Sekda Edward Candra Tegaskan Sumsel Siap Dukung Ekstensifikasi Sawit Nasional, Potensi Lahan Capai 66 Ribu Hektare

0

Palembang,BP-  Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Selatan Dr. Drs. H. Edward Candra, M.H. menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mendukung program nasional ekstensifikasi dan hilirisasi kelapa sawit. Sumsel memiliki potensi lahan seluas 66.005,65 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah dan berpeluang dikembangkan untuk memperkuat industri sawit sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

Hal tersebut disampaikan Edward saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Ground Check Teknis Ekstensifikasi Lahan Kelapa Sawit di Ruang Rapat Setda Provinsi Sumatera Selatan, Palembang, Rabu (19/8/2026).

Edward mengatakan, terpilihnya Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah prioritas merupakan peluang besar bagi daerah untuk semakin memperkuat sektor perkebunan sebagai salah satu penggerak perekonomian masyarakat.

“Sumsel memiliki potensi perkebunan yang sangat besar. Karena itu, kami menyambut baik program ini dan siap mendukung seluruh tahapan yang diperlukan agar pelaksanaannya berjalan sesuai aturan,” ujar Edward.

Ia menjelaskan, dari total potensi lahan ekstensifikasi seluas 66.005,65 hektare, sebanyak 45.071,38 hektare berada di kawasan hutan konversi/produksi, sedangkan 20.934,27 hektare berada di Areal Penggunaan Lain (APL).

Baca Juga:  Sekjen DPP Gerindra Tinjau Vaksinasi Gerindra Sumsel di Eks Giant

Tiga kabupaten dengan potensi lahan terbesar adalah Kabupaten Lahat seluas 16.664,69 hektare, Kabupaten Musi Banyuasin seluas 16.175,82 hektare, dan Kabupaten Ogan Komering Ulu seluas 14.414,24 hektare.

Menurut Edward, potensi tersebut perlu ditindaklanjuti secara cermat melalui verifikasi langsung di lapangan. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, kata dia, siap memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat, PTPN IV, pemerintah kabupaten, serta seluruh instansi terkait untuk memastikan kesiapan lahan, termasuk aspek tata ruang dan legalitas.

Ia menegaskan, percepatan program tidak boleh mengabaikan ketelitian administrasi. Pemerintah daerah juga akan mendorong agar pengembangan perkebunan diarahkan pada lahan yang tidak produktif sehingga pemanfaatannya dapat memberikan nilai tambah sekaligus meminimalkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Akselerasi memang penting, tetapi seluruh proses harus sesuai dengan ketentuan. Legalitas lahan dan aspek administrasi harus benar-benar kita pastikan agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Kelapa Sawit dan Aneka Palma Kementerian Pertanian RI, Dr. Iim Mucharam, S.P., M.P., mengatakan program ekstensifikasi kelapa sawit merupakan bagian dari strategi nasional yang mendapat mandat langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada Menteri Pertanian.

Baca Juga:  Mang Dayat  Raih Penghargaan di Hari Sumpah Pemuda di Palembang

Program tersebut diarahkan untuk mendukung penguatan hilirisasi komoditas pertanian strategis, khususnya kelapa sawit, yang memiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi terbarukan nasional.

Salah satu target besar program ini adalah mendukung pengolahan sekitar 32 juta ton Crude Palm Oil (CPO) menjadi biodiesel dan biofuel. Untuk mencapai target tersebut, pemerintah menargetkan pengembangan areal baru secara nasional seluas 270.000 hektare.

“Untuk memenuhi target nasional seluas 270.000 hektare, kami membutuhkan kolaborasi dan dukungan penuh dari pemerintah daerah, termasuk Sumatera Selatan,” ungkap Iim.

Strategic Advisory PTPN IV Irwan Perangin-Angin menjelaskan, PTPN IV mendapat mandat strategis untuk mendukung pengembangan perkebunan dan industri hilir sawit. Selain mengelola 575.000 hektare perkebunan, PTPN IV juga mendapat mandat mengembangkan 270.000 hektare areal baru.

Baca Juga:  Sriwijaya Dempo Run 2025 Sukses Dongkrak UMKM dan Pariwisata, Gubernur Herman Deru Tekankan Sport Tourism

Program tersebut turut didukung dengan rencana pembangunan 23 unit Pabrik Kelapa Sawit (PKS), tiga unit pabrik pengolahan inti sawit, serta satu unit pabrik biodiesel.

Untuk memastikan kesiapan lahan di Sumatera Selatan, tim teknis akan segera melakukan ground check di sejumlah lokasi yang telah teridentifikasi.

“Verifikasi lapangan menjadi tahapan penting untuk memastikan lahan yang tersedia benar-benar layak dan memenuhi seluruh persyaratan sesuai aturan yang berlaku,” jelas Irwan.

Dengan potensi lahan yang besar serta pengalaman Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah penghasil kelapa sawit, program ekstensifikasi ini diharapkan dapat membuka peluang ekonomi baru, memperluas lapangan kerja, dan memperkuat kontribusi Sumsel dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Kolaborasi antara Kementerian Pertanian, PTPN IV, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, pemerintah kabupaten, serta seluruh pemangku kepentingan diharapkan mampu mempercepat realisasi program tersebut sekaligus menjadikan potensi 66 ribu hektare lahan Sumsel sebagai kekuatan baru bagi pengembangan sawit dan hilirisasi nasional.#udi

Komentar Anda
Loading...