
Palembang, BP- TAHUN 1954 di sebuah bengkel sederhana di Cawang, Jakarta Timur, Thayeb Mohammad Gobel mulai menyalakan radio transistor rakitan tangannya sendiri. Ia menamainya Tjawang, sederhana, namun penuh pengharapan, bahwa suatu hari nanti anak bangsa ini bisa berdiri di atas kaki sendiri, menguasai teknologi, dan tak lagi sekadar menjadi penonton di negeri sendiri.
Filosofi yang diwariskan sang pendiri adalah “ Berbakti kepada negara melalui Industri,” tetap menjadi kompas yang memandu setiap langkah. Filosofi ini diwariskan dan dihidupi lintas generasi dengan filosofi “Mengakar Kuat, Menjalar Jauh, Tumbuh Bersama. (https://beritakota.id/70-tahun-gobel-group-kwn-jadi-bukti-komitmen-edukasi-dan-keberlanjutan-di-indonesia)
Ia diibaratkan seperti pohon pisang, yang memberi manfaat dari akar hingga daun, dari masa ke masa.
#####################
Tanggal 12 Maret 2026 menjadi salah satu lembaran yang menunjukkan sisi paling manusiawi dari sebuah korporasi. Ketika banjir bandang dan longsor melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat lebih dari 53 kabupaten/kota terdampak, lebih dari 20.000 warga mengungsi, dan ratusan ribu rumah rusak. Gobel Group bergerak cepat.
Melalui inisiatif Gobel Group Peduli Sumatra , perusahaan menyalurkan lebih dari 10.000 produk Panasonic berupa radio dan senter lengkap dengan baterai, dengan total nilai bantuan lebih dari Rp2,4 miliar. Di tengah keputusasaan saat listrik padam dan jaringan komunikasi lumpuh, radio menjadi jangkar informasi. Senter menjadi “mata” di malam yang gelap gulita.
Bantuan ini diserahkan langsung di Markas Pusat PMI kepada Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla. Dalam keterangannya, Jusuf Kalla menyatakan, “Dalam situasi bencana, masyarakat membutuhkan berbagai dukungan, termasuk akses informasi dan penerangan ketika listrik dan komunikasi terganggu. Bantuan seperti radio dan senter sangat membantu masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Kami mengapresiasi bentuk kepedulian Gobel Group yang terus berkontribusi membantu masyarakat melalui PMI.” katanya.
Tak hanya perangkat darurat, sekitar 2,5 ton makanan siap saji juga dikirim bagi para pengungsi di wilayah Aceh Tamiang.
Chairman Gobel Group, Rachmat Gobel, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremonial. “Melalui inisiatif Gobel Group Peduli Sumatra, kami ingin berkontribusi membantu masyarakat terdampak bencana. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan dasar mereka… sejalan dengan perjalanan hampir tujuh dekade Gobel Group yang tumbuh bersama masyarakat Indonesia. “ katanya. (https://industri.kontan.co.id/news/menjelang-70-tahun-gobel-group-salurkan-bantuan-bencana-rp-24-miliar-untuk-sumatra)
Selain respons bencana, dimensi sosial Gobel Group juga meluas ke ranah inklusivitas dan kolaborasi strategis. Pada 30 November 2025, Gobel Group meluncurkan AC Breeze MU powered by Cawang, hasil sinergi dengan Muhammadiyah, salah satu organisasi masyarakat terbesar di Indonesia yang memiliki lebih dari 11.700 cabang, 174 perguruan tinggi, 10.000 sekolah, serta 450 rumah sakit dan klinik.
Arif Gobel, Direktur Gobel Group, mengungkapkan, “Kemitraan ini merupakan wujud kontribusi Gobel Group dalam memperkuat industri nasional sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia melalui produk berkualitas dan layanan terpercaya.”katanya.
Kolaborasi ini tidak hanya menandai penguatan sektor manufaktur dalam negeri, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan kualitas layanan pendidikan, kesehatan, dan sosial yang dikelola Muhammadiyah. Produk pendingin ruangan yang efisien dan ramah lingkungan ini diproduksi di lini yang sama dengan produk Panasonic lainnya, sehingga memenuhi standar internasional sekaligus mendukung pemenuhan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang memperluas serapan tenaga kerja lokal. (https://mediaindonesia.com/ekonomi/836908/gobel-groupmuhammadiyah-dorong-penguatan-industri-nasional)
Dampak sosial Gobel Group juga dirasakan hingga ke tingkat paling mikro. Setiap tahun, peringatan May Day diisi dengan bazar UMKM, donor darah, hingga pembagian sembako yang sumber dananya berasal dari potongan gaji sukarela para pekerja melalui Lembaga Sosial Masyarakat.
