
Palembang, BP- Sebagai salah satu Bank Pembangunan Daerah (BPD) dengan aset terbesar di luar Pulau Jawa, Bank Sumsel Babel saat ini berada di persimpangan penting antara ekspansi agresif di sektor riil dan tuntutan tata kelola yang akuntabel. Memasuki semester II 2025, bank yang melayani dua provinsi ini tidak hanya mencatatkan laba yang melampaui target, tetapi juga menghadapi pengawasan publik yang intensif terkait manajemen risiko dan penegakan prinsip kehati-hatian.
Fakta menunjukkan dua sisi yang kontras: di satu sisi, bank ini mampu membukukan laba bersih lebih dari Rp500 miliar dalam setahun dan dinilai layak oleh lembaga pemeringkat nasional. Di sisi lain, sorotan tajam dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) hingga aparat penegak hukum menyoroti kelemahan dalam menyalurkan kredit produktif, termasuk dugaan praktik fiktif yang merugikan negara. Karya jurnalistik ini akan menilik bagaimana bank milik masyarakat Sumatera Selatan dan Bangka Belitung ini mengelola keseimbangan antara peran strategis ekonomi dan kepatuhan terhadap prinsip tata kelola yang baik.
Dalam puncak perayaan HUT ke-68 Bank Sumsel Babel yang mengusung tema “Change to Accelerate”, jajaran komisaris dan direksi menegaskan visi besar: menjadikan bank ini sebagai lembaga keuangan yang kompetitif sekaligus menjadi mitra utama pemerintah daerah dalam menggerakkan roda ekonomi. (https://sumatra.bisnis.com/read/20251109/534/1927335/bank-sumsel-babel-target-perkuat-finansial-lewat-inovasi-dan-digitalisasi).
Komisaris Utama Edward Candra menekankan bahwa ke depan, perseroan tidak hanya harus fokus pada perubahan, tetapi juga pada adaptasi, pelayanan optimal, serta strategi keuangan yang moderat. “Langkah itu harus ditempuh lebih cepat, tapi tetap dengan kehati-hatian dan selalu inovasi,” ujarnya. (https://sumatra.bisnis.com/read/20251109/534/1927335/bank-sumsel-babel-target-perkuat-finansial-lewat-inovasi-dan-digitalisasi)
Direktur Operasional Festero Mohamad Papeko menambahkan bahwa perubahan utama yang harus dikejar adalah pencapaian tata kelola yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan kepercayaan dari nasabah, dengan visi misi yang jelas sebagai kompas perjalanan perusahaan ke depan. Target perkuatan finansial melalui inovasi dan digitalisasi ini menjadi fondasi bagi peran strategis bank dalam mendorong pembangunan daerah. (https://sumatra.bisnis.com/read/20251109/534/1927335/bank-sumsel-babel-target-perkuat-finansial-lewat-inovasi-dan-digitalisasi)
Salah satu pilar utama tata kelola perusahaan yang baik adalah transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan aset. Bank Sumsel Babel menunjukkan komitmennya melalui penyelenggaraan lelang aset secara serentak bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di tiga wilayah: Pangkalpinang pada 19 Mei 2026, Lahat pada 21 Mei 2026, dan Palembang pada 3 Juni 2026.
Direktur Keuangan Amrul Muslimin menyampaikan bahwa lelang serentak ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan nilai guna aset yang belum produktif. “Melalui lelang ini, kami ingin memastikan aset yang belum produktif dapat dimanfaatkan kembali secara optimal sehingga mampu memberikan nilai tambah, baik bagi perusahaan maupun masyarakat,” jelasnya. Ia menegaskan, kegiatan ini tidak semata berfokus pada penyelesaian kredit bermasalah, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendorong perputaran ekonomi di daerah.
