Kiprah Bank Sumsel Babel Dorong  Pembangunan dan Penguatan Perekonomian Daerah

0
Bank Sumsel Babel terus memperkuat komitmennya dalam penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui pelaksanaan program “1 Tree 1 Employee”, yang secara resmi dimulai oleh jajaran Direksi, Komisaris, dan Pemimpin Divisi Bank Sumsel Babel. (Sumber poto: https://www.banksumselbabel.com/id/news/4431/bank-sumsel-babel-dorong-esg-lewat-program-1-tree-1-employee)

Palembang, BP- Ketika sebagian besar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung masih terkendala akses permodalan dan literasi keuangan, Bank Sumsel Babel (BSB) hadir tidak sekadar sebagai lembaga intermediasi, melainkan sebagai lokomotif penggerak ekonomi kerakyatan , kini Bank Sumsel Babel telah mencatatkan pertumbuhan aset yang solid sekaligus menyalurkan puluhan triliun rupiah pembiayaan kepada sektor riil.

 

###############################

 

Di sebuah sudut kecil Kabupaten Banyuasin, sekitar 1.000 pelaku UMKM menerima hibah modal usaha dari pemerintah daerah. Namun, yang membedakan program ini dari sekadar bantuan biasa adalah keterlibatan Bank Sumsel Babel yang memfasilitasi pembukaan rekening tabungan bagi seluruh penerima hibah. Langkah ini memastikan bantuan modal tidak hanya diterima secara tunai, tetapi langsung terintegrasi dengan sistem perbankan sehingga pengelolaan keuangan usaha menjadi lebih tertib, transparan, dan aman.

“UMKM juga memerlukan akses ke layanan perbankan agar usaha bisa dikelola lebih rapi, tercatat, dan memiliki peluang untuk berkembang lebih besar. Di sinilah Bank Sumsel Babel hadir mendampingi,” ujar PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Festero Mohamad Papeko.(https://sumsel.suara.com/read/2025/12/28/214615/cerita-1000-umkm-banyuasin-dapat-modal-kini-usaha-naik-kelas-berkat-bank-sumsel-babel)

Komitmen tersebut tercermin dari volume penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang terus membubung. Hingga saat ini, total KUR yang telah disalurkan Bank Sumsel Babel mencapai Rp8,45 triliun kepada 147.309 debitur di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Bahkan, hingga akhir Triwulan II 2025 saja, penyaluran KUR telah menembus angka Rp557 miliar capaian yang menunjukkan keseriusan bank daerah ini memperluas akses permodalan bagi UMKM, khususnya di sektor-sektor prioritas yang selaras dengan potensi unggulan daerah.

“Kami terus mengedepankan prinsip inklusif dalam pembiayaan. Penyaluran KUR tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas dan keberlanjutan usaha. Optimalisasi sektor perkebunan sawit menjadi salah satu prioritas karena potensi kontribusinya yang besar terhadap perekonomian daerah,” ujar Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel, Teddy Kurniawan, beberapa waktu lalu (https://sumsel.suara.com/amp/read/2025/08/04/222502/kredit-usaha-rakyat-bank-sumsel-babel-tembus-rp557-miliar-umkm-sumsel-makin-bergeliat)

Tak sekadar menyalurkan kredit, Bank Sumsel Babel juga melahirkan produk-produk inovatif yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan konkret masyarakat. Salah satu yang paling menonjol adalah Tabungan Pesirah—produk simpanan yang menyasar petani, UMKM, hingga pedagang yang ingin mengelola arus kas usaha tanpa kerumitan administratif.

Produk ini memungkinkan pelaku usaha melakukan pembayaran langsung kepada petani atau mitra kerja, menarik tunai dengan aman, serta memantau transaksi usaha setiap hari melalui layanan digital BSB Mobile. Aktivitas belanja pun semakin mudah dengan penggunaan QRIS Bank Sumsel Babel yang memungkinkan pembayaran non-tunai di berbagai merchant.

