
Palembang, BP-Selama bertahun-tahun, perbankan daerah kerap dipandang sebagai lembaga keuangan kelas dua—tertinggal dalam inovasi, lamban dalam layanan, dan hanya menjadi “pelengkap” bagi bank-bank nasional yang lebih besar. Namun, satu bank pembangunan daerah di bagian selatan Pulau Sumatera telah membalikkan narasi itu. Bank Sumsel Babel tidak hanya mampu bersaing, tetapi memimpin.
Apa rahasianya? Bukan teknologi canggih semata, bukan pula modal besar yang tak terbatas. Jawabannya lebih sederhana dan sekaligus lebih sulit ditiru: konsistensi dalam menempatkan nasabah sebagai pusat dari seluruh strategi bisnis. “Keberhasilan mempertahankan posisi teratas SLE Index bukan semata capaian angka, tetapi refleksi dari kepercayaan nasabah yang terus terjaga. Bagi Bank Sumsel Babel, kepuasan dan loyalitas nasabah dibangun melalui konsistensi layanan, kedekatan hubungan, serta kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan masyarakat,” ujar PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Festero Mohamad Papeko. (https://sumsel.antaranews.com/berita/807274/index.html)
Kesuksesan layanan Bank Sumsel Babel tidak sekadar klaim pemasaran. Ia terukur, terdokumentasi, dan diakui secara nasional. Dalam Survey Satisfaction, Loyalty, and Engagement (SLE) Index 2026 kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang dirilis Infobank, Bank Sumsel Babel berhasil mempertahankan peringkat pertama nasional, mengungguli seluruh BPD lain di Tanah Air dengan skor 74,19 persen.
Apa yang diukur oleh SLE Index? Survei ini menangkap tiga dimensi penting hubungan bank dengan nasabah: kepuasan (satisfaction) atas kualitas layanan yang diterima, loyalitas (loyalty) yang tercermin dari niat nasabah untuk terus menggunakan produk dan merekomendasikannya kepada orang lain, serta keterikatan (engagement) yang menunjukkan kedalaman hubungan emosional antara nasabah dan bank. Dengan skor tertinggi di kelasnya, Bank Sumsel Babel dinilai mampu mempertahankan posisi puncak secara konsisten, bukan sebagai pencapaian sesaat.
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Sumsel Babel, Riera Ecorhynalda, menegaskan bahwa tanggung jawab sosial perbankan terhadap akses layanan bukan sekadar kewajiban regulasi, melainkan panggilan moral institusi. Komitmen inilah yang membedakan Bank Sumsel Babel dari sekadar menjalankan fungsi intermediasi—mereka membangun hubungan, bukan sekadar transaksi.
Pencapaian tertinggi SLE Index tersebut tidak berdiri sendiri. Sepanjang tahun 2025 dan awal 2026, Bank Sumsel Babel terus mengoleksi penghargaan yang mengonfirmasi kualitas layanan dan tata kelolanya. Bank ini meraih Platinum Rating pada ajang Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2025, sebuah pencapaian yang untuk pertama kalinya diraih setelah sebelumnya berada pada kategori Gold. Selain itu, Bank Sumsel Babel juga memboyong dua penghargaan sekaligus pada Mei 2025: BUMD Entrepreneurial Marketing Award 2025 dan Financial Regional Champion 2025 dari The Asian Post. Tak ketinggalan, dalam ajang BERES Award 2025, bank ini berhasil meraih Juara II, semakin mempertegas perannya sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan berkelanjutan.
Prestasi membanggakan juga datang dari sektor pembiayaan perumahan. Bank Sumsel Babel mendapatkan dua penghargaan dari BP Tapera: Bank Penyalur Peringkat 3 Kategori Penyaluran Pembiayaan FLPP Terbanyak untuk Bank Pembangunan Daerah dan Bank Penyalur Peringkat 3 Kategori Tingkat Keterhunian Tertinggi. Ini menunjukkan bahwa keberhasilan melayani masyarakat tidak hanya diukur dari angka penjualan produk, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan publik—dalam hal ini, rumah yang benar-benar dihuni oleh penerima manfaat. (https://sumsel.antaranews.com/berita/807274/index.html)
Kesuksesan layanan tidak mungkin terwujud jika bank hanya hadir di pusat-pusat kota besar. Pilar fundamental pelayanan Bank Sumsel Babel adalah perluasan jaringan fisik yang menjangkau masyarakat di wilayah terpencil. Sepanjang tahun 2025 dan 2026, bank ini terus menambah titik layanan baru di berbagai kabupaten.
