RUU RTRI Perkuat Eksitensi Negara

14
rriJakarta, BP
 Anggota Komisi I DPR RI Arief Suditomo menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Radio dan Televisi Republik Indonesia (RTRI)  untuk memperkuat eksistensi negara, sehingga keberadaan  lembaga penyiaran tersebut  harus diperkuat.
“Peran RTRI bukan mencari keuntungan, karena    menyajikan berbagai khazanah keindonesiaan,  kultur, tradisi, budaya, perilaku   sopan-santun,  moralitas sekaligus untuk menjaga kedaulatan NKRI,” ujar Arief Suditomo di ruangan wartawan DPR, Jakarta, Selasa (31/5) .
 Menurut Arief,  anak-anak saat ini lebih senang nonton budaya asing, karena dianggap lebih menarik. Jika hal itu dibiarkan  masa depan bangsa dan negara bisa    terancam. Untuk itu, RRI dan TVRI harus diperkuat melalui RUU RTRI.
Jika masyarakat mendukung dan melaksanakan RUU RTRI kata dia,  RRI dan TVRI   mampu go public, melebihi siaran swasta.  UU ini memberi kesempatan kepada RRI dan TVRI untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM)  professional dan sumber dana.
“Yang jelas,   tugas RRI dan TVRI   untuk kepentingan bangsa dan negara sehingga sangat mulia. Dan saya yakin  rakyat akan rindu dengan TVRI sebagai rumah budaya bangsa,” tutur Arief.
Dia menambahkan, RRI dan TVRI bisa sejajar   dengan BBC, NHK,  dan EBC bahkan akan menjadi penyeimbang industri siaran TV swasta dalam konteks dunia   lebih besar.
Mantan Direktur RRI Kabul Budiono mendukung RUU  RTRI, karena  secara prinsip berbeda dengan swasta. Hanya saja kalau dijadikan satu,   misi dan visi   RRI dan TVRI   harus satu, karena  satu manajemen.
Diakui, tidak mudah menyatukan visi dan misi RRI dan TVRI apalagi dijadikan satu manajemen.  Akan terjadi gesekan di sana-sini.  “Yang jelas RTRI mempunyai misi pendidikan, pencerahan, keadaban, untuk rakyat seluruh Indonesia,”  tutur Kabul Budiono.
Mantan Pemred SCTV Nurjaman Muchtar menilai  popularitas  TVRI tenggelam pasca reformasi  karena TVRI dipersepsikan sebagai corong pemerintah.  Karena itu TVRI harus lebih kreatif di era digital dan web saat ini. “Kalau swasta   jelas ,     rating acara tinggi, maka iklannya akan banyak, kalau iklannya banyak  mendatangkan uang banyak, dan kalau uangnya besar, lebih  kreatif  mengembangkan program-program TV,” katanya. #duk
Baca Juga:  KI Juga Tempat Bisnis
Komentar Anda
Loading...