Rp120 Miliar Untuk Penanganan Pandemi Covid-19 di Sumsel

19
BP/IST
Suasana rapat koordinasi terkait penanganan pandemi Covid-19 bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel di ruang rapat Komisi V DPRD Sumsel, kemarin (30/3).

Palembang, BP
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) mengalokasikan dana sebesar Rp120 milyar untuk penanganan pandemi Covid-19 yang kini tengah mewabah.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi V DPRD Sumsel Susanto Adjis,SH usai memimpin rapat koordinasi terkait penanganan pandemi Covid-19 bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel di ruang rapat Komisi V DPRD Sumsel, kemarin (30/3).

“Dari total Rp120 milyar dana yang dianggarkan ini Rp103 milyar diantaranya merupakan anggaran dari Dinkes, Rp8 milyar di BPBD dan Rp9 milyar di Dinsos Sumsel,” kata Susanto Adjis SH.

Menurut Susanto yang juga sebagai ketua Fraksi PDIP Sumsel ini dari penjelasan yang disampaikan Kabid Yankes Dinkes Sumsel, dr Syamsuddin alokasi dana Rp103 milyar ini diantaranya diperuntukkan buat pembelian 600 set Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis di sejumlah RS yang ditunjuk sebagai Rumah Sakit (RS) rujukan pasien Covid-19 baik yang masuk kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun yang sudah positif terjangkit Covid-19.

Baca Juga:  Wacana Penundaan Pilkada Serendak Desember 2020 Lantaran Covid-19 , DPRD Sumsel Nilai Kurang Bagus

Selain itu akan diperuntukkan untuk pembelian 600 set rapid test serta 2.500 set VTM (Virus Transfer Media).
Tak hanya itu, Susanto yang didampingi Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Mgs H Syaiful Padli,ST,MM juga menyebut akan dianggarkan bagi insentif tenaga medis yang menangani PDP di RS. Besarannya, meliputi untuk dokter spesialis Rp15 juta,dokter umum Rp10 juta, perawat Rp7,5 juta serta Rp7 juta untuk tenaga kesehatan dan tenaga lain yang turut membantu.

Baca Juga:  Anggota DPRD OI Dengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI

“Kalau dari penjelasan Dinkes tadi untuk insentif ini dialokasikan hingga Rp29 Mei mendatang. Berkaca dengan penangann pandemi Covid-19 di Wuhan beberapa waktu lalu. Tapi semoga saja di Indonesia akan segera berakhir terlebih untuk umat muslim tak lama lagi akan menyambut bulan suci ramadhan,” kata Mgs Syaiful Padli.

Sedangkan Kabid Yankes Dinkes Sumsel dr Syamsuddin mengatakan, mereka rapat dengan Komisi V DPRD Sumsel untuk laporan kondisi persiapan penanggulangan covid-19 dan kendala dihadapi TAPD.

Baca Juga:  Ahuwa Ditemukan Tewas Terkelungkup

“Kita kurang alat pelindung diri, lalu beberapa alat pemeriksaan masih kurang, ya kita beli dan upaya mencari,” katanya.

Untuk VTM (Virus Transfer Media) saat pihaknya punya sebanyak 150.

“ Yang kita pesan 2500, mudahan –mudahan kasusnya tidak banyak,” katanya.#osk

Komentar Anda
Loading...