RUU RTRI Perkuat Eksitensi Negara
Jakarta, BP Anggota Komisi I DPR RI Arief Suditomo menegaskan Rancangan Undang-Undang (RUU) Radio dan Televisi Republik Indonesia (RTRI) untuk memperkuat eksistensi negara, sehingga keberadaan lembaga penyiaran tersebut harus diperkuat.
“Peran RTRI bukan mencari keuntungan, karena menyajikan berbagai khazanah keindonesiaan, kultur, tradisi, budaya, perilaku sopan-santun, moralitas sekaligus untuk menjaga kedaulatan NKRI,” ujar Arief Suditomo di ruangan wartawan DPR, Jakarta, Selasa (31/5) .
Menurut Arief, anak-anak saat ini lebih senang nonton budaya asing, karena dianggap lebih menarik. Jika hal itu dibiarkan masa depan bangsa dan negara bisa terancam. Untuk itu, RRI dan TVRI harus diperkuat melalui RUU RTRI.
Jika masyarakat mendukung dan melaksanakan RUU RTRI kata dia, RRI dan TVRI mampu go public, melebihi siaran swasta. UU ini memberi kesempatan kepada RRI dan TVRI untuk melahirkan sumber daya manusia (SDM) professional dan sumber dana.
“Yang jelas, tugas RRI dan TVRI untuk kepentingan bangsa dan negara sehingga sangat mulia. Dan saya yakin rakyat akan rindu dengan TVRI sebagai rumah budaya bangsa,” tutur Arief.
Dia menambahkan, RRI dan TVRI bisa sejajar dengan BBC, NHK, dan EBC bahkan akan menjadi penyeimbang industri siaran TV swasta dalam konteks dunia lebih besar.
Mantan Direktur RRI Kabul Budiono mendukung RUU RTRI, karena secara prinsip berbeda dengan swasta. Hanya saja kalau dijadikan satu, misi dan visi RRI dan TVRI harus satu, karena satu manajemen.
Diakui, tidak mudah menyatukan visi dan misi RRI dan TVRI apalagi dijadikan satu manajemen. Akan terjadi gesekan di sana-sini. “Yang jelas RTRI mempunyai misi pendidikan, pencerahan, keadaban, untuk rakyat seluruh Indonesia,” tutur Kabul Budiono.
Mantan Pemred SCTV Nurjaman Muchtar menilai popularitas TVRI tenggelam pasca reformasi karena TVRI dipersepsikan sebagai corong pemerintah. Karena itu TVRI harus lebih kreatif di era digital dan web saat ini. “Kalau swasta jelas , rating acara tinggi, maka iklannya akan banyak, kalau iklannya banyak mendatangkan uang banyak, dan kalau uangnya besar, lebih kreatif mengembangkan program-program TV,” katanya. #duk