PKS Komitmen Mensyiarkan Kitab Kuning

Jakarta, BP–Ketua Fraksi PKS DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan, pihaknya berkomitmen menjaga dan mensyiarkan Kitab Kuning sebagai warisan ulama dan pesantren. Terbukti penyelenggaraan lomba baca kitab kuning bisa berlangsung tiap tahun tiga kali berturut-turut.
“Fraksi PKS menjadi pionir penyelenggara Lomba Baca Kitab Kuning di Parlemen Indonesia. Sejak zaman kemerdekaan, baru Fraksi PKS menyelenggarakan perlombaan semacam ini untuk menjaga warisan ulama dan pesantren,” kata Jazuli Juwaini di Sekretariat Fraksi PKS Gedung DPR Jakarta, Rabu (10/10) saat memberikan sambutan pembukaan acara lomba.
Menurut Jazuli, penyelenggaraan lomba baca kitab kuning dilaksanakan di Gedung DPR/MPR RI Senayan merupakan pertama kali digelar setelah indonesia merdeka. Dan Fraksi PKS ingin menghadirkan tradisi di gedung wakil rakyat agar semangat mencintai dan memuliakan ulama.
Alasan diselenggarakannya di gedung DPR kata Jazuli, agar DPR semakin menempatkan ulama dan pesantren dalam posisi terhormat. Bahkan diharapkan 60 persen anggota DPR bisa baca kitab kuning. .
Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf mengapresiasi langkah Ketua Fraksi PKS DPR dan jajarannya karena selalu menciptakan terobosan baru. “Lomba baca kitab kuning di gedung parlemen inilah terobosan baru dan akan didatangi oleh mereka yang cinta warisan ulama,” kata Salim.
Menurut Salim Segaf, PKS benar-benar mencintai pesantren yang di dalam lahir para ulama berjuang untuk negeri. Inilah warisan ulama yang harus dipelihara. “Kalau perhatian kita terhadap kitab kuning terus ditingkatkan insya Allah akan lahir ulama yang ikhlas dan akan menjadikan bangsa ini penuh keberkahan,” paparnya.
Dikatakan, lomba baca kitab kuning ketiga Fraksi PKS kali ini juga diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 22 Oktober dan Milad Fraksi PKS ke-14. Dewan Juri di antaranya Muslih Abdul Karim (Pengasuh Ponpes Baitul Qur’an) Syuhada Syarkun (Pengasuh Ponpes Tebuireng), Ali Ahmadi (Pengasuh Ponpes Al Hayah)
Peserta berasal dari 12 provinsi dengan total 802 orang, terdiri atas 115 peserta putri dan 687 putra. Jika ditotal dari tahun pertama 3.173 orang dari berbagai pesantren di seluruh Indonesia.
Setelah melalui proses perlombaan dan penjurian, diperoleh juara 1. Muftiah, dari Provinsi Banten, Ponpes Darul A’rof Serang. 2. Sofiatul Ummah, Provinsi DKI Jakarta, Ponpes Nurudh Dhalam. 3. Muhammad Habib Yusra, Provinsi Riau, Ponpes Al Munawwaroh. Juara Harapan 1. Siti Rohmah Jamaludin, Sulawesi Selatan, Ponpes Salafiyah Makasar.2. Hilman Muhammad Ismail, Jawa Timur, Ponpes Al Hikam Malang. 3. Ade Muhammad Kadafi, Jawa Tengah, Ponpes Darul Mustofa Karang Anyar. #duk