YLBH Ganta Sriwijaya Desak Presiden dan Aparat Usut Tuntas Dugaan Penganiayaan Buruh di Muara Enim

121
Juru bicara YLBH Ganta Sriwijaya, M. Syarif Hidayat saat menjelaskan kepada wartawan bersama korban , Rabu (1/4/2026) (BP/udi)

Palembang,BP- Kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang buruh harian lepas di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, mendapat sorotan serius dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Ganta Sriwijaya. Lembaga tersebut mendesak pemerintah pusat dan aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas peristiwa yang diduga melibatkan oknum aparat.

Korban yang bernama Epriyansa Putra (35), warga Kelurahan Gelumbang, Kecamatan Gelumbang. Ia diduga menjadi korban kekerasan pada 16 Februari 2026 di Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muaraenim. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka di bagian punggung dan kepala setelah dipukuli dengan tangan kosong , diterjang dengan kaku dan pemukulan juga dilakukan dengan menggunakan selang.

Juru bicara YLBH Ganta Sriwijaya, M. Syarif Hidayat, meminta perhatian langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, serta Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho.

Baca Juga:  Lomba Pramuka Berkarya

Menurutnya, kasus ini tidak hanya menyangkut kekerasan fisik, tetapi juga dugaan perampasan uang milik korban. Ia menegaskan pentingnya penindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

“Kami memohon kepada Presiden agar memberikan perhatian serius. Korban adalah warga negara yang diduga mengalami perlakuan tidak manusiawi oleh oknum aparat. Selain penganiayaan, juga ada dugaan perampasan uang,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (1/4/2026).

Ia juga meminta Pangdam II Sriwijaya untuk melakukan evaluasi internal serta menelusuri oknum yang terlibat. Sementara kepada Kapolda Sumsel, pihaknya mendesak agar dilakukan investigasi secara menyeluruh dan transparan.

“Peristiwa ini menunjukkan adanya dugaan tindakan sewenang-wenang. Karena itu, penanganannya harus serius dan terbuka,” tegasnya.

Sementara itu, korban Epriyansa Putra mengungkapkan kronologi kejadian yang dialaminya.

Ia mengku awalnya diminta membantu mengurus untuk menjualkan minyak ke Gelumbang karena sebelumnya pernah bekerja di bidang tersebut. Setelah proses pengantaran dan transaksi selesai, lalu kembali ke Gudang di Segayam (Gelumbang, Muaraenim).

Baca Juga:  Mahasiswa Modnus Unsri Napak Tilas Peradaban Sungai Musi

Setiba di Gudang Segayam menurut korban sudah banyak orang lalu korban bertemu pelaku yang marah dan korban langsung di terjang dan dipukul dengan selang dan dipukul dengan tangan kosong.

“ Lalu tangan aku di ikatnya ke belakang pakai tali , aku tetap di pukul , ditampar lalu aku di bawa ke Gudang depan , sampai kedepan aku suruh bejemur , aku kenal itu pelakunya inisial A sama S, lalu keduanya memukul aku , aku tidak tahu urusan mereka lalu aku di bawa ke mobil mereka lalu dibawa ke Indomaret Talang Taling beli minuman dan aku di paksa merokok oleh pelaku,”kata bapak satu anak ini.

Baca Juga:  Segera Penjarakan 5 Komisioner KPU Palembang

Rombongan A ini menurutnya sempat menelpon ayuk korban dan minta uang pembayaran minyak di kembalikan dan melalui E Bangking uang tersebut di transper ke pelaku Rp 15 juta.

“ Sudah transper aku di bawa arah Bakung dan di turunkan aku di Bakung dan aku langsung telepon istri aku,”katanya.

Sedangkan istri korban, Rasnita mengaku tidak terima kalau suaminya dianiaya para pelaku.
“ Dia perginya sehat, tapi pulang badannya babak belur, aku sempat pegang punggung suami saya dan suami saya minta jangan di pegang, karena pedih dan sakit , bergerakpun dia tidak bisa ,”katanya.

Selain itu , suaminya tersebut sempat dibawa berobat ke Puskesmas Gelumbang malahan suaminya tersebut masih meringis kesakitan dan tidak bisa tidur bahkan bergerakpun tidak bisa .#udi

Komentar Anda
Loading...