Bank Sumsel Babel Bangun Fondasi Inklusi Keuangan di Dua Provinsi

0
kantor Bank Sumselbabel Jakabaring Palembang. (Sumber poto: https://www.banksumselbabel.com/id/about)

Palembang, BP- Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan capaian menggembirakan sekaligus tantangan besar. Indeks literasi keuangan nasional tercatat 66,46 persen, sementara indeks inklusi keuangan mencapai 80,51 persen. Angka ini menegaskan bahwa akses terhadap layanan keuangan formal telah meluas, namun pemahaman masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan masih tertinggal.

Di tengah kesenjangan antara literasi dan inklusi itulah, peran perbankan daerah menjadi krusial. Bank Sumsel Babel, bank pembangunan daerah yang melayani Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung tidak hanya mencatatkan kinerja keuangan solid dengan aset Rp39,3 triliun, Dana Pihak Ketiga Rp27,9 triliun, dan penyaluran kredit Rp24,5 triliun per Desember 2024. Lebih dari itu, bank ini menggerakkan berbagai program literasi dan inklusi keuangan yang menjangkau anak-anak sekolah, penyandang disabilitas, generasi muda calon wirausaha, hingga pedagang di pelosok.

 

Literasi keuangan tidak bisa ditanamkan dalam waktu singkat. Ia membutuhkan proses panjang yang idealnya dimulai sejak usia sekolah. Bank Sumsel Babel memahami hal ini melalui kampanye “Menabung Sejak Dini” yang menyasar pelajar di seluruh Sumsel dan Babel.

Melalui berbagai produk tabungan anak—Tabungan Pesirah Junior, Tabungan SimPel (Simpanan Pelajar), dan Tabungan Pesirah Raden bank daerah ini mendorong pelajar untuk mengenal manfaat menabung dan mengelola keuangan secara bijak. Kampanye ini sejalan dengan program nasional OJK dalam memperluas akses layanan keuangan formal dan membentuk perilaku finansial sehat di kalangan pelajar.

Salah satu produk unggulan, Tabungan Pesirah Junior, dirancang khusus bagi anak-anak dengan setoran awal mulai dari Rp5.000, dilengkapi kartu ATM bergambar ceria yang membuat pengalaman menabung terasa menyenangkan. Sementara Tabungan SimPel menawarkan kemudahan tanpa biaya administrasi bulanan dan proses pembukaan rekening sederhana melalui kerja sama dengan sekolah-sekolah.

“Menabung sejak dini bukan hanya tentang menyimpan uang, tetapi juga membangun karakter dan tanggung jawab terhadap masa depan,” ujar Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Bank Sumsel Babel, Teddy Kurniawan. “Kebiasaan menabung yang ditanamkan sejak kecil dapat menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang cerdas secara finansial dan mandiri.” katanya.

Melalui program Bank Goes to School dan kegiatan edukatif lainnya, Bank Sumsel Babel aktif memperkenalkan manfaat menabung kepada pelajar dari tingkat SD hingga SMA. Dalam beberapa tahun terakhir, ribuan rekening pelajar telah dibuka, termasuk bagi siswa penyandang disabilitas, sebagai bagian dari komitmen terhadap keuangan inklusif. (https://babel.antaranews.com/berita/524513/bank-sumsel-babel-dorong-literasi-keuangan-anak-lewat-kampanye-menabung-sejak-dini)

Di Bangka Tengah, misalnya, Bank Sumsel Babel Cabang Koba melaksanakan sosialisasi literasi keuangan bagi pelajar SMK Negeri 1 Koba pada Januari 2026. Para siswa dibekali pemahaman praktis tentang pengelolaan keuangan sejak dini sebagai bekal memasuki dunia kerja, magang, maupun wirausaha. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan literasi keuangan dan inklusi keuangan, termasuk akses terhadap layanan perbankan resmi seperti tabungan, ATM, mobile banking, dan transaksi non-tunai seperti QRIS.