Pada November 2025, Bank Sumsel Babel meresmikan relokasi Kantor Cabang Muara Rupit di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara). Kantor yang sebelumnya berlokasi di Jalan Lawang Besar, Desa Lawang Agung, kini berpindah ke gedung baru yang lebih luas dan modern di Jalan Lintas Sumatera, Kecamatan Rupit. Relokasi ini bertujuan meningkatkan aksesibilitas dan menghadirkan fasilitas modern bagi nasabah di daerah tersebut. Wakil Bupati Muratara H. Junius Wahyudi turut hadir dalam peresmian, menandakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap upaya bank dalam mendekatkan layanan keuangan kepada masyarakat. (https://babel.antaranews.com/berita/531073/bank-sumsel-babel-resmikan-kantor-cabang-baru-di-muara-rupit-perkuat-layanan-dan-akses-nasabah)
Tak berhenti di sana, pada Mei 2025, Bank Sumsel Babel membuka Kantor Kas Pulau Rimau di lokasi baru, Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau. Kantor kas yang dikelola oleh Cabang Pangkalan Balai ini resmi dioperasikan setelah melalui proses peresmian oleh Bupati Banyuasin Dr. H. Askolani, SH., MH. Yang menarik, kantor kas ini telah menunjukkan kontribusi ekonomi yang nyata: hingga saat peresmian, kantor tersebut telah mengelola dana masyarakat sebesar Rp21 miliar dan menyalurkan kredit hingga Rp19 miliar. Kehadiran fisik di pelosok bukan sekadar membangun gedung; ia adalah instrumen langsung penggerak ekonomi lokal. (https://babel.antaranews.com/berita/533704/perluas-pelayanan-perbankan-bank-sumsel-babel-hadirkan-kantor-kas-pulau-rimau-di-lokasi-baru)
Di sisi lain, Bank Sumsel Babel juga memperluas akses layanan berbasis prinsip syariah. Pada Desember 2025, bank ini meresmikan Kantor Fungsional Syariah di Tugumulyo, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap kebutuhan masyarakat yang terus meningkat terhadap layanan perbankan yang aman dan sesuai syariah. “Bank Sumsel Babel ingin memastikan seluruh lapisan masyarakat memiliki akses ke layanan keuangan yang aman dan sesuai prinsip syariah. Kehadiran kantor di Tugumulyo bukan hanya memperluas jaringan, tetapi juga memperkuat peran kami sebagai mitra pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Festero Mohamad Papeko.
Di kantor fungsional tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai produk syariah: tabungan syariah, pembiayaan berbasis akad bagi hasil, layanan perbankan digital syariah, hingga pendampingan keuangan bagi pelaku UMKM. Bank ini tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga pendampingan—sebuah pendekatan holistik yang jarang ditemukan di lembaga keuangan konvensional. (https://babel.antaranews.com/berita/532762/bank-sumsel-babel-resmikan-layanan-syariah-di-tugumulyo-oki)
Seluruh ekspansi jaringan ini dijalankan dengan satu kesadaran: inklusi keuangan tidak akan pernah terwujud jika masyarakat masih harus menempuh perjalanan puluhan kilometer hanya untuk membuka rekening atau melakukan transaksi sederhana. Dengan kehadiran fisik di lebih banyak titik, Bank Sumsel Babel memangkas jarak dan waktu, sekaligus membangun kepercayaan melalui interaksi tatap muka yang hangat dan personal.
Kehadiran fisik adalah fondasi. Namun, di era digital, masyarakat modern menuntut lebih: layanan yang cepat, praktis, dan tersedia kapan saja, di mana saja. Bank Sumsel Babel menjawab tuntutan ini melalui BSB Mobile, aplikasi perbankan seluler yang terus dikembangkan sebagai pusat kendali keuangan nasabah.
Melalui BSB Mobile, nasabah dapat melakukan beragam transaksi dalam satu genggaman: transfer dana antarbank, pembelian pulsa dan paket data, pembayaran tagihan listrik, air, hingga pajak daerah. (https://sumsel.antaranews.com/berita/812022/bank-sumsel-babel-hadirkan-solusi-transaksi-digital-praktis-lewat-bsb-mobile)
Layanan pengisian pulsa 24 jam menjadi salah satu fitur yang paling diapresiasi, terutama bagi nasabah yang kehabisan pulsa atau paket internet pada tengah malam dan tidak dapat mengakses gerai fisik. “Nasabah kini tidak perlu lagi keluar rumah atau mencari gerai fisik yang sering kali sudah tutup pada tengah malam. Seluruh proses transaksi pengisian ulang pulsa melalui BSB Mobile dapat selesai hanya dalam hitungan menit,” demikian keterangan dalam rilis resmi Bank Sumsel Babel.
