Gubernur Ingatkan Masyarakat Waspada Penyakit DBD
Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H Alex Noerdin mengingatkan, kepada seluruh lapisan masyarakat agar selalu waspada terhadap serangan penyakit demam berdarah dengue (DBD).
APALAGI saat ini memasuki musim hujan dan kemungkinan penyakit tersebut berjangkit. “Musim hujan nyamuk demam berdarah banyak timbul sehingga kita harus berhati-hati,” kata Gubernur Alex , Kamis (28/1).
Lebih lanjut Gubernur mengingatkan, agar masyarakat berperilaku hidup sehat dengan menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
“Terapkan pola hidup sehat dan bersih serta tabur abate di bak yang ada di lingkungan rumah termasuk kamar mandi, katanya. Begitu juga dinas kesehatan dan rumah sakit kabupaten dan kota untuk selalu siaga dalam menghadapi terjangkitnya demam berdarah ini.
“Obat-obatan harus selalu tersedia dalam mengantisasi penyakit demam berdarah tersebut,” katanya. Menurutnya Lebih baik mencegah karena demam berdarah tidak mesti panas tinggi tetapi yang utama kehati-hatian.
Memang, lanjut gubernur, pihaknya sudah mengetahui adanya kasus demam berdarah yang berjangkit di Sumsel. Oleh karena itu masyarakat harus selalu waspada dengan berjangkitnya demam berdarah tersebut. Terkait kasus demam berdarah tersebut pihaknya belum menetapkan sebagai kejadian luar biasa dan masih melihat perkembangan selanjutnya. # adv
Jangan Terburu-buru Tetapkan KLB DBD
GUBERNUR Sumsel H Alex Noerdin meminta masyarakat tidak terburu-buru atau terlalu cepat dalam menetapkan masalah KLB (kondisi luar biasa) wabah DBD (demam berdarah dengue). Jika benar itu terjadi KLB, Pemprov Sumsel telah menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan.
“Dua daerah yang menetapkan KLB itu bagus, kita belum ada penetapan KLB resmi. Ini kan kita tetapkan KLB setelah satu hari ini, tapi pertimbangan dinas teknis gubernur yang menetapkan, tapi kalau tren ini berlanjut kita akan tetapkan status ini luar biasa,” kata Alex Noerdin, Rabu (27/1).
Orang nomor satu di Bumi Sriwijaya ini, mengaku, sudah mengetahui data mengenai DBD melalui dinas kesehatan provinsi, dan langsung bersiaga memerintahkan segala hal untuk mempersiapkan pencegahan dan pengendalian DBD. Alex juga mengingatkan kembali kepada masyarakat untuk perilaku hidup sehat dan bersih
“Kan sudah pasti harus masih ingat tiga hal, hidup bersih, berikan bubuk abate di kamar mandi. Sekarang sosialisasi disiagakan, rumah sakit, dan obat-obatan disiapkan, lebih baik itu mencegah, hati-hati demam,” ujarnya.
Wabah demam berdarah di wilayah Sumsel tercatat 10 nyawa meninggal dunia akibat penyakit yang dibawa nyamuk aedes agypty. Untuk di Kota Palembang sudah menelan satu korban jiwa, dan paling banyak di Lubuk Linggau dengan tiga korban jiwa.
Musim penghujan juga kondisi longsor dan banjir di beberapa daerah mempengaruhi berkembang biaknya nyamuk yang senang tinggal di daerah gelap dan kotor, 546 kasus sudah tercatat masyarakat terkena demam berdarah, kondisi ini mendesak pemerintah untuk segera menetapkan daerah kondisi luar biasa (KLB) agar masyarakat waspada, jangan sampai menelan korban lagi. #adv
Komentar
Ketua Dewan Pembina STIHPADA,
Firman Freaddy Busroh
Status KLB Harus Hasil Analisis
Tentunya penetapan status KLB harus berdasarkan hasil analisis tim ahli . Hasil inilah yg menjadi rekomendasi Gubernur sebelum menetapkan status KLB tersebut. tentunya Gubernur selaku kepala daerah harus membuat standar prosedur operasional utk menangani situasi KLB tersebut. O
Tokoh Pemuda Sumsel
Yudi Farola Bram
Bahu Membahu Cegah DBD
KLB terhadap wabah DB sebenarnya membuat suatu daerah untuk waspada dan pemerintah bersama masyarakat dapat bahu membahu memberantas dan mencegah wabah DBD ini. Untuk lebih meluas lagi oleh karena itu kondisi KLB untuk DBD di Sumsel bukan sesuatu yang negatif untuk pemerintah kalau kita melihat dari sudut pandang yang positif sebagai usaha pemerintah menjaga rakyatnya dari wabah DBD ini.
