Massa Paslon I dan 2 Bakar Ban Blokade Jalinsum
Muratara, BP
Deklarasi siap kalah dan siap menang yang ditandatangani masing-masing pasangan calon (paslon) sepertinya harus ditinjau ulang. Indikatornya terlihat dari masih adanya paslon yang menggerakkan massa untuk menolak hasil pemilukada Muratara. Kendati sudah diketahui pemenangnya, massa paslon I dan 2 pemilukada Muratara menggelar aksi demosntrasi di depan Panwaslu Muratara, dengan memblokade jalan lintas Sumatera (jalinsum), Selasa (15/12). Alasan selalu klasik meminta paslon yang sudah memenangkan pemilukada Muratara didiskualifikasi karena cacat hukum. Massa juga mengancam jika tuntutan tidak dipenuhi akan memblokade jalinsum sampai tuntutan direalisasikan.
Demo itu menyebabkan kendaraan tidak bisa lewat. Tapi walaupun kendaraan tak bisa lewat, tidak menyebabkan kemactan karena kendaraan bisa lewat melalui jalur alternatif.
Koordinator lpangan (korlap), Abdul Hamid, mengatakan aksi demo ini untuk meminta kepada pihak Panwaslu agar dapat menggugurkan kemenangan paslon Nomor urut 3. Karena kemenangan paslon no 3 dinilai cacat hukum. Diduga ada kecurangan dalam pemilukada.
“Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kabupaten Muratara yang perdana ini sudah cacat hukum bagi kemenangan paslon no urut 3 pada pilkada 9 Desember 2015,” ucapnya.
Sementara itu Abdul Ajis dalam aksinya menjelaskan, mereka menggelar aksi demo damai. Kedatangan massa dari paslon I dan 2 meminta kepada panwaslu Muratara merekomendasikan untuk dapat menggugurkan paslon nomor urut 3. Tidak itu saja massa meminta dilaksanakannya pemilukada ulang.
“Kami yang tergabung dalam 2 massa paslon demo, supaya panwaslu Muratara dapat mengugurkan kemengan paslon no urut 3 dan merekomendasikan panwaslu propinsi sumatera selatan (sumsel) agar membatalkan pilkada Muratara ini dan mengadakan pilkada ulang bagi Kabupaten Muratara,” tuturnya.
Sementara itu akibat demonstrasi didepan kantor Panwaslu Muratara, aparat langsung memasang kawat berduri mengeliling kantor penyelenggara pemilukada tersebut. Diduga dipasangnya kawat berduri karena aparat keamanan tidak mau mengambil risiko masalah keamanan.
Pantauan di lapangan, seluruh aparat termasuk Brimob sudah standby di polsek Rupit dan depan kantor KPU. Semuanya sudah siap sedia untuk mengamankan pemilukada. #wan