Baca Juga:  Inilah, Barisan Pemuda Lengkiti Bersatu, Pengawal Pilkada OKU

Yang menarik, siswa juga dibekali pemahaman pengelolaan keuangan sederhana, seperti prinsip “uang itu punya tugas”, pembagian uang jajan secara proporsional, serta kemampuan membedakan kebutuhan dan keinginan. Edukasi keamanan transaksi digital turut disampaikan, termasuk pengenalan modus penipuan dan penerapan rumus anti tipu “STOP” Saring informasi, Tanya sumber resmi, Ojo klik tautan sembarangan, Pastikan PIN dan OTP tetap rahasia. (https://www.jejakberitaonline.com/2050-2/)

Apresiasi kepada pelajar berprestasi juga menjadi bagian dari strategi literasi ini. Pada Desember 2025, Bank Sumsel Babel memberikan Tabungan Pesirah Junior kepada 20 pelajar pemenang Program Pelajar Jadi Walikota hasil kerja sama dengan Radar Palembang dan Pemerintah Kota Palembang. Penyerahan dilakukan di Kantor Cabang Palembang sebagai bentuk dukungan terhadap potensi kepemimpinan sekaligus upaya menanamkan literasi keuangan sejak dini. (https://sumsel.suara.com/amp/read/2025/12/19/220847/bank-sumsel-babel-apresiasi-pelajar-berprestasi-melalui-tabungan-pesirah-junior)

Literasi dan inklusi keuangan tidak akan pernah tercapai jika layanan perbankan masih menyisakan kelompok masyarakat yang terpinggirkan. Penyandang disabilitas kerap menghadapi hambatan fisik maupun administratif dalam mengakses layanan keuangan formal. Bank Sumsel Babel bersama OJK Provinsi Sumatera Selatan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mengambil langkah nyata dengan menghadirkan layanan perbankan ramah disabilitas melalui kegiatan diseminasi di Kantor Cabang Jakabaring pada 22 April 2026.

Program ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 22 Tahun 2023 tentang Pelindungan Konsumen dan Masyarakat di Sektor Jasa Keuangan. Regulasi tersebut menekankan pentingnya perlindungan dan akses yang setara bagi seluruh konsumen, termasuk penyandang disabilitas.

Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Bank Sumsel Babel, Riera Ecorhynalda, menegaskan bahwa inklusi keuangan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas fisik, tetapi juga perubahan cara pandang dalam pelayanan. (https://sumsel.suara.com/read/2026/04/22/221524/bank-sumsel-babel-dan-ojk-wujudkan-inklusi-keuangan-tanpa-batas-lewat-layanan-ramah-disabilitas)

“Setiap nasabah berhak mendapatkan layanan yang setara dan bermartabat. Kami menghadirkan infrastruktur yang aksesibel serta SDM yang responsif agar layanan perbankan benar-benar inklusif.” katanya.

Berbagai fasilitas disediakan, mulai dari gedung yang ramah disabilitas, layanan ATM khusus tunanetra, hingga kemudahan administrasi tanpa tanda tangan konvensional. Dalam sesi simulasi, peserta diajak menyaksikan langsung rangkaian layanan mulai dari kedatangan di area parkir, pendampingan petugas, akses layanan prioritas tanpa antre, hingga proses transaksi di teller dan customer service. Komunitas penyandang disabilitas yang hadir mengaku terbantu dengan fasilitas yang disediakan.

Sekretaris Daerah Sumsel Edward Candra menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, regulator, dan industri perbankan menjadi kunci dalam mendorong inklusi ekonomi. “Sinergi lintas sektor ini penting agar pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan merata oleh seluruh lapisan masyarakat,” katanya. (https://www.infosumsel.id/sumsel-raya/36217034040/bank-sumsel-babel-dan-ojk-gebrak-layanan-ramah-disabilitas-nasabah-kini-bisa-akses-tanpa-hambatan)

Jika program literasi untuk pelajar membangun fondasi, maka program Sultan Muda dirancang untuk melompat mencetak generasi muda yang tidak hanya melek keuangan, tetapi juga berani membangun usaha dan menciptakan peluang ekonomi baru.

Program 100.000 Sultan Muda merupakan program prioritas Gubernur Sumatera Selatan yang bertujuan memperkuat ekosistem kewirausahaan digital di daerah. Salah satu fokus utamanya adalah memperluas akses pembiayaan dan literasi keuangan bagi generasi muda agar mampu mendorong pertumbuhan UMKM lokal.

