AGSI Sumsel Ikuti Persamuhan Nasional Pendidik Pancasila di Jatim

84

Berkaitan dengan pendidikan saat ini dimana siswa banyak belajar dari media.

Sujiwo menegaskan bahwa guru, orang tua, kyai, tidak dapat  tergantikan oleh media apapun. Karena media ini tidak memberikan keberkahan. Keberkahan hanya dapat dari sopan santun dan mencium tangan gurunya.

Menurut Sumardiansyah, pada hakikatnya Pancasila berakar dan lahir dari Sejarah, maka menggunakan pendekatan sejarah dalam mengkontekstualisasikan nilai-nilai luhur Pancasila yang terkandung melalui peristiwa masa lalu dan keteladanan para pendiri bangsa adalah sebuah keniscayaan bagi seorang Pendidik Pancasila.

Baca Juga:  Fitrianti- Nandri Laporkan   Indikasi Kecurangan  Pilkada  ke Bawaslu Palembang

“Dalam konteks pendidikan, pancasila adalah milik semua mata pelajaran, seorang pendidik pancasila harus mampu menggali nilai-nilai pancasila yang terkandung dalam mata pelajarannya masing-masing untuk kemudian direfleksikan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Sumardiansyah

Persamuhan Pancasila yang telah terlaksana dengan lancar dan berguna bagi guru-guru Sejarah, Pkn , Seni dan Agama ini ditutup dengan pergelaran seni antara lain pentas Angklung yang diikuti juga oleh 500 guru-guru seIndonesia.

Baca Juga:  Terbentuk "Pasirah Adat" Program Utama Lembaga Adat Sumsel

Dan para guru-guru ini tidak hanya pembekalan tentang sejarah Pancasila saja tapi para guru-guru diberi satu angklung sebagai oleh-oleh mereka dalam Persamuhan Pancasila berkat kerjasama BPIP dan AGSI.#osk

Komentar Anda
Loading...