Pemilu 2024: Presiden Sampaikan Lima Arahan Untuk KPU
JAKARTA, BP – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan lima arahan terkait kesiapan pelaksanaan pemilihan umum (pemilu) serentak 2024, khususnya untuk penyelenggara pemilu, Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Arahan ini disampaikan Presiden Jokowi dalam keterangan tertulis dikutip dari situs resmi Presiden RI, Minggu (4/12).
Jokowi memaparkan ada lima arahan penting untuk dilakukan KPU jelang pesta demokrasi tahun 2024 mendatang
Arahan pertama, Presiden meminta jajaran KPU memastikan seluruh kegiatan di semua tahapan memiliki pengaturan teknis dan koridor hukum yang jelas, untuk mengantisipasi dan mengatasi berbagai persoalan-persoalan yang akan muncul.
Lalu, arahan kedua Presiden meminta jajaran KPU memastikan kesiapan sarana dan prasarana logistik secara detail, efisien dan transparan.
Presiden juga mengingatkan hal-hal teknis dapat menjadi politis dan berpotensi menimbulkan permasalahan di lapangan, jika tidak dipersiapkan dan direncanakan dengan baik.
“Jangan sampai ketidaksiapan menyebabkan nantinya keributan-keributan di lapangan karena hal kecil-kecil,” kata Presiden saat rapat konsolidasi nasional kesiapan pelaksanaan pemilu serentak tahun 2024, di Ancol Beach City Jakarta.
Kemudian arahan ketiga, Presiden menginstruksikan KPU meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta kemampuan yang dimiliki sumber daya manusia (SDM) di setiap tingkatan karena KPU memiliki tugas penting mengawal pesta demokrasi bangsa Indonesia.
“Dari tingkatan paling bawah sampai atas agar dibekali pengetahuan, keterampilan dan kemampuan-kemampuan lainnya yang dibutuhkan agar seluruh perangkat dan petugas mampu bertugas dengan baik,” ucap Presiden.
Arahan keempat, Presiden meminta KPU bekerja efektif dan efisien, utamanya dalam mengelola anggaran pemilu. Presiden mengingatkan bahwa Pemilu 2024 mendatang dilaksanakan di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian, sehingga semua pihak harus tetap hati-hati dan waspada mengambil suatu kebijakan.
“Saya titip, KPU harus bekerja dengan efisien, memanfaatkan anggarannya dengan cermat dan efisien, mengatur skala-skala prioritas yang memang harus,” Presiden menuturkan.
Arahan terakhir, Presiden menginstruksikan KPU memperkuat pendidikan politik bagi para kontestan maupun masyarakat. Presiden ingin KPU mengajak para peserta pemilu mewujudkan pemilu di Indonesia yang damai, jujur dan berintegritas.
“Kita harus mendorong kampanye berkualitas yang menyehatkan demokrasi kita, mengoptimalkan pemanfaatan teknologi informasi, mengedepankan politik adu ide, adu gagasan, bukan politik adu domba,” kata Presiden.#gus