Pemilu 2024, HMI Ambil Peran

JAKARTA, BP – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) akan mengambil peran dalam pentas demokrasi pemilihan umum (Pemilu) 2024 mendatang, seperti upaya peningkatan partisipasi pemilih di kalangan anak muda, mengawasi dan mengawal.
Demikian terungkap dalam podcast KPU RI Episode 28 bertajuk ‘Pemilu Ideal di Mata Pemuda’ dipandu host Reni Rinjani, dengan narasumber Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) periode 2021-2023 Raihan Ariatama, dikutip Rabu (16/11).
Raihan mengatakan, semua pihak harus optimistis menghadapi pemilu 2024 mendatang, khususnya terkait partisipasi pemilih di kalangan pemuda yang diharapkan lebih tinggi.
Karena secara kuantitas,pemilih dari kalangan anak muda akan bertambah dari pemilu sebelumnya.
“Pemuda harus banyak terlibat baik itu dalam kontestasi politiknya atau mengedukasi masyarakat lain untuk memilih,” kata Raihan.
Pada pemilu 2019 lalu di kalangan mahasiswa kampus kecendrungan mahasiswa memilih sangat tinggi, namun terkadang yang membuat mahasiswa malas memilih karena pemimpin yang mengedepankan blok politiknya.
Sementara, mahasiswa ingin pemimpin memiliki program yang akan dilakukan untuk masyarakat, seperti program apa untuk para PNS ? wiraswasta, apa gagasan Presiden ke depan untuk enterpreneurship ? dan lainnya.
“Tapi yang banyak terjadi dan di blow up di media itu saling bullying, itu yang banyak terjadi dan harapan kita itu tidak terjadi lagi di 2024,” katanya.
Ia menginginkan pemilu 2024 lebih substantif, untuk itu secara organisasi pihaknya akan sering mengadakan diskusi internal dan diskusi umum baik offline dan online, untuk melihat mana gagasan yang cocok dari kandidat calon Presiden untuk Indonesia ke depan, agar bisa memberikan solusi persoalan-persoalan bangsa.
“Diskusi ini membedah gagasan calon Presiden, mengundang akademisi dosen kampus, praktisi di level daerah diundang, dan diskusi ini akan dilaksanakan cabang-cabang HMI di Indonesia,” ucap dia.
Diskusi bertujuan agar anak muda dan mahasiwa lebih paham yang disampaikan dan digagas kandidat Presiden tersebut, dan bisa menarik perhatian mahasiswa.
Raihan menilai diskusi kepemiliuan mulai jarang dilakukan di internal kampus, sehingga harus banyak digelar untuk menarik partisipasi pemilih khususnya kalangan anak muda. “Karena ini era digital, kita akan gunakan metode cenderung ke online,” ujarnya.
Ia menegaskan, jelang pemilu 2024 HMI harus mengambil peran, karena HMI bagian dari organisasi kepemudaan dan organisasi mahasiswa. Apalagi ke depan eranya pemuda, HMI akan tetap konsisten mengawal pemilu agar berkualitas dan substantif, serta mengawal apaapa yang disampaikan dan setiap gagasan kandidat-kandidat yang akan berkontestasi nanti.
“Secara pergerakan kita akan ikut mengawasi setiap perjalanan dalam tahapan pemilu ini, teman-teman di level badan koordinasi dan cabang juga kita ajak sama-sama memantau, dan terpenting itu kita harus memastikan pemilu ini betul-betul luber (langsung umum bebas rahasia) dan jurdil (jujur adil),” ucap dia.
Untuk anak muda Raihan berpesan, saat ini banyak yang antipati dengan memilih mengingat kondisi politik yang dicerminkan yakni money politic (politik uang), KKN atau berbagai macam hal lainnya, sehingga muncul image buruk atau jelek.
“Tentu ini menjadi konsen kita, karena bagaimanapun ke depan, kita hari ini nanti akan memimpin
Indonesia ke depan. Jadi mau tidak mau, suka tidak suka dengan kondisi hari ini kita harus masuk dalam dunia ini, agar kita bisa melakukan perbaikan secara signifikan,” ia menuturkan.
Lebih lanjut, memilih bukan berarti menentukan sikap atau membuat pilihan yang salah ke depan, namun memang harus menentukan pilihan yang tepat dengan cara melihat bagaimana konsen seorang kandidat yang berkontestasi itu ? apakah memiliki gagasan dan betul betul ingin membangun Indonesia ke depan ?.
“Harapannya, kita harus memilih agar demokrasi ini yang telah kita perjuangkan pada masa reformasi, bisa kita dijaga dan dilanjutkan secara baik ke depan,” ucap dia.#gus