Ratu Sinuhun dan Ratu Dewa dalam Mural: Perpaduan Sejarah dan Modernitas di Lomba Grafiti Palembang

129
Lomba mural grafiti yang digelar Dewan Kesenian Palembang (DKP) bersama Gen RD dengan dukungan Pemerintah Kota Palembang, menarik perhatian masyarakat  salah satunya mural grafiti dua sosok pemimpin perempuan dari era berbeda yang disandingkan dalam satu kanvas besar: Ratu Sinuhun dan Ratu Dewa.(BP/ist)

Palembang, BP- Lomba mural grafiti yang digelar Dewan Kesenian Palembang (DKP) bersama Gen RD dengan dukungan Pemerintah Kota Palembang, Sabtu (6/9/2025), menghadirkan kejutan unik sekaligus penuh makna.

Di salah satu titik mural, tepat di depan Kantor Pos Palembang, karya seniman Yan Komik dan kawan-kawan menampilkan rentetan perjalanan kota Palembang. Mulai dari kejayaan Sriwijaya yang digambarkan dengan penari Gending Sriwijaya, hingga kepemimpinan modern di era sekarang.

Yang paling menarik perhatian adalah visualisasi dua sosok pemimpin perempuan dari era berbeda yang disandingkan dalam satu kanvas besar: Ratu Sinuhun dan Ratu Dewa.

Baca Juga:  Peduli Kesehatan Masyarakat, Dewan Gerindra Musi Rawas Hadiri Milad Klinik Srikand

Ratu Sinuhun dikenal sebagai tokoh yang melahirkan Undang-Undang Sumbur Cahaya, sebuah aturan adat yang hingga kini masih diyakini sebagai landasan kehidupan sosial masyarakat. Meski hidup di masa ketika wacana kesetaraan gender belum berkembang, gagasan Ratu Sinuhun dianggap visioner. Saat ini bahkan tengah diusulkan menjadi Pahlawan Nasional dari Palembang–Sumatera Selatan.

 

Sementara itu, Ratu Dewa tampil sebagai simbol kepemimpinan modern Palembang yaitu Walikota Palembang . Kehadirannya dalam mural menjadi penegasan bahwa kota ini tidak hanya memiliki sejarah panjang, tetapi juga kepemimpinan yang berlanjut hingga era kontemporer.

Baca Juga:  16 Orang Mendaftar Ke Bawaslu Sumsel

Ketua DKP Palembang, M. Nasir, menyebut mural bertema duo ratu ini sebagai pengingat pentingnya sejarah dalam membangun peradaban kota.

“Mural ini bukan sekadar gambar indah, tapi refleksi. Dari Ratu Sinuhun sampai Ratu Dewa, kita belajar bahwa Palembang selalu memiliki pemimpin visioner,” ujarnya, Senin (8/9/2025)

Senada, Ketua Panitia Pelaksana Febri Zulian menambahkan bahwa menghadirkan tokoh sejarah dalam mural membuat karya ini berbeda dari sekadar seni jalanan biasa.

Baca Juga:  Mendagri Tito Karnavian Secara  Resmi Lantik Agus Fatoni Sebagai  Penjabat Gubernur Sumsel

“Duo ratu ini bukan hanya karya seni, tetapi juga narasi besar yang menyatukan masa lalu dan masa kini. Warga yang melihat akan merasa lebih dekat dengan sejarah Palembang,” katanya.

Acara lomba mural grafiti ini sendiri berlangsung di empat titik kota. Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa hadir langsung membuka kegiatan, Sabtu (6/9/2025) sekaligus memberikan apresiasi tinggi. Pihak panitia menyiapkan uang pembinaan dan trofi Wali Kota bagi para pemenang.#udi

 

 

Komentar Anda
Loading...