Infrastruktur Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Palembang, BP
Pemerintah daerah perlu berperan dalam mengatasi perekonomian yang melambat akibat penurunan harga komoditi perkebunan. H Sulbahri Madjir, pengamat ekonomi Sumsel dari Universitas Tridinanti mengatakan, pemerintah perlu ambil andil dalam mengatasi hal ini. Terutama dalam perbaikan infrastruktur juga industri hilirisasi.
Menurutnya, dengan adanya infrastruktur yang baik ke perkebunan masyarakat, sehingga mengurangi biaya operasional petani. Selain itu, dia menilai, adanya hilirisasi akan menambah nilai ekonomi di Sumsel. Karena, hasil komoditi perkebunan akan langsung diproduksi dan akan menjadi nilai jual tinggi.
“Ekonomi Sumsel memang sedang mengalami perlambatan dari sisi komoditi. Karena di Sumsel didominasi oleh komoditas perkebunan, saat harga anjlok, maka berdampak langsung pada sebagian besar masyarakat yang bergantung pada perkebunan,” katanya.
Dia menilai, Sumsel mampu menjadi terdepan dengan adanya industri hilirisasi. Sesuai dengan moto Sumsel menjadi yang terdepan, menurutnya pemerintah mampu. “Hal ini memang tidak mudah, tapi jika mau maka bisa,” ujarnya.
Senada itu, Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel Alex K Edy mengatakan, perekonomian Sumsel saat ini merupakan tantangan bagi pemerintah. Terutama perekonomian Sumsel yang sangat tergantung pada komoditas perkebunan yang saat ini harganya anjlok.
“Dukungan dari pemerintah seperti memperbaiki infrastruktur di daerah perkebunan ini sangat penting, karena akan mempermudah akses petani. Didukung juga dengan ada koperasi dan suplai raskin,” katanya.
Selain itu, manfaat adanya hilirisasi di Sumsel akan semakin memperbaiki ekonomi petani. Hasil komoditi karet akan memiliki nilai jual tinggi, jika di Sumsel ada industri hilirisasi karet.#pit