Di sisi lain, program KUR Bank Sumsel Babel juga diklasifikasikan secara presisi sesuai skala usaha. KUR Super Mikro  menyediakan plafon hingga Rp10 juta bagi para perintis usaha.  KUR Mikro melayani segmen dengan rentang Rp10 juta hingga Rp100 juta. KUR Kecil memberikan limitasi kredit di atas Rp100 juta hingga Rp500 juta bagi usaha yang tengah melakukan ekspansi besar. Tak hanya itu, bank juga mendukung mobilitas tenaga kerja melalui KUR PMI dengan plafon mencapai Rp100 juta untuk memitigasi kendala biaya keberangkatan calon Pekerja Migran Indonesia. (https://sumsel.antaranews.com/berita/813366/bank-sumsel-babel-salurkan-kur-2026-guna-dorong-pertumbuhan-ekonomi-umkm)

Baca Juga:  Dandrem 044/Gapo Hadiri Acara Penyerahan Sertifikat Tanah Untuk Rakyat

Di balik setiap rupiah yang disimpan nasabah, tersimpan filosofi yang lebih dalam. Bank Sumsel Babel mengusung semangat “Menabung di Daerah, Membangun Daerah”, mengajak masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam pembangunan regional. (https://sumsel.antaranews.com/berita/809362/dukung-ekonomi-daerah-bank-sumsel-babel-ajak-pelaku-usaha-gunakan-tabungan-pesirah)

Setiap dana yang dihimpun melalui Tabungan Pesirah akan disalurkan kembali dalam bentuk pembiayaan produktif bagi pembangunan infrastruktur dan ekonomi lokal. Siklus ekonomi berkelanjutan ini memastikan bahwa uang yang disimpan masyarakat tetap berputar dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan daerah.

Di Banyuasin, misalnya, 1.000 pelaku UMKM yang dibantu tidak hanya mendapatkan suntikan modal. Dengan memiliki rekening bank, mereka lebih mudah membangun rekam jejak usaha, mengakses pembiayaan lanjutan, serta meningkatkan kepercayaan mitra dan pasar. Ini adalah contoh klasik bagaimana penguatan ekonomi kerakyatan tidak bisa dilepaskan dari peran perbankan sebagai fasilitator pertumbuhan yang inklusif. (https://sumsel.suara.com/read/2025/12/28/214615/cerita-1000-umkm-banyuasin-dapat-modal-kini-usaha-naik-kelas-berkat-bank-sumsel-babel)

Bank Sumsel Babel menyadari bahwa ekonomi kerakyatan yang kokoh tidak bisa dibangun dalam semalam. Diperlukan edukasi, pendampingan, dan penguatan kapasitas terutama bagi generasi muda yang akan menjadi motor penggerak ekonomi masa depan.

Melalui program Sultan Muda, Bank Sumsel Babel bersama OJK Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Kabupaten Lahat menyelenggarakan kegiatan “Sultan Muda Goes to Kabupaten Lahat” yang digelar di Gedung Pertemuan Pemerintah Kabupaten Lahat pada Selasa (13/5/2026). Program ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas Gubernur Sumsel dalam mencetak 100.000 Sultan Muda generasi unggul yang inovatif, adaptif, dan memiliki semangat membangun usaha serta menciptakan peluang ekonomi baru di daerah.( https://sumsel.suara.com/read/2026/05/20/194022/bank-sumsel-babel-dorong-umkm-dan-wirausaha-muda-lahat-lewat-program-sultan-muda)

Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Lahat, Didit Hardiyanto, menegaskan bahwa peran generasi muda sangat krusial dalam membentuk masa depan ekonomi daerah. “Kami melihat anak muda sebagai game changer dalam pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Bank Sumsel Babel hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi sebagai mitra strategis yang mendorong lahirnya wirausaha muda yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menghadirkan UMKM binaan unggulan Cabang Lahat seperti Keripik Keraton, Nono Nyemil, Kagumai Kopi, Mama Bakery, dan Kedai Cece—bukti konkret bahwa pelaku usaha lokal mampu berkembang dan naik kelas dengan dukungan yang tepat. (https://www.detik.com/sumbagsel/berita/d-8498019/bsb-lahat-perkuat-ekosistem-wirausaha-muda-lewat-program-sultan-muda)