Selain itu, BSB Mobile juga mendukung transaksi menggunakan QRIS, yang semakin marak digunakan di berbagai merchant, dari pedagang kaki lima hingga pusat perbelanjaan modern. Untuk mendorong adopsi layanan digital ini, Bank Sumsel Babel secara rutin menggelar promo menarik. Pada perayaan HUT ke-80 Sumatera Selatan, misalnya, bank ini menawarkan potongan harga hingga Rp50 ribu bagi setiap transaksi menggunakan QRIS BSB Mobile di merchant-merchant terpilih. Promo serupa juga digelar di Kabupaten Lahat dalam rangka HUT ke-157 daerah tersebut, memberikan potongan belanja kuliner Rp157 bagi nasabah yang bertransaksi melalui BSB Mobile. (https://sumsel.antaranews.com/berita/817908/bsb-mobile-sediakan-layanan-isi-pulsa-24-jam-bagi-nasabah)
Strategi digital Bank Sumsel Babel tidak berhenti pada aplikasi seluler. Bank ini juga menyediakan berbagai kanal layanan informasi bagi nasabah, termasuk BSB Call Center 1500711 yang beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Laman resmi www.banksumselbabel.com dan akun media sosial @banksumselbabelofficial di Instagram juga menjadi saluran komunikasi yang aktif, memberikan informasi terkini sekaligus menjawab pertanyaan nasabah secara interaktif.
PPS Dirut Bank Sumsel Babel, Marzuki, menyampaikan bahwa transformasi digital ini merupakan langkah strategis perusahaan dalam mendukung percepatan inklusi keuangan di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. “BSB Mobile kami kembangkan untuk memberikan kemudahan dalam setiap transaksi, termasuk pembelian pulsa dan pembayaran harian lainnya. Dengan satu aplikasi, nasabah dapat mengakses berbagai layanan perbankan secara praktis dan aman,” ujarnya. Kemudahan akses melalui perangkat seluler diharapkan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk generasi muda yang semakin akrab dengan transaksi digital. Sistem keamanan berlapis yang diterapkan juga memastikan kenyamanan dan perlindungan data pengguna. (https://sumsel.suara.com/read/2026/03/03/200004/bsb-mobile-perkuat-strategi-digital-bank-sumsel-babel-transaksi-harian-kini-lebih-praktis)
Kesuksesan melayani masyarakat tidak akan lengkap tanpa memastikan bahwa kelompok rentan dan penyandang disabilitas juga mendapatkan akses yang setara. Di sinilah Bank Sumsel Babel mengambil langkah yang membedakannya dari banyak lembaga keuangan lainnya.
Pada April 2026, Bank Sumsel Babel bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan meluncurkan layanan perbankan ramah disabilitas melalui kegiatan diseminasi di Kantor Cabang Jakabaring, Palembang. Langkah ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 22 Tahun 2023 tentang Perlindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan.
Apa saja fasilitas yang disediakan? Mulai dari gedung yang ramah disabilitas dengan akses kursi roda dan jalur khusus, layanan ATM khusus tunanetra yang dilengkapi panduan suara dan tombol Braille, hingga penyederhanaan prosedur administrasi melalui alternatif pengganti tanda tangan bagi nasabah yang membutuhkan. Tak hanya infrastruktur fisik, bank juga menyiapkan petugas yang terlatih untuk mendampingi nasabah disabilitas, layanan prioritas tanpa antre, serta proses transaksi di teller dan customer service yang disesuaikan.
Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Sumsel Babel, Riera Ecorhynalda, menegaskan bahwa inklusi keuangan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga perubahan cara pandang dalam pelayanan. “Kami berkomitmen menghadirkan layanan perbankan yang inklusif melalui penyediaan infrastruktur yang aksesibel serta penguatan kapasitas sumber daya manusia yang responsif,” ujarnya.