Djoko Wahyudi, Ketua FSPPG, dalam peringatan May Day 2026 menyatakan, “Selama tujuh dekade, Gobel telah menunjukkan bahwa pertumbuhan industri harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup pekerja. Ini bukan sekadar acara tahunan, melainkan ruang tumbuh bagi ekonomi lokal yang berkelanjutan”. (https://lestari.kompas.com/read/2024/03/29/150000486/dorong-pertumbuhan-tk-ahli-indonesia-matsushita-kirim-84-peserta-magang)
Investasi terbesar Gobel Group bukanlah pada pabrik atau peralatan canggih, melainkan pada sumber daya manusia. Keyakinan ini tercermin dalam filosofi perusahaan ini yang membangun industri bukan hanya soal mendirikan pabrik, tapi juga tentang menciptakan SDM berkualitas dan menguasai teknologi. (https://www.theiconomics.com/brand-equity/hut-ke-68-gobel-group-perusahaan-dirikan-divisi-transformasi-digital-untuk-jawab-tantangan-zaman)
Data menunjukkan besarnya komitmen ini. Hingga Juli 2024, Panasonic Gobel telah menandatangani 129 Nota Kesepahaman (MoU) dengan berbagai institusi pendidikan di seluruh Indonesia. Sejak 2018, program ini telah melibatkan lebih dari 15.000 peserta dan menggelar lebih dari 500 sesi pelatihan.
Salah satu wujud nyata adalah peresmian Panasonic HVAC Training Center di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan pada 11 Oktober 2024. Pusat pelatihan ini mencakup berbagai kegiatan: pengetahuan produk, instalasi, perbaikan, teknik pengelasan (brazing), serta perawatan sistem tata udara dan ventilasi, dan menawarkan sertifikasi kompetensi melalui jalur Sertifikasi Industri Panasonic maupun Sertifikasi BNSP.
Heru Santoso, Vice President Director PT Panasonic Gobel Indonesia, menegaskan, “Program Panasonic Training Center Medan adalah investasi jangka panjang kami. Tidak hanya berfokus pada pelatihan keterampilan, tetapi juga memperkenalkan teknologi inovatif Panasonic. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengurangi pengangguran dan menciptakan ekosistem industri yang kuat di Medan. Kami berharap program ini akan membuka peluang kerja dan kemitraan usaha baru, serta melahirkan tenaga kerja terampil yang siap bersaing di pasar industri global.” katanya.(https://www.panasonic.com/id/corporate/news/articles/10-11-2024-panasonic-gobel-group-mendukung-pengembangan-tenaga-kerja-terampil-di-medan.html)
Program yang sama juga hadir di Bandung. Pada 28 Oktober 2024, PT Panasonic Gobel Indonesia meresmikan Panasonic Service Centre sebagai Bengkel Teaching Factory di SMKN 8 Bandung. Program ini menyediakan pelatihan teknis bidang pendinginan dan tata udara, serta sertifikasi kompetensi. (https://www.panasonic.com/id/corporate/news/articles/10-11-2024-panasonic-gobel-group-mendukung-pengembangan-tenaga-kerja-terampil-di-medan.html)
Heru Santoso menambahkan, “Panasonic tidak hanya berfokus pada produk berkualitas, tetapi juga ingin berperan dalam membentuk talenta muda yang mampu bersaing di pasar global. Peresmian Bengkel Teaching Factory ini menjadi langkah penting untuk mengintegrasikan pendidikan dan praktik industri. Kami percaya bahwa kolaborasi seperti ini adalah langkah strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang unggul dan siap bersaing.” katanya.
Yang paling bergengsi dan berdampak luas adalah Technical Intern Training Program (TITP) melalui Yayasan Matsushita Gobel (YMG). Pada akhir Maret 2024, YMG kembali melepas 84 peserta magang ke Jepang. Sejak program ini berjalan, lebih dari 100.000 orang Indonesia telah mengikuti pelatihan pemagangan teknis di Jepang selama lebih dari 30 tahun, dengan tujuan mengembangkan sumber daya manusia dan alih keterampilan.
Program ini tidak hanya memberikan keahlian teknis kelas dunia, tetapi juga menanamkan etos kerja, disiplin, budaya mutu, dan jejaring global yang akan dibawa pulang untuk membangun negeri sendiri.
