Ma’ruf Cahyono Memotivasi Mahasiswa IAIN Purwokerto

Purwokerto, BP–Sesjen MPR Ma’ruf Cahyono cukup lihai memotivasi mahasiswa agar bersemangat menyelesaikan perkuliahan. Rajin dan tekun belajar merupakan kunci sukses meraih cita-cita. “Ketika saya kuliah di Fak Hukum Unsoed, hanya 11 orang yang memilih jurusan Tata Negara. Jurusan Tata Negara ketika itu kurang populer, karena kurang diminati mahasiswa,” ujar Ma’ruf ketika memberi kuliah umum di hadapan ratusan mahasiswa IAIN Purwokerto beberapa hari lalu.
Semasa kuliah pada pertengahan tahun 80 an kata Ma’ruf, belajar dan semangat tetap dilakoni agar segera menyelesaikan kuliah. Meski peluang mencari kerjaan dari jurusan tata negara sangat kecil, namun Ma’ruf tetap semangat, sehingga dia menyelesaikan kuliah tepat waktu. “Pada zaman itu jurusan tata negara nyaris kurang mendapat tempat. Tapi, setelah reformasi bergulir 1998, sejak itulah tata megara mulai diperhitungkan. Dan hingga sekarang, malah jurusan tata negara terbilang paling laris. Pakar hukum tata negara selalu diminta sebagai pembicara dan nara sumber membahas amandamen UUD serta menyangkut ketatanegaraam,” kata Ma’ruf disambut tepuk tangan meriah mahasiswa jurusan Tata Negara.
Untuk menyelesaikan kuliah tepat waktu serta memiliki milai bagus, lanjut dia, buatlah skripsi lebih awal. Sedangkan untuk memilih judul skripsi gak perlu bingung. “Datang aja ke MPR bila perlu ke ruangan kerja saya. Saya akan bantu, karena MPR lah gudangnya judul yang berkaitan dengan tata negara,” tegas Ma’ruf. “Itulah yang saya lakukan hingga kuliah S3 di Universitas Jayabaya,” tambahnya.
Ma’ruf mengimbau para mahasiswa terutama jurusan tata negara supaya memahami dan melaksanakan Pancasila di tengah masyarakat. Bahkan, mahasiswa mesti mensosialisasikan Pancasila, UUD, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI ke seluruh elemen masyarakat, mulai dari PAUD,” tuturnya. “Pancasila harus kita tempatkan di posisi paling tinggi dan terhormat, karena para pendiri bangsa ini telah sepakat menjadikannya sebagai, falsafah, jati diri dan dasar negara Indonesia,” jelasnya. #duk