Belajar Sejarah di Alam Terbuka, Siswa SMA Santo Yosef Lahat Kunjungi Situs Megalitik Tinggihari

2

Palembang,BP- Penerapan Kurikulum Merdeka sejak tahun ajaran 2022/2023 menghadirkan program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) sebagai bagian penting dalam proses pembelajaran. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman belajar langsung di luar kelas guna memperkuat pengetahuan, keterampilan, serta pembentukan karakter peserta didik.

Mengimplementasikan program tersebut, SMA Santo Yosef Lahat menggelar kegiatan P5 berupa outing class dengan mengunjungi Situs Megalitik Tinggihari, Selasa (21/4/2026).

Sebanyak 137 siswa mengikuti kegiatan ini dengan didampingi 11 guru dan satu perwakilan orang tua. Rombongan berangkat menggunakan empat bus dan beberapa minibus menuju lokasi situs yang berada di wilayah Kecamatan Pulau Pinang dan Gumay Ulu.

Sebelum keberangkatan, Kepala Sekolah Petrus Chanel Dananjaya memberikan arahan kepada para siswa. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan agar peserta didik memperoleh pemahaman langsung tentang sejarah dan budaya, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian warisan leluhur.

Baca Juga:  Jelang Indonesia vs Afghanistan, Laga Perbaikannya Ranking FIFA

“Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk karakter siswa yang berwawasan luas, kritis, serta memiliki kecintaan terhadap budaya bangsa, khususnya di Kabupaten Lahat,” ujarnya.

Perjalanan menuju lokasi situs juga memerlukan pendampingan, terutama saat memasuki jalur dari Desa Pulau Pinang. Meski kondisi jalan relatif baik, akses yang sempit membuat rombongan harus berhati-hati, khususnya bagi kendaraan berukuran besar.

Kunjungan pertama dilakukan di Situs Megalitik Tinggihari I yang berada di Desa Pulau Pinang. Di lokasi ini, siswa dikenalkan berbagai peninggalan megalitik seperti arca menhir, batu datar, tetralith, serta lumpang batu. Total terdapat sekitar 46 benda megalitik di situs ini, meskipun tidak semuanya dapat diamati karena keterbatasan waktu.

Baca Juga:  Puluhan Warga Demo Tuntut Dugaan Penyalahgunaan Anggaran Pemenangan Harnojoyo di Pilkada,

Selanjutnya, rombongan mengunjungi Situs Tinggihari II dan III yang terletak di Desa Simpur, Kecamatan Gumay Ulu. Situs kedua memiliki sekitar 14 peninggalan megalitik, sementara situs ketiga menyimpan tidak kurang dari 49 objek, termasuk arca manusia, menhir, dan tetralith.

Situs ketiga yang memiliki luas sekitar 1,92 hektare tersebut merupakan kawasan yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya dan dikelola oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Selatan.

Selama kegiatan berlangsung, siswa mendapatkan penjelasan langsung dari Mario Andramartik, yang juga merupakan Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Lahat. Selain itu, siswa diajak berinteraksi melalui sesi tanya jawab dan praktik membuat vlog sebagai bentuk dokumentasi pembelajaran.

Baca Juga:  Kapal 120 Penumpang Kelilingi Teluk Humbold dan Youtefa Jayapura

Menurut Mario, kegiatan seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan kesadaran generasi muda terhadap kekayaan budaya daerah.

“Outing class ke situs budaya seperti ini sebaiknya menjadi contoh bagi sekolah lain. Jangan sampai siswa lebih mengenal budaya luar daerah, tetapi tidak memahami warisan budayanya sendiri,” ujarnya.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk mendukung program serupa melalui kebijakan yang mendorong kegiatan pembelajaran berbasis budaya lokal.

Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan sejarah, tetapi juga pengalaman langsung yang memperkuat pemahaman mereka terhadap pentingnya pelestarian budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.#udi

Komentar Anda
Loading...