Seluruh proses lelang dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, dengan pengawasan dari Divisi Manajemen Aset Khusus serta unit terkait guna memastikan transparansi dan akuntabilitas. Hal ini merupakan wujud penerapan prinsip GCG di lingkungan Bank Sumsel Babel. (https://sumatra.bisnis.com/read/20260419/533/1967683/perkuat-tata-kelola-bank-sumsel-babel-lelang-aset-di-tiga-kpknl)
Tata kelola yang baik juga membutuhkan sinergi dengan aparat penegak hukum. Pada November 2025, Bank Sumsel Babel bersama seluruh cabang di wilayah Kepulauan Bangka Belitung menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung serta seluruh Kejaksaan Negeri di wilayah tersebut. Kerja sama ini bertujuan menghadirkan sinergi antara lembaga keuangan daerah dan aparat penegak hukum dalam menjaga integritas, kepatuhan, dan profesionalisme operasional perbankan, sekaligus memperkuat pencegahan korupsi. (https://banksumselbabel.com/id/news/4430/)
Sebelumnya, pada Juni 2024, bank ini juga telah menandatangani MoU dengan Kepolisian Daerah (Polda) Bangka Belitung mengenai keamanan, penegakan hukum, peningkatan kapasitas SDM, dan pemanfaatan layanan perbankan. Direktur Utama Achmad Syamsudin menyatakan bahwa peningkatan keamanan dan kapasitas SDM akan membantu Bank Sumsel Babel memberikan layanan terbaik kepada nasabah. (https://banksumselbabel.com/en/news/4381/bank-sumsel-babel-bank-sumsel-babel-and-the-bangka-belitung-regional-police-polda-babel-signed-an-important-memorandum-of-understanding-mou)
Di tengah tekanan perubahan iklim global, Bank Sumsel Babel mempertegas komitmennya terhadap pelestarian lingkungan melalui program keberlanjutan (sustainability) yang diterapkan di seluruh aspek operasional. Direktur Utama Achmad Syamsudin mengungkapkan bahwa keberlanjutan kini menjadi isu sentral dan bagian integral dari strategi bisnis bank. “Kami percaya bahwa keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab moral, tetapi juga meliputi seluruh elemen kunci untuk pertumbuhan jangka panjang dan keberlangsungan kegiatan bisnis bank,” ujarnya.
Program ini mencakup berbagai inisiatif: penerapan konsep green banking (perbankan hijau), efisiensi energi di semua kantor cabang, serta perluasan pembiayaan bagi proyek-proyek ramah lingkungan. Bank juga berinvestasi dalam teknologi digital untuk mengurangi penggunaan kertas, seperti penggunaan digisign aplikasi tanda tangan digital internal. (https://babelupdate.com/bank-sumsel-babel-komitmen-kelola-ekosistem-keuangan-daerah-dan-mitra-bisnis-secara-terintegrasi/#primary)
Dalam ranah keuangan berkelanjutan, Bank Sumsel Babel telah menyusun Rencana Aksi Keuangan Berkelanjutan (RAKB) Tahun 2025-2029 sebagai payung penerapan prinsip keuangan berkelanjutan lima tahun ke depan. Hal ini merujuk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 51/POJK.03/2017 tentang Penerapan Keuangan Berkelanjutan, dengan memperhatikan target pemerintah mencapai Net Zero Emission (NZE) serta transisi menuju ekonomi rendah karbon. (https://banksumselbabel.com/storage/Attachment/1745394724341456839.pdf#55#11)
Dari sisi tanggung jawab sosial, bank ini menjalankan program prioritas rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) di Sumatera Selatan dan Kepulauan Bangka Belitung. Pemimpin Divisi Sekretaris Perusahaan Teddy Kurniawan menyatakan, program ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah. (https://sumsel.antaranews.com/berita/794913/bank-sumsel-babel-catat-kinerja-positif-laba-lampaui-target-di-semester-i-2025?)
