Gelar Ziarah Bulanan , KOPZIPS Harapkan Pemerintah Perhatikan Situs Bersejarah di Palembang

14
Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan (KOPZIPS) kembali mengadakan kegiatan ziarah bulanan sekaligus kerja bakti gotong royong di Makam Keramat Buyut Kemas Abdul Hakim, yang terletak di Jalan Dr. M. Isa Lorong Kemas 1, Palembang, pada Minggu, (26/5). (BP/Ist)

Palembang, BP- Komunitas Pecinta Ziarah Palembang Darussalam dan Sumatera Selatan (KOPZIPS) kembali mengadakan kegiatan ziarah bulanan sekaligus kerja bakti gotong royong di Makam Keramat Buyut Kemas Abdul Hakim, yang terletak di Jalan Dr. M. Isa Lorong Kemas 1, Palembang, pada Minggu, (26/5).

Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan dan merawat makam yang kondisinya memprihatinkan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya merawat situs-situs bersejarah.

Kegiatan ini dimulai dengan titik kumpul di Masjid Darul Muttaqien, Pasar Kuto, kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke Makam Keramat Buyut Kemas Abdul Hakim. Setelah berziarah, para anggota KOPZIPS dan masyarakat setempat bersama-sama melakukan kerja bakti membersihkan makam tersebut.

Baca Juga:  DPD PAN Kota Palembang Buka  Pendaftaran Cawako dan Cawawako Palembang 

Kondisi makam yang tidak terawat dengan baik, penuh dengan tanaman liar, menjadi perhatian utama dalam aksi ini.

Menurut sejarah yang diceritakan oleh warga sekitar, Buyut Kemas Abdul Hakim adalah seorang bangsawan asli Palembang Darussalam yang dihormati. Banyak masyarakat di Lorong Kemas dan sekitar Pasar Kuto yang menganggapnya sebagai leluhur mereka. Salah satu kisah karomah yang sering diceritakan adalah adanya burung yang jatuh di makam tersebut, sebuah kejadian yang telah disaksikan oleh beberapa tokoh setempat.

Baca Juga:  Badan Jembatan Musi II Retak

 

Muhammad Setiawan, M.H., selaku Ketua KOPZIPS, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi makam yang berada di halaman rumah warga dan sudah dikunci sehingga aksesnya terbatas.

“Posisi makam ini sangat memprihatinkan karena berada di halaman rumah warga, dan itu sudah di kunci harus izin dengan penjaga rumah tersebut,” ujarnya, Selasa (28/5).

Setiawan yang juga Ketua MWC NU Kalidoni ini berharap agar pemerintah setempat dan masyarakat lebih peduli dalam merawat situs-situs bersejarah seperti makam ini, agar nilai sejarah dan kebudayaan yang terkandung di dalamnya tetap terjaga dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Baca Juga:  Natal dan Tahun Baru, Sembako di Sumsel Mencukupi

“Harapan saya pribadi selaku Ketua KOPZIPS, semoga ke depan selain dibersihkan, makam ini dapat perawatan khusus seperti di cat, kubahnya diperbaiki, diberi atap, dan sebagainya,” tukasnya.#udi

Komentar Anda
Loading...