Baca Juga:  SMB IV Ajak Kaum Milenial Kunjungi Lukisan  Kanvas Kaligrafi Alquran Pertama dan Terbesar di Dunia

Wujud nyata program ini terlihat dalam kegiatan Sultan Muda Goes to Kabupaten Lahat yang digelar di Gedung Pertemuan Pemerintah Kabupaten Lahat pada 13 Mei 2026. Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lahat, OJK Provinsi Sumatera Selatan, dan Bank Sumsel Babel Cabang Lahat ini dikemas secara dinamis melalui seminar inspiratif, edukasi keuangan, hingga sharing session tentang strategi pengembangan UMKM, pengelolaan keuangan sehat, pemanfaatan teknologi digital, serta cara membangun usaha berbasis potensi lokal.

Pemimpin Bank Sumsel Babel Cabang Lahat, Didit Hardiyanto, menegaskan peran strategis generasi muda sebagai penggerak ekonomi daerah di tengah percepatan transformasi digital.

“Kami melihat anak muda sebagai game changer dalam pertumbuhan ekonomi. Karena itu, Bank Sumsel Babel hadir bukan hanya sebagai penyedia layanan keuangan, tetapi sebagai mitra strategis yang mendorong lahirnya wirausaha muda yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing tinggi.” katanya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bank Sumsel Babel memberikan edukasi langsung mengenai akses pembiayaan kredit UMKM. Kegiatan ini juga menghadirkan UMKM binaan unggulan Cabang Lahat Keripik Keraton, Nono Nyemil, Kagumai Kopi, Mama Bakery, dan Kedai Cece sebagai bukti nyata bahwa pelaku usaha lokal mampu berkembang dan naik kelas dengan dukungan yang tepat. (https://sumatra.bisnis.com/read/20260520/534/1975177/bank-sumsel-babel-dukung-100000-sultan-muda-lewat-edukasi-keuangan-di-lahat)

Sebelumnya, program serupa juga digelar di Prabumulih pada awal Mei 2026. Asisten I Setda Prabumulih berharap para pemuda setempat dapat memperoleh wawasan baru tentang literasi keuangan, akses pembiayaan, dan pengembangan usaha sehingga mampu bersaing dan menciptakan lapangan kerja baru. (https://www.instagram.com/p/DYMqut3kvUf/?img_index=6)

Di era digital, inklusi keuangan tidak bisa dilepaskan dari akses terhadap layanan perbankan digital. Bank Sumsel Babel terus memperkuat ekosistem ekonomi digital melalui aplikasi BSB Mobile yang menghadirkan inovasi layanan perbankan praktis mulai dari pembelian pulsa, pembayaran listrik dan air, hingga pajak daerah dalam satu genggaman. (https://sumsel.antaranews.com/berita/812022/bank-sumsel-babel-hadirkan-solusi-transaksi-digital-praktis-lewat-bsb-mobile)

PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel Marzuki menyampaikan bahwa transformasi digital menjadi langkah strategis dalam mendukung percepatan inklusi keuangan.

“BSB Mobile kami kembangkan untuk memberikan kemudahan dalam setiap transaksi. Dengan satu aplikasi, nasabah dapat mengakses berbagai layanan perbankan secara praktis dan aman. Transformasi digital ini diharapkan mampu mengubah perilaku transaksi masyarakat dari pola konvensional menuju gaya hidup nontunai.” (https://sumsel.suara.com/read/2026/03/03/200004/bsb-mobile-perkuat-strategi-digital-bank-sumsel-babel-transaksi-harian-kini-lebih-praktis)

Akselerasi digital ini juga diwujudkan melalui berbagai program promo QRIS yang dirancang untuk mendorong transaksi nontunai sekaligus mendukung UMKM lokal. Promo Hello 2026, misalnya, memberikan harga spesial Rp2.026 per transaksi menggunakan QRIS Bank Sumsel Babel pada periode 25 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026. (https://sumsel.suara.com/amp/read/2025/12/24/130941/promo-hello-2026-bank-sumsel-babel-hadir-warga-diajak-bertransaksi-digital-lebih-hemat)