Tak berhenti di Lahat, program Sultan Muda terus diperluas. Sebelumnya, pada Selasa (24/3/2026) lalu, BSB Cabang Prabumulih juga menggelar kegiatan serupa sebagai bagian dari target mencetak 100.000 wirausaha muda di wilayah Sumatera Selatan. Langkah kolaboratif antara BSB, OJK, dan pemerintah daerah ini menjadi model ideal dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Kapolda Sumsel Ziarah di TMP

Dari sisi regulator, OJK menekankan pentingnya literasi dan inklusi keuangan sebagai fondasi utama pengembangan usaha. Kepala OJK Sumsel, Arifin Susanto, menyebut pelaku usaha muda harus didorong naik kelas menjadi lebih adaptif dan bankable. (https://rri.co.id/palembang/ekonomi/keuangan/2389345/ratusan-pemuda-ikut-pelatihan-sultan-muda-fokus-naik-kelas)

Sementara itu, dalam forum diskusi bersama Komisi II DPR RI di Pangkalpinang, Rabu (22/4/2026), Plt. Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Marzuki, menyatakan bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMD merupakan kunci utama agar layanan keuangan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Bank Sumsel Babel memposisikan diri sebagai penggerak ekonomi lokal yang membuka peluang usaha serta mendukung pembangunan daerah yang merata di wilayah Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. (https://sumsel.antaranews.com/berita/816888/bank-sumsel-babel-komitmen-perluas-akses-keuangan-masyarakat-di-daerah)

Tak hanya UMKM konvensional, Bank Sumsel Babel juga serius menggarap sektor ekonomi kreatif. Melalui partisipasi dalam Rapat Konsultasi PKK dan Rapat Kerja Daerah Dekranasda Sumatera Selatan 2026 yang digelar pada 1–2 April 2026 di Palembang, bank daerah ini menunjukkan komitmennya mendukung pengembangan produk unggulan daerah, khususnya sektor wastra (kain tradisional).

Marzuki menegaskan bahwa wastra Sumatera Selatan memiliki nilai budaya sekaligus potensi ekonomi yang besar. “Bank Sumsel Babel mendukung upaya pelestarian dan pengembangannya sebagai bagian dari penguatan ekonomi daerah,” ujarnya. Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan sektor perbankan menjadi kunci dalam membangun ekosistem yang berkelanjutan bagi UMKM dan industri kreatif. (https://sumatra.bisnis.com/read/20260406/534/1964491/bank-sumsel-babel-dukung-wastra-sumsel-di-rakerda-dekranasda)

Pengembangan ekonomi kreatif ini tidak berhenti pada wastra. Di seberang pulau, Bank Sumsel Babel Cabang Syariah Pangkal Pinang berhasil membina Deshanda Craft, UMKM kerajinan lidi nipah asal Bangka Belitung. Berkat dukungan permodalan dan pendampingan sejak 2023, usaha binaan ini kini telah memasarkan produknya ke kota-kota besar seperti Yogyakarta, Bandung, dan Bali, serta mulai merambah pasar internasional. Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Sumsel Babel, Riera Ecorhynalda, menyatakan bahwa sinergi antara perbankan dan pelaku usaha lokal mampu menciptakan peluang ekonomi yang lebih luas serta meningkatkan daya saing produk daerah di pasar global. (https://sumsel.suara.com/read/2025/03/06/212700/bank-sumsel-babel-dukung-umkm-kerajinan-lidi-nipah-asal-bangka-belitung-kini-mendunia)

Di era digital, akses keuangan yang merata menjadi tantangan tersendiri, terutama di wilayah dengan keterbatasan jaringan perbankan. Bank Sumsel Babel menjawab tantangan ini melalui penguatan digitalisasi layanan.

