Lindra Disekap dan Nyaris Diperkosa

34

Pelaku Mengaku Mantan Pacar

1602.23.HL.risPalembang, BP

Lindra Ayu (20), warga Jalan Opi Raya, Nomor D11, Kelurahan 15 Ulu, Kecamatan SU I, Palembang harus menjalani perawatan di RSUD Bari, Senin (15/2).

Setelah disekap, diikat ,dan kepalanyanya dibenturkan ke dinding kamar oleh pelaku yang menyelinap masuk, ketika kondisi rumah sedang tidak ada orang.

Informasi yang dihimpun, peristiwa itu terjadi saat korban sedang sendirian dan berada di dalam kamar. Sambil mendengarkan musik menggunakan handset.

Tiba-tiba dikejutkan dengan kedatangan seorang memakai topeng yang masuk rumah tanpa permisi. Tanpa bisa melawan remaja ini langsung diikat dan kepalanya nya dibenturkan ke dinding.

Baca Juga:  Ratusan Lembar Uang Palsu Rp50.000 Beredar

“Saya tidak tahu siapa pelaku ini, dia mengancam ingin membunuh saya dan keluarga,” ucap Lindra saat ditemui di RS Bari Palembang.

Dengan kondisi yang terlihat masih shock, Lindra  mengatakan pelaku juga merampas ponsel dan menggunakannya untuk berkomunikasi dengan Riski yang merupakan kekasihnya saat ini.

“Dia mengirim BBM di Riski, agar menjauhi saya, kalau tidak saya akan dibunuh dan diperkosa,” tutur Lindra, seperti yang tertera di pesan kekasih korban.

Lindra melanjutkan, setelah mengirim pesan kepada kekasihnya, pelaku langsung membanting ponsel dan pergi meninggalkan rumah, tanpa mengambil barang berharga yang ada.

Baca Juga:  Konsumen Toyota Keluhkan 'Airbag' Mobilnya

“Satu jam setelah menerima BBM, baru Rizki datang dan membawa saya ke rumah sakit. Karena luka lebam di wajah dan luka sayatan di tangan saya,” imbuhnya.

Sedangkan Emi (35), ibu korban, mengatakan, dirinya terkejut mendapat kabar dari Rizki bahwa putrinya telah disekap dan dianiaya di rumah. “Lalu kami bawa Lindra ke rumah sakit dan memang untuk barang tidak ada yang hilang. Tapi motifnya belum jelas,” katanya.

Mengenai masalah mantan kekasih dari putrinya, Emi menuturkan memang ada. Namun hubungannya masih terjalin baik.

“Hubungan dengan semua mantan anak saya baik-baik saja, apalagi dengan kami orangtua. Sejauh ini tidak ada masalah, ” tuturnya.

Baca Juga:  Terlibat Keributan, Dua Pengacara Akhirnya Berdamai

Namun untuk pelaku dapat masuk ke dalam rumah, Emi menduga melalui pintu samping. Karena memang saat meninggalkan rumah, pintu samping tidak terkunci.

“Mungkin pelaku masuk dari pintu samping dan memang kondisi disini sepi. Anak saya juga tadi tidak bisa teriak karena diancam,” tandasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede membenarkan kejadian tersebut dan sejauh ini masih dilakukan penyelidikan.

“Petugas kita sudah mendatangi rumah korban dan sudah dilakukan olah TKP, namun modus pelaku belum diketahui,” ucapnya. # bel

 

Komentar Anda
Loading...