Komitmen terhadap talenta juga menjangkau lingkaran terdalam perusahaan yaitu anak-anak karyawan. Sejak 2014, Federasi Serikat Pekerja Panasonic Gobel (FSPPG) bersama Koperasi Karyawan Kelompok Gobel (Kopkar Gobel) secara rutin menggelar program beasiswa.
Hingga tahun 2025, program ini telah diberikan kepada 1.894 anak dengan total dana mencapai Rp2,78 miliar. Pada 2025 saja, 186 anak menerima beasiswa yang terdiri dari tingkat SD (72 anak), SLTP (43 anak), SLTA (32 anak), perguruan tinggi (38 anak), dan satu anak berkebutuhan khusus.
Djoko Wahyudi, Presiden FSPPG, menyampaikan bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan pekerja serta daya saing di masa depan. “Melalui program beasiswa ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban pendidikan anggota serta memotivasi mereka untuk terus meningkatkan prestasi.”katanya.
Program beasiswa ini adalah implementasi nyata dari prinsip perusahaan “Berbakti kepada Negara melalui Industri” dan diharapkan dapat mendorong semangat belajar serta prestasi bagi putra-putri karyawan. (https://mediaindonesia.com/humaniora/641766/dukung-pendidikan-di-indonesia-federasi-pekerja-panasonic-gobel-kembali-berikan-beasiswa)
Pemberdayaan masyarakat bagi Gobel Group bukanlah kegiatan sampingan atau sekadar proyek CSR. Ia adalah strategi inklusivitas yang menciptakan rantai nilai bersama, dari tanah hingga ke pesisir.
Di Desa Bunuyo, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo kampung halaman keluarga Gobel perusahaan bersama Sumitomo Group menanam puluhan ribu pohon mangrove. Program ini tidak hanya menghijaukan pesisir dan menahan abrasi, tetapi juga melibatkan masyarakat lokal dalam proses penanaman dan perawatan. Kegiatan ini menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesadaran lingkungan, serta memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat pesisir.
Inisiatif serupa juga digalakkan di wilayah perkotaan. Panasonic GOBEL rutin menyelenggarakan Mangroventure, sebuah aksi dan edukasi untuk pelestarian lingkungan. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan mangrove sebagai ekosistem lingkungan yang kritis, sekaligus menggalang partisipasi aktif dalam upaya melestarikan lingkungan sekitar. (https://nasdemdprri.id/berita/gobel-tanam-puluhan-ribu-mangrove-di-pesisir-pohuwato-gorontalo)
Di ranah ekonomi kerakyatan, program bazar UMKM yang digelar setiap peringatan May Day menjadi ruang tumbuh bagi puluhan pedagang kecil di sekitar pabrik. Para pekerja juga secara sukarela menyisihkan sebagian pendapatannya untuk program berbagi sembako yang dikelola melalui Lembaga Sosial Masyarakat (LSM). Lebih dari sekadar bantuan, program ini menciptakan budaya berbagi dari dalam, setiap karyawan adalah filantropis, dan setiap lingkungan pabrik adalah ekosistem yang saling menghidupi.
Tak ketinggalan, dimensi pemberdayaan juga hadir dalam ranah edukasi global. Pada 25 Oktober 2025, Indonesia menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan Kid Witness News (KWN) Global Summit, ajang internasional yang mempertemukan pelajar kreatif dari 10 negara untuk mempresentasikan karya film pendek bertema kehidupan berkelanjutan dan tanggung jawab sosial. Acara yang berlangsung di kantor PT Panasonic Gobel Indonesia, Cawang, ini terhubung secara daring dengan kegiatan utama di Jepang.
Masayuki Sasage, President Director PT Panasonic Gobel Indonesia, menyampaikan, “KWN Global Summit menjadi platform pendidikan global yang memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk belajar, berekspresi, dan berkolaborasi melintasi batas negara. Program ini mengajarkan anak-anak untuk memahami isu sosial, lingkungan, dan kemanusiaan dari perspektif global serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya penerapan pembangunan berkelanjutan di era digital.”katanya.