Yang menarik, BSB Mobile juga dimanfaatkan dalam momen-momen spesifik seperti perayaan HUT Kabupaten Lahat ke-157. Bank Sumsel Babel Cabang Lahat menggelar promo belanja Rp157 untuk transaksi kuliner dengan nilai maksimal Rp50.000, bekerja sama dengan UMKM binaan setempat seperti Today’s Heritage, Pure, Filosenia, dan Pempek Oey M3. (https://sumsel.antaranews.com/berita/818235/hut-lahat-ke-157-bank-sumsel-babel-gelar-promo-belanja-kuliner-rp157-lewat-bsb-mobile)

Baca Juga:  Dosen Universitas Bina Darma Raih Penghargaan International Conference

Inklusi keuangan bergerak dari konsep menjadi praktik ketika masyarakat merasakan langsung manfaatnya. Momen Super Grand Prize Tabungan Pesirah yang digelar di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, pada 2 Mei 2026 menjadi katalis yang menarik untuk dicermati.

Bagi Siti Rahma, seorang pedagang somay, kehadiran belasan ribu pengunjung menciptakan lonjakan pendapatan yang tidak biasa. “Pembeli tidak putus dari siang sampai malam. Penjualan bisa naik,” akunya. Lebih dari sekadar volume penjualan, perubahan cara transaksi menjadi pemandangan yang menarik: pertukaran uang tunai nyaris tak terlihat, digantikan oleh QRIS dan BSB Mobile yang membuat proses jual beli lebih ringkas, cepat, dan efisien.

“Sekarang banyak yang bayar pakai QRIS. Lebih cepat dan tidak perlu repot uang kembalian,” kata Siti. Bagi Andi, penjual kopi khas Sumatera Selatan, perubahan ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga peningkatan kapasitas usaha. “Di sini hampir semua pakai QRIS. Kami jadi lebih percaya diri pakai sistem digital,” ujarnya.

PPS Direktur Utama Bank Sumsel Babel Marzuki melihat pendekatan berbasis pengalaman ini sebagai kunci dalam mempercepat adopsi teknologi keuangan. “UMKM tidak hanya berjualan, tetapi juga ikut tumbuh dalam ekosistem digital yang semakin inklusif,” katanya. (https://sumsel.suara.com/amp/read/2026/05/03/225906/super-grand-prize-jadi-pesta-umkm-qris-bank-sumsel-babel-makin-jadi-andalan-transaksi)

Event ini juga menjadi ruang pemasaran bagi pelaku UMKM lokal. Pemimpin Divisi Pengembangan Produk dan Pemasaran Bank Sumsel Babel, Rozali Anton, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bank dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan. “Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa setiap kegiatan besar yang dilaksanakan tidak hanya memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi pelaku UMKM lokal,” ujarnya. (https://sumatra.bisnis.com/read/20260502/534/1970838/pemprov-sumsel-bank-sumsel-babel-dukung-umkm-lewat-grand-prize-pesirah)

 

Penutup

Indeks inklusi keuangan nasional 80,51 persen adalah capaian yang patut diapresiasi. Namun, di balik angka itu ada pertanyaan yang tak kalah penting: seberapa dalam pemahaman masyarakat terhadap layanan yang mereka akses? Apakah seorang nelayan di Kepulauan Bangka Belitung memahami risiko dan manfaat produk keuangan yang digunakannya? Apakah seorang penyandang disabilitas di Palembang dapat mengakses layanan perbankan dengan setara dan bermartabat?

 

Bank Sumsel Babel telah membuktikan bahwa literasi dan inklusi keuangan tidak bisa dijalankan secara parsial. Dibutuhkan pendekatan yang menyeluruh—dari kampanye menabung sejak dini di bangku sekolah, program edukasi keuangan bagi calon wirausaha muda Sultan Muda, layanan ramah disabilitas yang aksesibel, hingga digitalisasi transaksi melalui BSB Mobile dan QRIS yang menjangkau pedagang kecil di pasar tradisional.

 

Perjalanan menuju inklusi keuangan yang sejati masih panjang. Target nasional indeks inklusi keuangan 98 persen pada 2045 sesuai arah pembangunan jangka panjang Indonesia adalah cita-cita besar. Namun, dengan kolaborasi antara pemerintah, regulator seperti OJK, dan bank pembangunan daerah seperti Bank Sumsel Babel, fondasi yang kokoh sedang dibangun—satu rekening pelajar, satu layanan ramah disabilitas, satu wirausaha muda melek keuangan, dan satu transaksi digital pada satu waktu.#udi

Komentar Anda
Loading...