Wali Murid Blokir Jalan Provinsi

44

Protes Sekolah Rusak

Wali Murid Blokir  Jalan ProvinsiMuarabeliti, BP

Wali murid SDN Bingin Baru, Desa Bingin Jungut, Kecamatan Muara Kelingi, Rabu (3/2) sekitar pukul 08.00  menggelar aksi demo dengan memblokir Jalan Provinsi Musirawas (Mura)-Musi Banyu Asin (Muba).

Puluhan wali murid ini menebang kayu dan melintangkannya di jalan. Dua tuntutan yang diajukan, yakni meminta sekolah yang sudah rusak direhab. Kedua, kepala sekolah tidak menerima bangunan gedung baru lantaran tidak layak dipakai untuk proses belajar mengajar.

Aksi pemortalan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut berakhir setelah unsur muspika datang ke lokasi bernegosiasi dengan pendemo. Begitu portal dibuka, jalan lintas Mura-Muba, yang sempat macet ratusan meter, kembali normal.

Pantauan di lapangan, kayu yang melintang di jalan lintas Muba-Mura sudah dibersihkan, cuma terlihat sisa-sisanya di sisi jalan. Adapun kondisi lalulintas sudah lancar.

Sekolah yang dimaksud kondisinya memang cukup memprihatinkan. Gedungnya sudah rusak, begitupun plafon dan lantai. Perumahan guru yang berada di samping sekolah juga rusak. Atap maupun dindingnya tidak terawat lagi. Kalau saja diperbaiki, rumah tersebut bisa ditempati oleh guru.

Baca Juga:  27 Rumah Dibongkar, Kompensasi Cuma Rp750.000

Yansah, wali murid, mengakui, pemortalan jalan provinsi dari Mura-Muba dilakukan lantaran sudah puluhan tahun SDN Bingin Baru tidak diperbaiki.

“Kita menuntut supaya SDN Bingin Baru ini diperbaiki, karena sudah puluhan tahun rusak,” tegasnya.

Dikatakannya, saat ini SDN Bingin Baru mempunyai empat lokal. Dari keempat lokal tersebut, yang bisa dipakai cuma tiga lokal. Itu pun merangkap kantor.

“Cuma tiga lokal yang bisa dipergunakan. Sementara yang lainnya tidak,” ujarnya.

Satu lokal, ia melanjutkan, dipergunakan untuk proses belajar mengajar dua kelas, yakni kelas I dan II. Begitu pula untuk kelas III dan IV dan seterusnya.

Parahnya lagi yang rusak bukan cuma sekolah, tetapi juga pagar. Kondisinya sangat memprihatinkan. Akibat pagar tidak ada, sering kali mobil menerobos halaman sekolah. Saat ini pagar yang ada dibangun atas biaya gotong royong masyarakat.

Masih katanya, demo dilakukan wali murid lantaran kepala sekolah tidak menerima bangunan baru. Bangunan tersebut dinilai tidak layak digunakan untuk proses belajar mengajar. Mirisnya lagi, sudah puluhan tahun bahkan sejak sekolah itu dibangun, tidak ada aliran listrik dan toilet.

Baca Juga:  Turunkan Angka Stunting, Kabupaten Muratara Terima Penghargaan Dari BKKBN

Sementara Kapolres Mura AKBP Herwansyah Saidi, melalui Kapolsek Muara Kelingi AKP Dedi Rahmat Hidayat, mengatakan, dia bersama unsur muspika lainnya sudah datang ke lokasi untuk melakukan mediasi dengan pendemo. “Setelah mediasi, portal jalan langsung dibuka,” jelasnya.

Ditemui terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Mura Isbandi Arsyad mengungkapkan, pihaknya sudah menerima laporan terkait adanya pemortalan jalan lintas provinsi di Desa Bingin Jungut. Pihaknya sudah meminta Kadiknas Mura untuk menindaklanjutinya.

“Kita sudah instruksikan Kadiknas untuk menindaklanjutinya, dan mereka (pendemo – red) sudah di undang ke sini. Nanti Kadiknas yang akan mengecek langsung ke lapangan, apa-apa yang kurang nanti dibicarakan bersama Kadiknas,” ungkapnya.

Namun dia menyayangkan tindakan warga yang sampai memblokir jalan. Mestinya persoalan ini dibicarakan dengan Kadiknas.

“Harusnya kepala sekolah bersama camat setempat datang ke diknas untuk membicarakannya, jangan langsung main portal. Itu jalan negara. Dampaknya, semua warga terganggu,” katanya.

Baca Juga:  Penanam Ganja di Muratara Terendus

Dia juga berharap permasalahan ini secepatnya diselesaikan. “Nanti kita ke lapangan untuk meninjau langsung. Apabila memang lokal kurang dan sekolah rusak, akan ditambah dan diperbaiki. Nanti Kadiknas yang akan turun ke lapangan melihat apakah layak sekolah untuk proses belajar mengajar,” paparnya.

Ketua DPRD Mura Yudi Pratama menyayangkan peristiwa ini sampai terjadi. Padahal, alokasi untuk pendidikan mencapai 30 persen dari APBD Mura.

Ia berjanji akan melakukan pengecekan langsung guna melihat kondisi sebenarnya. “Terus terang, saya sangat terkejut, ada informasi bahwa tumbuh pisang di dalam ruangan kelas. Saya mengimbau masyarakat untuk tidak mengganggu fasilitas umum. Menyampaikan aspirasi sudah ada wadahnya. Bisa disampaikan melalui Musrenbang,” tukasnya.

Kadisdik Mura Soekamto tidak bisa dimintai keterangan terkait persoalan ini. Saat telepon selulernya dihubungi tidak diangkat. Begitu juga ketika di-SMS, tidak dibalas. # wan

 

 

Komentar Anda
Loading...