Salah satu peserta yang mewakili Indonesia adalah tim dari SD Al Azhar Syifa Budi Cibubur, yang menampilkan video bertema Zero Hunger mengkampanyekan pengurangan pemborosan makanan dan kebiasaan hemat pangan. Ayu Purnamasari, pembimbing tim, menjelaskan, Video ini sepenuhnya hasil kreativitas anak-anak, mulai dari menulis naskah, menggambar storyboard, proses shooting, penyutradaraan, kamera, pencahayaan, hingga editing. Kami guru hanya berperan sebagai pembimbing dan evaluator. Tantangannya justru menjaga agar anak-anak tetap semangat dan tidak mudah lelah selama proses produksi.” katanya. (https://beritakota.id/70-tahun-gobel-group-kwn-jadi-bukti-komitmen-edukasi-dan-keberlanjutan-di-indonesia)
Di era ketika perubahan iklim menjadi ancaman eksistensial, kontribusi perusahaan tidak lagi diukur hanya dari laba, tetapi juga dari jejak karbon yang ditinggalkan. Gobel Group memahami bahwa transisi menuju ekonomi hijau adalah keniscayaan, dan perusahaan mengambil langkah konkret, bukan sekadar retorika.
Salah satu langkah paling monumental terjadi di sektor logistik. Bekerja sama dengan KAI Logistik, Panasonic Gobel Indonesia mengalihkan moda transportasi barang dari truk ke kereta api. Hasilnya spektakuler, pengurangan emisi karbon hingga 70 persen. Satu rangkaian kereta api mampu menggantikan 60 truk, mengurangi kemacetan, memperpanjang umur jalan, dan menekan polusi udara di perkotaan.
Heru Santoso, Vice President Director PT Panasonic Gobel Indonesia, menuturkan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah penting bagi Panasonic Gobel Indonesia dalam mewujudkan komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan peningkatan efisiensi bisnis. Langkah ini mendukung target Panasonic Global untuk mencapai pengurangan emisi CO₂ sekaligus mempercepat implementasi ekonomi hijau menuju Visi Indonesia Emas 2045.
Di sektor properti, Opus Park di Sentul, Bogor, menjadi manifesto Gobel Group tentang bagaimana hunian modern dapat memadukan teknologi, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan. Dirancang sebagai kawasan hunian berbasis teknologi dan berkelanjutan, Opus Park mengintegrasikan inovasi teknologi, keberlanjutan lingkungan, dan gaya hidup urban dalam satu kawasan terpadu.
Pada peringatan May Day 2026, Gobel Group kembali menunjukkan komitmen hijau dengan menanam 1.500 pohon di lingkungan pabrik Panasonic Manufacturing Indonesia. Langkah ini menjadi simbol bahwa Gobel Group terus tumbuh dan berkembang serta pro terhadap kelestarian lingkungan hidup.
Tak hanya itu, PT Panasonic Gobel Indonesia secara konsisten mendorong industri elektronik yang ramah lingkungan dengan mengikuti kebijakan global perusahaan yang menuntut transformasi menuju industri hijau. Perubahan ini sudah dilakukan sejak 2020 sebagai komitmen menjaga kelestarian lingkungan. Program Eco Relay, sebuah kampanye Panasonic global berbasis komunitas, juga dijalankan untuk mendorong pelestarian lingkungan melalui kegiatan seperti penanaman pohon, edukasi ekologi, dan pengelolaan limbah secara bertanggung jawab.
Rachmat Gobel, Chairman Gobel Group, dalam aksi penanaman pohon May Day 2026, menyatakan, “Ini bagian dari komitmen Panasonic dan Gobel Group terhadap kelestarian lingkungan hidup, penghijauan, dan ikut menurunkan suhu udara yang sedang menghadapi pemanasan global dan climate change… Melalui penanaman pohon ini, menjadi simbol Gobel Group terus tumbuh dan berkembang serta pro terhadap kelestarian lingkungan hidup.” katanya.
Penutup
Tujuh puluh tahun adalah usia yang matang bagi sebuah perjalanan. Namun bagi Gobel Group, angka itu bukanlah garis finis, melainkan titik tolak untuk babak baru. Filosofi pendiri, “Berbakti kepada Negara melalui Industri,” tetap menjadi kompas yang memandu setiap langkah.
Warisan itu kini dipegang dan dirawat oleh generasi penerus. Filosofi Mengakar Kuat, Menjalar Jauh, Tumbuh Bersama” menjadi fondasi bahwa kebermanfaatan harus terus mengalir dari akar hingga daun, dari masa ke masa.
Seperti radio Tjawang yang dulu menyiarkan suara kemajuan dari bengkel kecil Cawang, kini Gobel Group menjadi pemancar harapan bagi Indonesia yang lebih adil, makmur, dan berkelanjutan. Karena sesungguhnya, mengabdi untuk negeri tidak pernah selesai. Ia adalah cerita yang terus ditulis, dari generasi ke generasi.#udi