Dalam sesi simulasi yang digelar saat peluncuran, komunitas penyandang disabilitas yang hadir menyampaikan pengalaman positif atas kemudahan akses layanan di Bank Sumsel Babel. Seorang peserta mengaku terbantu dengan fasilitas yang disediakan, terutama bagi mereka yang selama ini kesulitan mengakses layanan perbankan konvensional. Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, regulator, dan industri perbankan menjadi kunci dalam mendorong inklusi ekonomi, sehingga pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat. (https://sumsel.suara.com/read/2026/04/22/221524/bank-sumsel-babel-dan-ojk-wujudkan-inklusi-keuangan-tanpa-batas-lewat-layanan-ramah-disabilitas)
Langkah ini bukan sekadar pemenuhan regulasi. Ia adalah pernyataan tegas bahwa Bank Sumsel Babel memandang setiap warga—termasuk mereka yang memiliki keterbatasan fisik—sebagai nasabah yang layak mendapatkan layanan prima dan bermartabat. Dalam praktiknya, pendekatan ini juga menjadi pembeda kompetitif: di saat bank lain masih sibuk bersaing di segmen kelas menengah atas, Bank Sumsel Babel memilih menjemput mereka yang selama ini terpinggirkan.
Kesuksesan dalam melayani masyarakat tidak mungkin berkelanjutan tanpa fondasi keuangan yang sehat. Bank Sumsel Babel membuktikan bahwa kualitas layanan dan kinerja finansial dapat berjalan beriringan—bahkan saling menguatkan.
Hingga akhir September 2025, total aset Bank Sumsel Babel tercatat mencapai Rp39,8 triliun, dengan penyaluran kredit dan pembiayaan sebesar Rp25,7 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh solid hingga Rp32 triliun, mencerminkan kepercayaan nasabah yang tetap tinggi terhadap bank pembangunan daerah tersebut. Dari seluruh aktivitas bisnis tersebut, bank sukses membukukan laba bersih Rp521 miliar, menjadi bukti nyata ketahanan dan kepercayaan nasabah yang terus meningkat.
Yang lebih penting adalah kualitas aset yang terjaga. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) net berhasil ditekan di angka 0,58 persen, bukti nyata efektivitas manajemen risiko dan kualitas portofolio kredit yang prima. Rasio Kecukupan Modal (CAR) mencapai 22,19 persen, jauh di atas ketentuan regulator, memberikan ruang gerak yang aman bagi bank untuk terus berekspansi tanpa mengorbankan stabilitas.
Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel, Teddy Kurniawan, menegaskan bahwa capaian positif tersebut bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari konsistensi dan kolaborasi seluruh insan BSB dalam menjalankan strategi transformasi dan memperkuat tata kelola perusahaan. “Kinerja ini adalah bukti nyata soliditas manajemen dan kepercayaan nasabah yang terus tumbuh. Kami akan terus menjaga momentum pertumbuhan yang sehat dengan menjunjung tinggi prinsip transparansi, tata kelola yang baik, serta keberlanjutan bisnis,” ujarnya penuh optimisme.
Dari sisi profitabilitas, Return on Asset (ROA) tercatat di level 1,81 persen, sementara Return on Equity (ROE) mencapai 11,42 persen, menandakan kemampuan bank dalam menghasilkan laba yang efisien. Rasio dana murah (CASA) yang mencapai 70,49 persen juga memperlihatkan efisiensi pendanaan yang kuat. Semua indikator ini menunjukkan bahwa bank memiliki “napas” panjang untuk terus berinvestasi dalam peningkatan layanan—baik melalui ekspansi jaringan, pengembangan teknologi, maupun program-program pemberdayaan masyarakat. (https://sumsel.suara.com/read/2025/11/02/205652/kinerja-moncer-bank-sumsel-babel-terus-tumbuh-hingga-kuartal-iii-2025)
Penutup
Apa yang membuat Bank Sumsel Babel sukses dalam melayani masyarakat? Jika ditarik benang merah dari seluruh fakta di atas, jawabannya adalah konsistensi dalam menempatkan nasabah sebagai pusat dari setiap keputusan bisnis. Bukan sekadar slogan pemasaran, tetapi filosofi yang diwujudkan dalam tindakan nyata.
Dimulai dari kehadiran fisik yang menjangkau hingga ke pelosok Kabupaten OKI dan Muratara, memastikan bahwa tidak ada masyarakat yang terlalu jauh dari layanan perbankan. Diperkuat dengan transformasi digital melalui BSB Mobile yang memungkinkan transaksi 24 jam, dari mana saja, kapan saja. Ditingkatkan dengan layanan inklusif bagi penyandang disabilitas yang memastikan tidak ada kelompok masyarakat yang tertinggal. Semua itu ditopang oleh kinerja keuangan yang sehat dan berkelanjutan, memberikan kepastian bahwa bank ini akan tetap hadir untuk jangka panjang.#udi