Palembang,BP- Menjaga alam tidak selalu dimulai dari hal besar. Merawat satwa yang ada di sekitar, menjaga ikan lokal agar tetap lestari, menanam pohon, hingga memulihkan ekosistem pesisir menjadi bagian dari langkah yang terus dilakukan Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju atau Kilang Plaju untuk menjaga keseimbangan alam di tengah aktivitas operasionalnya.
Semangat tersebut sejalan dengan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) pada 10 Agustus 2026 yang mengangkat tema “Konservasi Alam: Kerja Bersama Merawat Alam Indonesia”. Bagi Kilang Plaju, momentum ini menjadi pengingat bahwa aktivitas industri dan kelestarian alam dapat berjalan berdampingan melalui komitmen serta upaya yang dilakukan secara konsisten.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui konservasi rusa sambar di kawasan penangkaran Sungai Gerong. Satwa dengan status Vulnerable atau rentan ini saat ini terdiri dari 4 ekor jantan, 6 ekor betina, dan 2 ekor yang belum diketahui jenis kelaminnya. Penangkaran dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga keberadaan satwa sekaligus meningkatkan kepedulian pekerja dan masyarakat terhadap pentingnya perlindungan fauna.
Upaya menjaga keanekaragaman hayati juga dilakukan melalui konservasi ikan belida di Kampus C PGRI Palembang. Kilang Plaju saat ini turut menjaga dua jenis belida, yakni belida lopis dengan 5 ekor induk dan 40 ekor benih, serta belida jawa dengan 22 ekor induk. Belida lopis berstatus Extinct atau punah, sementara belida jawa berstatus Least Concern atau berisiko rendah.
Konservasi ikan belida tidak hanya berbicara tentang menjaga populasi ikan lokal, tetapi juga menjadi ruang belajar bagi masyarakat mengenai hubungan antara kelestarian ekosistem perairan dengan kehidupan sehari-hari. Upaya ini melanjutkan komitmen Kilang Plaju dalam mengembangkan konservasi belida sekaligus membuka peluang budidaya dan pengolahan hasil perikanan bagi masyarakat sekitar.
Selain satwa, ruang hijau juga menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Hingga saat ini, area penghijauan Kilang Plaju mencapai 212,8365 hektare, yang tersebar di kawasan Kilang Plaju, Kilang Sungai Gerong, Komplek Pertamina, serta Lapangan Golf Bagus Kuning. Penghijauan dilakukan untuk menjaga kualitas lingkungan sekaligus mempertahankan ruang tumbuh bagi berbagai flora dan fauna.
Komitmen serupa juga dilakukan di kawasan pesisir. Bersama RDMP Project Sumatera, Kilang Plaju telah menanam 21.000 bibit mangrove sejak 2023 di kawasan Perhutanan Sosial Hutan Desa Sungsang IV, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Tidak berhenti pada penanaman, pertumbuhan mangrove terus dipantau agar ekosistem yang dibangun dapat memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari membantu menjaga kawasan pesisir, menjadi habitat berbagai biota, hingga mendukung penyerapan karbon.
Area Manager Communication, Relations & CSR Kilang Plaju, Siti Fauzia, mengatakan bahwa konservasi merupakan proses yang membutuhkan kesabaran dan konsistensi karena manfaatnya tidak selalu dapat dilihat dalam waktu singkat.
“Merawat alam pada dasarnya adalah menjaga keseimbangan. Karena itu, konservasi bagi kami bukan sekadar menjalankan sebuah program, tetapi memastikan apa yang sudah dilakukan dapat terus memberikan manfaat dalam jangka panjang. Kami ingin apa yang dilakukan hari ini menjadi bagian dari lingkungan yang lebih baik untuk generasi berikutnya,” ujarnya.
Menurutnya, upaya konservasi juga tidak dapat berjalan sendiri. Keterlibatan masyarakat, pemerintah, akademisi, serta berbagai mitra menjadi bagian penting untuk memastikan program yang dijalankan tidak hanya berhenti sebagai kegiatan perusahaan, tetapi dapat tumbuh menjadi gerakan bersama dalam menjaga lingkungan.
Komitmen tersebut sekaligus menjadi bagian dari penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam menjalankan kegiatan perusahaan secara bertanggung jawab. Upaya perlindungan keanekaragaman hayati, penghijauan, rehabilitasi mangrove, serta pelibatan masyarakat menjadi langkah untuk memastikan keberlanjutan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan keberlanjutan operasional.
Melalui berbagai upaya tersebut, Kilang Plaju terus berupaya membangun hubungan yang selaras antara operasional, lingkungan, dan masyarakat. Sebab, konservasi bukan sekadar menjaga apa yang masih ada hari ini, tetapi juga memberikan ruang bagi alam untuk terus tumbuh, pulih, dan tetap menjadi bagian dari kehidupan generasi mendatang.#udi