14 Lokasi Pohon Tumbang Dan Tower Roboh di Palembang

Pemkot Palembang dibantu aparat kepolisian terus melakukan pembersihan pohon tumbang dan tower roboh di Palembang, Jumat (27/12).
Palembang, BP
Hujan deras disertai angin kencang terjadi di wilayah Palembang. Akibatnya, banyak pohon tumbang dan beberapa daerah terendam banjir selain itu terjadi tower roboh sehingga mengganggu lalu lintas di kota Palembang, Kamis (26/12) malam.
Dari catatan kejadian pohon tumbang dan tower yang roboh di kota Palembang baru terdata sebanyak 14 (Empat belas).
Tercatat hingga malam tadi lokasi yang terjadi pohon tumbang di kota Palembang adalah diantaranya di Jalan Makrayu 30 Ilir Kecamatan IB-II Palembang, Jalan Balito Kelurahan Puncak Sekuning Kecamatan IB-I Palembang, Jalan Talang Kerangga Kel. 32 Ilir Kecamatan IB-II Palembang, Jalan Panca Usaha Kecamatan SU-I Palembang, Jalan Veteran Kecamatan IT-II Palembang.
Lalu Jalan Anwar Sastro Depan Kantor Disnaker Kota Palembang (Tower Roboh), Jalan Jaksa Agung R. Suprapto Kecamatan IB-I Palembang, Jalan Basuki Rahmad Depan Rs. Hermina Kec. Kemuning Palemban, Jalan Tanjung Si Api-api (arah bandara depan TIKI) Kecamatan Sukarami Palembang, Jalan A. Yani Depan Gloria Kecamatan SU-II Palembang, Pasar Palimo Belakang Rs. Mata
Selain itu Jalan Soak Sukawinatan Kecamatan Sukarami Palembang, Jalan . PDAM Kecamatan IB-I Palembang, Parkiran PSCC/Mall Palembang Icon Kecamatan IB-I Palembang.
Dari semalam hingga pagi ini pihak Pemkot Palembang dibantu aparat kepolisian terus melakukan pembersihan pohon tumbang dan tower roboh di Palembang.
Sementara Kasi Data dan Informasi dari BMKG SMB II Palembang, Bambang Beni menyebut adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin Kencang. Di mana hal ini terjadi seiring masuknya musim hujan di wilayah Sumsel pada skala meteorologi dengan indikasi menguatnya Angin Muson Cina Selatan.
“Cuaca ekstrim kali ini mengakibatkan beberapa kerusakan bangunan, jaringan listrik PLN dan robohnya pohon dan sebagainya di wilayah Kota Palembang dan sekitarnya,” kata Bambang.
Secara lokal, hal ini diakibatnya adanya Awan Konvektif Cumulonimbus dalam bentuk Single Cumulonimbus karena petumbuhan awan Cumulonimbusnya relatif sendiri/single. Hal ini bahkan bisa mengakibatkan perbedaan tekanan dan suhu yang cukup signifikan antara daerah yang terpapar hujan dan di sekitarnya yang belum terpapar hujan sehingga menyebabkan angin kencang.
“Perubahan karakteristik permukaan bumi atau tanah yang relatif rata akibat pembukaan lahan, kebakaran hutan dan minimnya pepohonan atau hutan membuat potensi angin kencang pada wilayah berkarakteristik seperti ini akan berpotensi sering terjadi. Kondisi ini biasanya pada pagi hari menjelang siang ditandai dengan kenaikan temperatur yang signifikan dan udara terasa terik,” katanya.
Secara regional, hal ini juga diakibatkan adanya Badai Tropis Phanfone di Laut Cina Selatan menyebabkan adanya pertemuan massa udara (konvergensi) di wilayah Sumsel yang meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan (cumulonimbus) berpotensi hujan disertai petir dan angin kencang pada siang-sore hari dan potensi hujan ringan pada malam hari yang berlangsung lama.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap update peringatan dini cuaca ekstrem di aplikasi infoBMKG. Apabila udara terasa terik pada pagi menjelang siang waspada potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada sore harinya,” kata Bambang.#osk