Serunya Belajar Seni Rupa di Taman Budaya Sriwijaya Hingga Lupa Makan

Ratusan anak-anak dari SMP, SMA hingga guru kesenian antusias mengikuti kegiatan edukasi workshop tentang seni rupa di Taman Budaya Sriwijaya, Kamis (17/7). Sangkin senangnya membuat berbagai kerajinan dari bahan katalis dan recin, hingga mereka lupa makan siang.
Palembang, BP
Ratusan anak-anak dari SMP, SMA hingga guru kesenian antusias mengikuti kegiatan edukasi workshop tentang seni rupa di Taman Budaya Sriwijaya, Kamis (17/7). Sangkin senangnya membuat berbagai kerajinan dari bahan katalis dan recin, hingga mereka sendiri lupa makan siang.
Workshop yang digelar UPTD Taman Budaya Sriwijaya bekerjasama dengan seniman perupa diikuti kalangan masyarakat, pelajar, mahasiswa dan guru-guru SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi dan sanggar termasuk ada perwakilan dari Muaraenim, Prabumulih ini bertujuan memberikan keterampilan seni rupa yang akan menyokong pariwisata di Sumatera Selatan (Sumsel).
Seniman sekaligus pelatih seni rupa Rudi Mariyanto mengatakan, bahwa selama ini belum pernah ada workshop seni rupa seperti ini. Tentu ini yang pertama kali diadakan dan disambut dengan baik.
“ Kegiatan seni rupa ini sudah dua hari, tehnik yang diberikan disini tehnik cetak alternatif, bagaimana suatu karya seni rupa yang bisa di gandakan yang bentuknya seperti souvenir, patung-patung kecil, gantungan kunci, bros, manik-manik yang diajarkan di workshop cetak tiga dimensi ini,” katanya sembari mengatakan workshop 3 dimensi ini baru pertama di Sumsel.
Dijelaskannya para peserta yang banyak anak-anak dalam worksop ini diberikan edukasi pengetahuan tentang bahan , cara mencetak, bagaimana mereproduksinya.
“ Harapan kita kedepan Sumsel memiliki souvenir-souvenir yang menarik seperti di Yogyakarta, kemarin kita buat dulu modelingnya akhirnya bisa dilihat ada bentuknya kapal, ikan belido semoga itu menambah kreativitas siswa di Sumsel,” kata sembari mengatakan, kalau bahan yang digunakan merupakan pengembangan dari bahan-bahan kimia dan limbah-limbah kayu untuk dijadikan souvenir dan pernak pernik.

Ratusan anak-anak dari SMP, SMA hingga guru kesenian antusias mengikuti kegiatan edukasi workshop tentang seni rupa di Taman Budaya Sriwijaya, Kamis (17/7). Sangkin senangnya membuat berbagai kerajinan dari bahan katalis dan recin, hingga mereka lupa makan siang.
“ Disini ada empat tehnik yang kita ajari, tehnik percetakan profesional menggunakan silokon, tehnik cetak tunggal, tehnik cetak reproduksi, ada bahan yang kita siapkan dari rubber silikon ada tidak pakai cetakan cuma satu di cetak, satu kali jadi, ada cetak alternatif dengan bahan bahan alternatif yang ada di toko bangunan seperti lem kaca, terus ada sagu, baby oil, lemkaca kita gabung sehingga anak-anak melakukannya di rumah harapannya seperti itu, “katanya.
Sedangkan salah satu peserta yang merupakan siswi SMA 10 Palembang kelas III , Isabella mengaku banyak ilmu yang dia dapat dalam workshop kali ini.
“Kalau kendala banyak , kami itu bikin semacam kerajinan, nah karena bahan untuk pengerasannya terlalu banyak hasilnya tidak bagus,” katanya sembari mengatakan, akan mengimplementasikan ilmu yang didapat disekolah.
Salah satu peserta, Muhammad Zaki Purnomo mengatakan, kalau dirinya membuat miniatur orang-orangan dengan bahan recin dan katalis.
“ Sejenis plastik , dicairkan dulu , keras jadi kayak plastik, pertama cairan katalis kita ambil diteteskan dengan recin (pengeras) lalu di tuangkan dalam cetakan ditunggu selama 20 menit lalu di buka dan hasilnya seperti ini,” katanya.
Karena pembuatannya di bimbing oleh para pembimbing maka pembuatannya menjadi mudah.
“Apalagi cairan ini jika kena tangan panas , makanya harus hati-hati, harus pakai sarung tangan, masker,” kata pria yang merupakan guru seni di SMP Al Azhar Sriwijaya, Jakabaring .
Zaki mengaku ilmu yang di dapat ini akan diterapkan di sekolahnya dengan menggunakan bahan yang sederhana dulu seperti menggunakan cairan cuci piring dan lem kaca yang mudah di cari.
Kepala UPTD Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, H Thontowi HEP mengatakan, yang mengikuti workshop tentang seni rupa sekitar 100 orang dari kalangan masyarakat, pelajar, mahasiswa dan guru-guru SD, SMP, SMA, perguruan tinggi dan sanggar termasuk ada perwakilan diantaranya dari Kabupaten Muaraenim, Kota Prabumulih.
“Lihat mereka seneng sekali mengikuti kegiatan ini, seperti bermain saja, bukan cuma teori tapi juga praktek juga diajarkan disini,” katanya.#osk