Peran strategis Bank Sumsel Babel sebagai bank daerah terwujud nyata melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada tahun 2025, bank menyiapkan dana sebesar Rp1,6 triliun untuk membantu pelaku usaha kecil di Sumsel dan Babel. Direktur Utama Achmad Syamsudin menegaskan, fokus penyaluran diberikan kepada usaha kecil di sektor-sektor potensial seperti pertanian, perkebunan sawit, peremajaan kelapa sawit, pemanfaatan limbah, hingga pengembangan peternakan. “Untuk kredit produktif kita mendapat jatah KUR Rp1,6 triliun dan inilah kesempatan kita mencari kerja sama di sektor yang bisa dikembangkan karena kekuatan kita ada di petani,” ujarnya. (https://babel.antaranews.com/berita/468557/bank-sumsel-babel-siapkan-dana-kur-rp16-triliun)
Pelaku UMKM tidak hanya diberikan modal, tetapi juga pelatihan dan pendampingan. Verawati, pelaku UMKM keripik Juve, mengakui bahwa suntikan modal melalui KUR memberikan dampak pertumbuhan positif bagi usahanya yang dirintis sejak Januari 2017. “Sejak menjadi mitra binaan Bank Sumsel di tahun 2019, saya mudah memanfaatkan fasilitas kredit dengan bunga ringan dari KUR dan pengembalian angsurannya ringan jadi sangat membantu kami sebagai pelaku usaha mikro,” tuturnya. Ia juga sering diikutkan pameran sehingga produknya semakin dikenal masyarakat. (https://babel.antaranews.com/berita/482533/program-kur-bank-sumsel-babel-dorong-pertumbuhan-ekonomi-daerah)
Tak hanya KUR, bank ini juga aktif dalam program pemberdayaan lainnya, termasuk penyaluran KUR bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan dukungan terhadap program peremajaan kelapa sawit yang sudah berusia tua di Bangka Belitung. (https://babel.antaranews.com/berita/468557/bank-sumsel-babel-siapkan-dana-kur-rp16-triliun)
Sehingga wajar kalau Bank Sumsel Babel tetap mencatatkan kinerja keuangan yang solid sebagai bentuk komitmen menjaga kepercayaan pemegang saham dan masyarakat. Hingga September 2025, total aset tercatat sebesar Rp39,8 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp32 triliun, dan laba bersih Rp521 miliar. Rasio Kecukupan Modal (CAR) mencapai 22,39 persen, jauh di atas ketentuan regulator, sementara rasio kredit bermasalah (NPL) tetap terjaga di level rendah 0,63 persen per Juni 2025. (https://sumsel.antaranews.com/berita/794913/bank-sumsel-babel-catat-kinerja-positif-laba-lampaui-target-di-semester-i-2025)
Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 yang digelar 12 Februari 2026, dividen sebesar Rp302,9 miliar atau 60 persen dari laba bersih yang mencapai Rp504,99 miliar resmi disahkan. Rasio permodalan (KPMM) tercatat 23,68 persen, NPL net 0,72 persen, Loan to Deposit Ratio (LDR) 84,32 persen, dan Return on Equity (ROE) 10,55 persen.
Sebagai bentuk pengakuan atas kinerja dan tata kelola, Bank Sumsel Babel memperoleh peringkat idA+/Stable (Single A Plus; Stable Outlook) dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (PEFINDO) untuk periode 1 Oktober 2025 hingga 1 Oktober 2026, mencerminkan kemampuan bank dalam memenuhi kewajiban keuangan jangka panjang dengan tingkat risiko relatif rendah. (https://sumsel.suara.com/amp/read/2026/02/18/170308/dividen-bank-sumsel-babel-2025-rp3029-miliar-disahkan-dalam-rups-tahunan)
Penutup
Bank Sumsel Babel telah membuktikan diri sebagai motor penggerak ekonomi daerah: penyaluran KUR yang masif, komitmen pada keuangan berkelanjutan, serta sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan menjadi bukti peran strategisnya. Capaian finansial dan pemeringkatan nasional menunjukkan bahwa bank ini memiliki fondasi yang kuat.
Di tengah dinamika ekonomi daerah yang terus bergerak dan tuntutan publik akan transparansi yang semakin tinggi, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Bank Sumsel Babel menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan akuntabilitas? Jawabannya tidak hanya akan menentukan nasib bank itu sendiri, tetapi juga masa depan ekonomi dua provinsi yang menjadi tanggung jawabnya. Publik, sebagai pemilik bank melalui pemerintah daerah, berhak mengawal dan memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola benar-benar berpihak pada kepentingan rakyat banyak dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.#udi