Kepala Sekolah Sibuk Cari Dana Talangan

9

Dampak BSG Belum Cair

menkeu-penyaluran-dana-talangan-lapindo-kurang-rp97-m-5O5Palembang, BP

Dana Bantuan Sekolah Gratis (BSG) tahap keempat (Oktober-Desember) dari Pemprov Sumsel, hingga Februari 2016 belum cair. Akibatnya, sejumlah kepala sekolah di Palembang kewalahan untuk mencari dana talangan guna untuk mengatasi biaya operasional sekolah yang selama ini bersumber dari dana BSG tersebut.

Belum lagi tenaga honorer di sekolah-sekolah baik guru, tenaga administrasi dan petugas kebersihan harus bersabar karena belum menerima gaji yang bersumber dari dana BSG. Sebagian kepala sekolah justru berusaha mencari pinjaman kepada pihak ketiga untuk menalangi biaya operasional sekolah yang dibutuhkan menjelang pencairan dana BSG tersebut.

Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 4 Palembang Firman Ardiansyah mengeluhkan keterlambatan dana BSG tersebut yang tak kunjung cair hingga pertengahan Februari 2016. Selain itu, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) belum juga cair.

Baca Juga:  Bunda Literasi Kota Palembang Ingatkan Akan  Pentingnya Literasi untuk Pembangunan Karakter Generasi

“Belum lagi gaji untuk tenaga honorer di sekolah baik itu guru, tenaga administrasi dan petugas kebersihan belum dibayar karena dana BSG tersebut belum cair. Kepala sekolah terpaksa mencari pinjaman untuk menalanginya hingga dana tersebut cair,” kata Firman Ardiansyah, Senin (15/2).

Belum cairnya dana BSG ini sangat disayangkan sekali, karena dana tersebut sangat penting bagi sekolah, untuk membayar gaji. Ada juga sebagian guru memang belum gajian.

“Kalau hal ini berlarut-larut, dikhawatirkan guru tersebut tidak semangat, hal terburuk mereka akan berhenti karena tidak ada kejelasan masalah gaji,” ujarnya.

Baca Juga:  Keterlibatan Perempuan dalam Politik , Ini Saran Aktivis Perempuan dan Anak Sumsel

Pendapat senada dikatakan Kepala Sekolah SMKN 1 Palembang Zulkarnain. Menurut dia, sekolah sangat memerlukan dana dari pemerintah baik dari Pemko maupun Pemprov. Karena dengan dana itu, pihaknya bisa membantu pengeluaran gaji guru honorer.

“Kami juga tidak ada kepastian kapan cairnya. Sudah puas janji-janji saja, jadi kami harus memutar otak agar para guru tetap gajian walaupun tidak full,” ujarnya.

Ditambahkannya, akibat dana tersebut belum cair banyak sekali guru honorer tidak gajian. Kondisi itu bukan hanya terjadi di SMKN 1 Palembang, tetapi seluruh guru honorer yang gajinya mengandalkan dana-dana seperti itu.

“Padahal mereka sangat menginginkan dana tersebut. Tetapi pemerintah tidak memikirkan nasib para guru khususnya guru honorer. Jadi kami menunggu dana tersebut cair, baru lah dibayarkan gaji mereka. Sekarang ini kalau ada uang masih kami talangi, tetapi kalau ini dibiarkan saja maka nasib guru honorer semakin tersisih,” bebernya.

Baca Juga:  Firdaus Hasbullah  Desak Evaluasi Total Program MBG, Usai Insiden Keracunan Massal

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel Widodo menanggapi keterlambatan dana BSG dikarenakan dana bagi hasil pusat ke pemerintah provinsi (Pemprov) itu memang mengalami keterlambatan. Oleh karena itu, sekolah hingga saat ini belum menerima dana tersebut.

“Dana tersebut pasti cair, para kepala sekolah harus memberikan penjelasan kepada para guru-gurunya agar tetap semangat mengajar. Mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini dana tersebut sudah diterima oleh masing-masing sekolah. Namun belum bisa dipastikan waktunya,” singkatnya.#adk

 

Komentar Anda
Loading...