Gangguan Nyeri, Harus Fisioterapi Secara Benar
Palembang, BP
Semakin besarnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pada era globalisasi dan menghadapi banyaknya kondisi penyakit yang ada maka diperlukan adanya kualitas dan kuantitas SDM yang matang dan profesional, terutama para praktisi fisioterapis.
Maraknya kasus tentang gangguan nyeri muskuloskeletal misalnya yang kemudian perlu memerlukan treatment khusus untuk para fisioterapis dalam menangani kasus ini.
Extracorporeal Shock Wafe Therapy (ESWT) merupakan terapi non-invasif dan non-operatif dengan menggunakan transmisi gelombang kejut atau shock wafe bertekanan tinggi yang dipancarkan dari luar tubuh untuk mengatasi rasa nyeri atau peradangan di sekitar persendian.
“ESWT ini semacam treatment baru, dan alatnya pun masih minim di Indonesia. Artinya, kadang masyarakat itu mengesampingkan rasa nyeri, jika ini tak difisioterapi maka fatalnya akan timbul nyeri kronis yang berkepanjangan,” ujar spesialis fisioterapsi nyeri Heru Purbo Kuanto dalam seminar kesehatan di meeting room Klinik Ivan Group Palembang, Sabtu (27/2).
Sambung Heru, nyeri itu sendiri disebabkan karena adanya pengapuran di sekitar sendi atau peradangan pada jaringan pengikat antara otot dan tulang (tendonitis).
Penatalaksanaan dari ESWT ini sendiri dimulai dengan tahapan observasi dan rontgen pada titik di dalam sendi nyeri. Kemudian peentuan intensitas, pemberian shock wafe pada sendi sekitar 15-10 menit.
“Sementara terapi ESWT ini baru ada satu di Palembang. Dan ini merupakan alat baru yang kalau di luar negeri itu sudah banyak dipakai,” terang fisioterapis pakar nyeri ini.
Bagi pemula, umumnya terapi ini akan menimbulkan sakit pada area kulit yang terpapar transmisi shock wave, akan tetapi ini tak berlangsung lama.
Ini bentuk kelainan pada alat gerak. Dan kadang ini dipicu oleh aktivitas kerja sehingga memicu terjadi beban yang bberdampak pada sistem saraf pada pembuluh darah.
]
Contoh bahu dan leher, nyeri bahu bisa dari kelainan alat gerak sendiri, misalnya peradangan otot atau trouma.
Sementara itu, Direktur Klinik Fisioterapi Ivan Grup Palembang Ivan Aditya Rahardian, S.Ft mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir untuk teraphi ini karena tidak merogoh kantong cukup dalam.
Pasalnya, ini treatmen ini maksimal hanya membutuhkan waktu dua hari dalam terapinya dengan sistem rawat jalan.
“Ini terobososan kami, dan alat ini pertama di Palembang. Dan masyarakat bisa melakukan terapi ini hanya ratusan ribu,” pungkas Ivan. #sug