menguat. Rupiah bahkan mampu menguat di bawah 13.200 per dolar AS. Masalah eksternal yang ditakutkan sebelumnya justru tidak memberikan dampak buruk bagi pasar keuangan. “Justru sepertinya pasar keuangan kita saat ini menguat dan berlawanan dengan banyaknya sentimen negatif di luar,” katanya.

Baca Juga:  Berbuka di Fave Rp39.800

Menurutnya, kebijakan suku bunga negatif yang diambil oleh dua bank sentral paling berpengaruh seperti BoJ (Jepang) dan ECB (Eropa) justru membuat aliran investasi asing masuk ke pasar keuangan domestik sangat signifikan.

“Pasar keuangan kita bagaikan primadona di tengah keterpurukan kondisi perekonomian global. Indonesia masih begitu menjanjikan bagi investor manapun yang ingin membenamkan investasinya di Indonesia,” katanya.#ren

Komentar Anda
Loading...