Fauzi Amro Dorong Seluruh Ponpes Lubuklinggau, Mura dan Muratara Miliki Sumur Bor
LUBUKLINGGAU, BP– Akses air bersih di lingkungan pondok pesantren mendapat perhatian serius. Dua pondok pesantren di Kota Lubuklinggau kini memiliki sumur bor modern yang diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air para santri sekaligus masyarakat di sekitar pesantren.
Fasilitas tersebut diberikan kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Al Haadi dan Ponpes Al Madani, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. Bantuan diserahkan dan diresmikan Anggota DPR RI Fraksi Partai NasDem Dapil Sumatera Selatan I sekaligus Wakil Ketua Komisi XI DPR RI, H. Fauzi Amro, M.Si, bersama Anggota DPRD Partai NasDem Lubuklinggau, Rabu (12/8/2026).
Sumur bor yang dibangun memiliki kedalaman sekitar 65 meter. Selain sumber air, fasilitas tersebut dilengkapi mesin penghisap dan pendorong sehingga air dapat dialirkan untuk berbagai kebutuhan pesantren.
Fauzi Amro mengatakan, bantuan ini berawal dari aspirasi para pimpinan pondok pesantren yang diserapnya saat melakukan reses di Kota Lubuklinggau pada Februari 2026.
Dalam kesempatan tersebut, Fauzi mengundang sekitar 26 pimpinan pondok pesantren untuk berdiskusi mengenai berbagai kebutuhan yang masih dihadapi. Dari pertemuan itu, persoalan ketersediaan air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang dinilai paling penting.
“Saya di bulan Februari waktu reses di Kota Lubuklinggau mengumpulkan kurang lebih 26 pondok pesantren. Dari situ kita melihat salah satu kebutuhan penting pesantren adalah ketersediaan air bersih,” ujar Fauzi saat mengecek pengoperasian sumur bor di Ponpes Al Haadi, Rabu (12/8/2026).
Menurut Fauzi, pembangunan sumur bor tidak hanya ditujukan untuk menyediakan sumber air, tetapi juga memastikan air tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menunjang aktivitas sehari-hari di lingkungan pesantren.
Ia berharap program serupa dapat terus diperluas ke pondok pesantren lainnya, tidak hanya di Kota Lubuklinggau, tetapi juga di Kabupaten Musi Rawas dan Musi Rawas Utara (Muratara).
Fauzi bahkan menargetkan program pemasangan sumur bor modern dapat dilakukan secara bertahap hingga 2029.
“Dengan kehadiran sumur bor ini, mudah-mudahan tahun ini sampai tahun 2029 seluruh Ponpes yang ada di Kota Lubuklinggau, Musi Rawas dan Muratara bisa mendapatkan sumur bor modern,” katanya.
Untuk tahun 2026, sedikitnya 20 pompa sumur bor modern ditargetkan terpasang di pondok pesantren. Jumlah tersebut diharapkan meningkat menjadi sekitar 30 pompa pada tahun berikutnya dan 40 sumur bor pada tahun selanjutnya.
Fauzi juga menegaskan bahwa manfaat fasilitas tersebut sebaiknya tidak hanya dirasakan oleh penghuni pesantren. Masyarakat yang tinggal di sekitar pondok diharapkan dapat ikut memanfaatkan sumber air tersebut.
“Saya berpesan, tidak hanya pondok ini yang memakainya, tapi juga masyarakat sekitar. Semakin banyak air itu keluar, yakinlah seperti air zam-zam, dia akan memberkahi seluruh masyarakat yang ada di sekitar ini,” ungkapnya.
Ia menilai ketersediaan air bersih sangat berkaitan dengan kesehatan dan kenyamanan para santri. Dengan pasokan air yang cukup, kebersihan kamar mandi, WC, lingkungan pesantren serta kebutuhan sanitasi dapat lebih terjaga.
“Kita berharap dengan kehadiran sumur bor ini pondok pesantren tidak kekurangan air lagi. WC dan kamar mandi juga terjaga kebersihannya. Kalau itu terjaga, insya Allah santri akan sehat, makanan juga akan sehat dan ustaz akan sehat semuanya,” jelas Fauzi.
Sementara itu, Kepala Ponpes Al Haadi, Rudi, menyambut baik bantuan tersebut. Ia menilai keberadaan sumur bor modern sangat membantu pesantren dalam memenuhi kebutuhan air bersih sehari-hari.
“Ini sangat bermanfaat buat pesantren dan masyarakat sekitar. Mudah-mudahan apa yang diperbuat Fauzi dapat barokah dari Allah,” pungkasnya.