Seniman M Ali Ujang Akhirnya Dirawat di Rumah Sakit Bari

42
Walikota Palembang H Harnojoyo didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Palembang H Sudirman Tegoeh mengunjungi rumah Mang Ujang, Rabu (11/10). BP/IST

Palembang, BP–Hanya bisa tergolek lemah di kamar tidurnya yang sederhana dalam rumah berada di jalan Pangeran Sido Ing Lautan RT 18 RW 04 Kelurahan Kedukan Bukit, Kecamatan 35 Ilir, M Ali Ujang kini hanya ditemani istrinya, Zaenab yang setia mengurus keperluan Ujang selama ini.

Mang Ujang, sapaan akrab di kalangan seniman Palembang kini sudah sembilan bulan-an ini tidak bisa beraktivitas normal.

Bahkan dua bulan terakhir, hanya terbaring lemas tak berdaya di tempat tidurnya setiap hari. Vonis alergi pada kulit membuat fisik pria berusia 73 itu lunglai dan hanya bisa berada ditempat tidur.

M Ali Ujang sendiri adalah seorang seniman Palembang. Ia fokus dalam seni tari dan musik khususnya perkusi Melayu. Tahun 1960, awal berkecimpung di seni tari khususnya Melayu sekaligus seni musik. Mang Ujang satu angkatan dengan maestro tari Sumsel semacam Elly Rudi dan Anna Kumari, keduanya pencipta tari Tanggai dan Tepak Keraton.

Baca Juga:  Tinjau Kembali SOP Pekerja LRT Palembang

Banyak penghargaan atas keterlibatan mempertahankan, menjaga sekaligus memperkenalkan tari dan musik Melayu, Palembang selama ini. Ketika tari Serampang 12 dari Sumatera Utara begitu populer ditahun 60-70 an, Mang Ujanglah yang pertama kali memperkenalkannya di Palembang dan Musi Banyuasin di tahun 1998.

Berkat kepiawaiannya menari Serampang 12 dan tarian Melayu lainnya, pria bercucu ini begitu dikenal di lingkungan seniman Melayu. Bahkan dijuluki pakar Tari Serampang 12.

Selama menekuni dunia tari, Mang Ujang membawa nama Palembang ke kancah nasional dan luar negeri. Sebut saja Medan, Pekan Baru dan kota-kota lainnya adalah saksi lihainya tarian Mang Ujang. Di luar negeri, ia lekat dengan kawasan negara Melayu seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam dalam membentangkan kepiawaian seninya.

Baca Juga:  Juronani Mengaku Selalu Menangis Tiap Mengenang Peringatan Perang Lima Hari  Lima Malam di Palembang

Dalam dunia pendidikan Mang Ujang sebagai salah satu pioner dalam memunculkan Fakultas Sendratasik di sebuah universitas swasta di Palembang. Ia menjadi dosen, mengajar ilmu tari khususnya Melayu.

Karena dedikasinya dalam dunia tari dan seni musik itu, Dewan Kesenian Palembang (DKP) tahun 2008 memberikan penghargaan anggon kepada Mang Ujang sebagai seniman Palembang.

Akhirnya Walikota Palembang H Harnojoyo didampingi Kepala Dinas Kebudayaan Palembang H Sudirman Tegoeh mengunjungi rumah Mang Ujang , Rabu (11/10).

Harnojoyo menanyakan kondisi Mang Ujang setelah berbicara sekian lama lalu Harnojoyo berinisiatif membawa Mang Ujang ke rumah Sakit Bari untuk dirawat lebih lanjut.

Baca Juga:  200 Anggota Brimob Ditarik ke Mabes Polri

Kepedulian Wako Palembang H Harnojoyo kepada seniman senior Ali Ujang yang sakit. Dengan motto ” Datang, Lihat dan Bawak ke rumah sakit”. Itulah pemimpin yang merakyat,” kata Kepala Dinas Kebudayaan Palembang H Sudirman Tegoeh di account Facebooknya, Rabu (11/10)

Hal senada dikemukakan Ketua Dewan Kesenian Palembang Vebri Alintani .

“Alhamdulillah, Mang Ujang sudah dirawat di Rumah Sakit Bari Palembang pada sore ini. , ata nama seluruh pengurus Dewan Kesenian Palembang, mengucapkan terima kasih kepada bapak Walikota Harnojoyo, Kepala Dinas Kebudayaan, Sudirman Teguh, pak Camat IB 2 Halim, Suparman Romans, Lurah 35 Ilir Fikri, dan para pihak yang telah membantu. Semoga Mang Ujang cepat sembuh. Amin ya Rabb,” kata Vebri. #osk

 

Komentar Anda
Loading...