Mucikari ‘Ayam Kampus’ Ditangkap
#Kencan Singkat Rp3 Juta

Palembang, BP
Mucikari yang memperdagangkan ayam kampus atau mahasiswi di Kota Palembang dengan tarif kencan singkat hingga Rp3 juta berhasil ditangkap petugas Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Palembang saat transaksi di sebuah hotel di kawasan Jalan Kartini Palembang, Minggu (1/5) malam.
Tesangka mucikari tersebut adalah Diki (20). Warga yang tinggal di kawasan Jalan Angkatan 66 Palembang dibekuk dari pengembangan kasus prostitusi yang melibatkan dua mucikari Iman (18), pelajar SMA dan Dea (22) yang ditangkap lantaran menjual ED yang berstatus mahasiswi di Palembang juga.
Dalam penangkapan tersebut, aparat kepolisian tak hanya mengamankan Diki yang diketahui masih tercatat sebagai seorang mahasiswa di salah satu universitas di Palembang, polisi turut mengamankan seorang mahasiswi inisial SN (20).
“Saya tidak ada kaitan apapun dengan Iman dan Dea yang ditangkap terlebih dahulu, hanya sekedar teman saja. Saya bukan bos mereka Pak,” kata dia, saat diamankan di Mapolresta Palembang.
Meski membantah hal tersebut, masih dikatakan Diki, dirinya sudah sebulan terakhir ini menjual gadis-gadis cantik tersebut kepada pria hidung belang. Pelanggannya berbagai kalangan, baik mahasiswa, karyawan maupun pengusaha.
“Tarif dipatok mulai dari Rp1,5 juta hingga Rp3 juta untuk transaksi short time. Transaksinya juga tak secara terang-terangan tapi lewat BBM. Itu menyebarnya dari teman ke teman saja, tidak dipublikasikan atau di broadcast,” jelasnya.
Ditambahkan dia, sekali transaksi Diki mendapatkan untung Rp300 hingga Rp600 ribu dan itu tergantung pelanggan membayar perempuannya. Ia melakukan bisnis tersebut lantaran mudah mendapatkan uangn.
“Tapi uangnya habis begitu-begitu saja, buat nongkrong bareng teman-teman,” singkat dia.
Masih dikatakan dia, setidaknya ia sudah memiliki enam orang wanita penjajah seks yang siap untuk diperjualbelikan kepada para lelaki hidung belang dan wanita tersebut merupakan teman-temannya, yang beberapa diantaranya ia kenal dari DN (DPO).#rio