Partisipasi Perempuan Rendah

PARTISIPASI perempuan dalam bidang politik masih rendah karena beberapa faktor, mulai dari budaya hingga kurangnya motivasi. Selain itu, pemilihan umum (pemilu) tahun 2024 mendatang diharapkan keterwakilan perempuan di legislatif tidak hanya untuk pemenuhan kuota saja.
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Forum Relawan Demokrasi (Foreder) Sumsel, Fini Aria Ismail SE mengatakan, saat ini partisipasi kaum perempuan di bidang politik baik dalam partai politik, organisasi politik atau di legislatif sudah ada, namun masih rendah.
Biasanya yang menyebabkan kaum perempuan enggan berpolitik ini karena faktor budaya yang belum memenuhi konsep kesetaraan gender, lalu sistem kaderisasi partai politik yang juga masih minim.
“Masih rendahnya motivasi kaum perempuan untuk lebih maju dan kurangnya sumber daya perempuan dalam partai politik, juga menyebabkan partisipasi perempuan rendah di bidang politik,” kata Fini kepada BeritaPagi, Rabu (16/11).
Jika kaum perempuan sedikit terjun di politik maka dapat memicu terjadinya konflik, karena keterwakilan perempuan di bidang politik masih kurang sehingga membuat kebijakan yang telah dibuat mengenai perempuan tidak adil bagi kaum perempuan.
Meski diakuinya sudah mulai terlihat ada kebijakankebijakan menyangkut perempuan, dan juga fasilitasfasilitas publik yang mengakomodir kaum perempuan, seperti fasilitas Nursery Room atau ruang menyusui bagi kaum ibu di mall dan di bandara, lalu ada gerbong khusus perempuan di kereta listrik.
Untuk itulah pada pemilu 2024 mendatang Fini berharap keterwakilan perempuan di legislatif bukan hanya sebagai pemenuhan kuota dalam pemilu dan pileg (pemilihan legislatif) saja,melainkan bisa menjadi penyeimbang dalam pengambilan kebijakan sebagai wakil rakyat sesuai fungsinya sebagai legislator yang jujur, adil dan mengutamakan kepentingan rakyat.#gus