Salah Paham, Emak-emak Adu Senjata Tajam Hingga Kepala Bocor

68
illustrasi/tribun

Lahat, BP–Gara-gara salah paham, dua emak-emak di Desa Kota Raya Lembak, Kecamatan Pajar Bulan, Kabuapaten Lahat, Sumatera Selatan adu mulut hingga berkelahi dengan masing-masing menghunus senjata tajam. Akibatnya satu di antaranya luka bocor di bagian kepala.

Kejadian yang sempat membuat heboh masyarakat desa ini diketahui setelah Elia Narni (54), melapor ke Polsek Pajar Bulan. Elia mengaku menjadi korban kekerasan yang dilakukan Yani (40), hingga dirinya jatuh dengan posisi kepala membentur jalan.

Baca Juga:  Wakapolda Sumsel Serahkan Reward Paket Ibadah

Dari informasi yang didapat, perkelahian antar-emak-emak yang berseberangan rumah ini, dimulai ketika Elia sedang ngerumpi dengan mertua Yani. Dengan wajah garang, Yani menuding Elia sedang membicarakan dirinya. Sambil mengatakan, “jangan banyak omong, kagek aku bacok leher kau”.

Elia pun spontan membalas ucapan Yani, ia mengatakan tidak sedang membicarakan Yani. Mendengar balasan dari Elia, emosi Yani memuncak. Yani sempat masuk ke dalam rumah, dan keluar dengan senjata tajam jenis arit, sambil mendekati Yani.

Baca Juga:  Reza Ar Rozaq Dianiaya Pria yang Diduga Menggelapkan Sertifikat Tanah 

Merasa ditantang, Elia pun masuk ke dalam rumahnya mengambil sajam jenis kujur. Keduanya pun saling berhadapan. Tiba-tiba Yani langsung menarik rambut Elia, dan mendorongnya hingga terjatuh di jalan.

“Sempat dilerai warga, bahkan sajam milik korban sempat direbut warga,” terang Kapolres Lahat  AKBP Ferry Harahap, SIK melalui Kapolsek Pajar Bulan, AKP Kaifani, Kamis (28/2).

Elia rupanya masih belum menyerah, ia kembali berdiri. Sayangnya Yani kembali dengan mudah mendorong Elia hingga terjatuh. Hingga membuatnya mengalami luka robek di kepala bagian belakang, juga luka lecet di bagian lutut kaki kiri dan kanan. Perkelahian kedua emak-emak ini berakhir ketika warga berhasil melerai keduanya.

Baca Juga:  Hot Spot di Sumsel Melonjak Tinggi

“Motif sementara karena cek-cok biasa. Pelaku merasa korban sedang membicarakan dirinya. Belum tahu ada motif lain atau tidak, kita masih lidik untuk perkembangan selanjutnya,” ujar Kaifani.#ris

Komentar Anda
Loading...