Mengenal DBD
WASPADALAH Penyakit deman berdarah di saat musim hujan tiba deman Berdarah merupakan bentuk dengue yang mengancam keselamatan jiwa manusia. Masih banyak orang terkadang keliru dalam memahami deman berdarah, Apa itu Demam Berdarah? Demam berdarah adalah penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk demam berdarah Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus dan dapat menyebabkan kematian.
Di antara orang menganggap penyakit demam berdarah ini hanya seperti sakit demam disaat terserang flu biasa. nah hal Inilah yang kadang membuat seseorang yang mengidap gejala DBD mengambil sikap menunda-nunda pemeriksaan dan konsultasi ke dokter hingga dapat mengancam nyawa si penderita dan akhirnya berujung pada kematian.
Penyebab Deman Berdarah
Salah satu penyebab utama DBD adalah sejenis nyamuk Aedes aegypti. Jenis nyamuk spesies ini bisa kita jumpai di daerah yang beriklim tropis seperti Indonesia dan bisa ditemukan di daerah yang beriklim subtropis di dunia. Pada hakikatnya nyamuk aedes aegypti berkembang pesat di daerah-daerah yang padat penduduk. Mengendalikan nyamuk tersebut merupakan salah satu kunci untuk mengendalikan penyakit dan gejala demam berdarah.
Cara Mengedalikan Nyamuk Demam Berdarah
Pengendalian nyamuk dalam skala besar bukan hal yang mudah. Tetapi dengan diterapkannya pengendalian nyamuk aedes aegypti bisa meminimalisir penyakit DBD dan gejalanya. Akan tetapi, ada hal-hal yang harus dilakukan untuk membantu mengurangi risiko di sekitar rumah. Nyamuk betina bertelur di air.
Larva-larva dapat berkembang dalam wadah apa pun yang dapat menampung air selama kira-kira seminggu, misalnya ban bekas, kaleng bekas, botol, atau sisa-sisa tempurung kelapa. Menyingkirkan wadah-wadah semacam itu berarti melenyapkan tempat-tempat pembiakan nyamuk.
Selain itu, disarankan agar ember atau perahu dijungkirkan. Menyingkirkan air yang tergenang pada talang air juga membantu. Jadi Ingat 3 M sesuai dengan Pesan Layanan Pusat Komunikasi Publik Setjend Depkes RI, yang dibagikan kepada warga dalam sebuah Brosur WASPADA DEMAM BERDARAH CEGAH DENGAN 3M PLUS! Berantas jentik dan hindari gigitan nyamuk demam berdarah dengan cara 3M Plus antara lain sebagai berikut :
- Menguras tempat-tempat penampungan air bak mandi WC, tempayan, ember, vas bunga, dsb minimal seminggu sekali.
- Menutup rapat semua tempat penampungan air seperti ember, gentong dan drum.
- Mengubur barang-barang bekas yang ada di sekitar atau di luar rumah yang dapat menampung air hujan seperti kaleng bekas, botol, plastik dan tempurung kelapa.
- Menaburkan bubuk abate atau altosid 2-3 bulan sekali di tempat air yang sulit dikuras atau tempat sulit air.
- Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.
- Cegah gigitan nyamuk dengan menggunakan obat nyamuk, memakai obat repelant, memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi dsb.
Apa yang dapat dilakukan untuk meminimalkan dampak penyakit ini? Bila gejala demam berdarah sudah terlihat,seperti bercak-bercak merah atau rasa nyeri pada otot dan persendian atau di belakang mata, hendaknya segera konsultasi dengan dokter anda agar bisa dilakukan tindakan pencegahan secepatnya.
Cara untuk memastikan pasien terkena penyakit demam berdarah biasanya dokter akan mengadakan tes darah. Dengue yang tidak menyebabkan perdarahan mungkin hanya membutuhkan perawatan sederhana. Tetapi, jika pengujian menunjukkan gejala demam berdarah positif, kemungkinan besar dokter akan merekomendasikan agar cairan tubuh dikelola secara saksama.
Ini mungkin mencakup penggunaan oralit, seperti untuk penanganan diare, atau, pada kasus yang lebih kritis, penggantian cairan melalui infus dengan larutan Ringer, larutan garam, atau lainnya. Dalam menangani kasus ini, biasanya dokter menganjurkan jenis pengobatan tertentu untuk meningkatkan tekanan darah dan memulihkan jumlah trobosit darah.
Gejala demam berdarah :
- Demam tinggi secara tiba-tiba
- Sakit kepala yang tidak tertahankan
- Muncul rasa nyeri di balik mata
- Rasa sakit pada daerah persendian otot
- Meningkatnya kelenjar getah bening
- Tibul bercak-bercak merah pada kulit
- Cepat merasa lelah meskipun aktivas kurang