Sampah di Palembang Berpotensi Mencapai 1.180 ton per hari

85

PALEMBANG, BP- Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Sumsel melalui Kepala DLHK Kota Palembang, Ahmad Mustain menyampaikan bahwa potensi produk sampah di Kota Palembang mencapai 1.180 ton/hari, namun yang baru terangkut ke tempat pembuangan akhir (TPA) sampah hanya sekitar 800-900 ton per hari.

Dikatakannya, Apabila dikalkulasikan berdasarkan jumlah penduduk Palembang yang berjumlah 1,6 juta jiwa dengan asumsi 0,7 kg sampah per hari, maka dapt disimpulkan Kota Palembang memproduksi sampah mencapai 1.180 ton/hari.

“Angka kalkulasi ini telah sesuai regulasi secara nasional,” kata Kepala DLHK Kota Palembang Ahmad Mustain di Palembang, Senin (19/12/22).

Baca Juga:  Mulai 1 Januari 2026, Angkutan Batubara Dilarang  Lintas di Jalan Umum Sumsel

Namun, DLHK memprakirakan sisa sampah yang belum terangkut, kemungkinan ada yang dimanfaatkan masyarakat untuk membuat pupuk kompos dan pengelolaan yang dilakukan bank-bank sampah oleh masyarakat.

Di Palembang sendiri tercatat 30 bank sampah yang dibina Pemerintah Kota Palembang dan sejumlah perusahaan BUMN di daerah setempat.

Ia menjelaskan petugas DLHK Palembang saat ini baru mengangkut sampah sekitar 800-900 ton per hari ke TPA Sukawinatan dengan 121 armada sampah.

Baca Juga:  Sidang PMH Eks Cineplex , Penggugat Siap Hadirkan Dua Saksi Fakta Disidang Lanjutan 

“Sebenarnya dengan jumlah 121 unit armada angkut sampah ini masih belum memadai, namun DLHK terus mengupayakan secara bertahap agar infrastruktur angkutan memadai dan bisa mengangkut produksi sampah yang ada di tengah masyarakat,” kata dia.

DLHK Palembang sendiri telah bekerja sama dengan badan usaha lain dalam hal pengangkutan sampah. Sebelumnya Pemerintah Kota Palembang telah bekerja sama dengan PT Indo Green Power untuk menjalankan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) yang ditetapkan akan dimulai pada awal 2023.

Baca Juga:  Agustus, PBB Putuskan Nama Calon Walikota

Proyek PSEL atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) saat ini dalam kajian jual beli listrik oleh PLN dan dinyatakan lulus dan layak.

“Kami saat ini juga sedang melakukan analisis dampak lingkungan (amdal). Ini menjadi sebuah solusi kami untuk mengatasi sampah,” ujarnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan tidak lagi menggunakan kantong plastik untuk berbelanja sehingga bisa menekan produksi sampah guna menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan masyarakat.#adl.

Komentar Anda
Loading...