Dalam forum diskusi bersama Komisi II DPR RI di Pangkal Pinang, Marzuki menyampaikan bahwa transformasi layanan digital menjadi langkah strategis untuk menjangkau masyarakat yang selama ini belum terlayani optimal. “Bank Sumsel Babel berupaya menghadirkan layanan yang tidak hanya mudah diakses, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan usaha masyarakat, terutama sektor produktif. Melalui pembiayaan yang tepat dan layanan digital, kami ingin memastikan masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.

Baca Juga:  DBD Jangkit 873 Penderita, 11 Meninggal

Perluasan pembiayaan ke sektor UMKM dan penguatan layanan digital menjadi dua pilar utama yang dijalankan secara simultan. Dengan strategi tersebut, Bank Sumsel Babel menargetkan layanan keuangan yang lebih merata sekaligus memperkuat perannya sebagai penggerak ekonomi daerah di Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. (https://sumatra.bisnis.com/read/20260427/534/1969610/layanan-digital-diperkuat-bank-sumsel-babel-bidik-akses-keuangan-merata)

Kiprah Bank Sumsel Babel tidak luput dari apresiasi nasional. Dalam Survey Satisfaction, Loyalty, and Engagement (SLE) Index 2026 kategori Bank Pembangunan Daerah yang dirilis Infobank, Bank Sumsel Babel berhasil mempertahankan peringkat pertama nasional, mengungguli seluruh BPD lain di Indonesia dengan skor 74,19 persen.

PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel, Festero Mohamad Papeko menambahkan ,  pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam menempatkan nasabah sebagai pusat dari seluruh strategi bisnis. “Keberhasilan mempertahankan posisi teratas SLE Index bukan semata capaian angka, tetapi refleksi dari kepercayaan nasabah yang terus terjaga. Bagi Bank Sumsel Babel, kepuasan dan loyalitas nasabah dibangun melalui konsistensi layanan, kedekatan hubungan, serta kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan masyarakat,” ujarnya. (https://sumsel.antaranews.com/berita/807274/index.html)

Kepercayaan itu dijawab dengan kinerja finansial yang solid. Bank Sumsel Babel melaporkan asetnya mencapai Rp39,3 triliun per Desember 2024, mencatat pertumbuhan sebesar 4,67 persen dibandingkan tahun sebelumnya (yoy) yang mencapai Rp38,4 triliun per Desember 2023. Direktur Utama Bank Sumsel Babel Achmad Syamsudin mengatakan pertumbuhan aset ini merupakan hasil dari strategi bisnis yang solid dan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi operasional serta pelayanan kepada nasabah. (https://babel.antaranews.com/berita/462966/aset-bank-sumsel-babel-tumbuh-467-persen-jadi-rp393-triliun)

 

Penutup

Dari penyaluran triliunan rupiah KUR hingga pendampingan UMKM binaan yang produknya menembus pasar internasional, dari edukasi kewirausahaan melalui program Sultan Muda hingga penguatan literasi keuangan bagi generasi muda, dan dari inovasi produk Tabungan Pesirah hingga penguatan layanan digital yang merata—Bank Sumsel Babel telah membuktikan diri bukan sekadar lembaga intermediasi pasif.

Bank Sumsel Babel adalah mitra strategis yang hadir di garis depan pembangunan ekonomi kerakyatan. Dengan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kepentingan publik, mengedepankan prinsip kehati-hatian sekaligus keberpihakan pada sektor riil, dan terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman tanpa kehilangan akar lokalnya, Bank Sumsel Babel menunjukkan bahwa perbankan daerah bisa menjadi kekuatan nyata dalam mendorong pembangunan daerah dan penguatan ekonomi dari akar yang paling dasar.

Di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian, kehadiran bank pembangunan daerah yang kokoh dan berpihak pada rakyat bukan lagi sekadar kebutuhan—ia adalah keharusan. Dan Sumatera Selatan dan Bangka Belitung patut bersyukur: lokomotif itu sedang berjalan, dan roda ekonomi daerah terus bergerak maju.#udi

Komentar Anda
Loading...