Lembaga Survey Hanya Predator Demokrasi

17
Maruarar Sirait

Jakarta, BP— Anggota DPR RI FPDIP Maruarar Sirait mengatakan, semua hasil survei  tergantung pada rekam jejak lembaga survei itu sendiri. Kejujuran dan profesionalisme lembaga survei menjadi taruhan kepada masyarakat serta ditentukan oleh kompetensi

“Sama dengan dokter, kalau orang itu sakit, ya tak bisa dibilang sehat,” ujar Maruarar di ruangan wartawan DPR Jakarta, Kamis (21/3).

Banyaknya lembaga survei yang menempatkan pasangan calon presiden Joko Widodo-Ma’ruf mengungguli pasangan Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, kata Maruarar, itulah realita, bukan rekayasa.  “Masing-masing mempunyai strategi untuk menang dan masyarakat udah cerdas memilih. Namun demikian, kita tetap bersatu, bersaudara jelang  dan sesudah pemilu,” kata Maruarar.

Baca Juga:  Kemenkumham Sumsel Gelar Malam Ramah Tamah dan Pisah Sambut Kadiv Pemasyarakatan

Wakil Ketua DPR  Fadli Zon menyatakan, tidak percaya dengan hasil survei, karena sering berbeda dengan kondisi masyarakat sesungguhnya. Apalagi, lembaga survei sekaligus menjadi konsultan politik. “Sehingga lembaga survei hanya menjadi predator demokrasi dan alat provoganda politik,” tutur Fadli.

Direktur SMRC Sirojuddin Abbas menegaskan, idealnya  lembaga survei  harus dilakukan secara akademik. Sehingga kredibilitas survei bisa dipertanggungjawabkan.

Baca Juga:  Revisi UU MD3 Jangan Untuk Kepentingan Pragmatis

Dikatakan, kredibilitas lembaga survey akan baik kalau reputasi dan  dikerjakan  dengan baik, memiliki sumber daya manusia (SDM) profesional, jujur dalam presentasi dan runutan survei yang disampaikan ke masyarakat harus jelas.

“Proses dan metodologinya harus jelas, karena tidak cukup hanya dengan statistik agar masyarakat tidak bingung. Berbeda dengan survei internal karena tak bisa diverifikasi, hanya hasilnya yang dipublis. Sehingga tak menggambarkan realitas, tapi opini,” paparnya. #duk

Komentar Anda
Loading...