MPR RI Minta Brasil Buka Kran Ekspor Daging Sapi

17
56f90e2b75b5a-wakil-ketua-mpr-ri-oesman-sapta-odang_663_382-300x173
Oesman Sapta bersama tamunya, Dubes Brasil untuk Indonesia, Rubem Antonio Correa Barbosa, di Gedung MPR RI, Jakarta, Senin (28/3).

Jakarta, BP

Wakil Ketua MPR Oesman Sapta Odang (OSO) minta pemerintah Brasil  membuka kran ekspor daging sapi ke Indonesia, karena  selama ini Indonesia mendapatkan daging sapi  melalui Australia, sedangkan  sapi  tersebut diimpor  Australia dari Brasil.

“’Saya berharap Brasil bisa ekspor daging langsung ke Indonesia,” kata Oesman Sapta kepada tamunya Dubes  Brasil untuk Indonesia, Rubem Antonio Correa Barbosa, di  Gedung  MPR RI, Jakarta,  Senin (28/3).

Kebijakan tersebut kata Oesman,  diperlukan mengingat  harga daging sapi per kilogram sangat mahal dibandingkan harga daging di Brasil. Bahkan harga daging di Indonesia   tak terkendali ketika memasuki masa Lebaran, Natal, Tahun Baru maupun perayaan Imlek.  Sehingga dengan dibukanya pasar Brasil ke Indonesia,   harga daging bisa turun di bawah Rp 100 000.

Baca Juga:  Widyawisata Siswa Secaba Rindam II/Sriwijaya ke Negeri Seribu Megalitik Lahat

“Di Indonesia satu kilogram daging bisa mencapai Rp120 ribu, di Brasil hanya Rp40 ribu. Melonjaknya harga daging   karena ulah   mafia daging yang   seenaknya  menentukan harga,” kata Oesman.

Menurut Oesman  mafia daging  harus segera disingkirkan sehingga harga bisa ditekan hingga Rp70 ribu/kg. Tindakan mafia daging tersebut merupakan tekanan   sehingga rakyat tak mampu membeli.

Baca Juga:  Produk Hukum Reklamasi Sudah Terbit Sejak 2003

“Harga daging tidak bisa murah jika daging tergantung  satu negara. Sudah saatnya   bajingan mafia monopoli daging itu disingkirkan,” katanya.

Ditambahkan,   di era keterbukaan ini     Dubes Brasil diharapkan bisa meyakinkan produsen di Brasil dengan harga patokan standar yang bisa diterima Indonesia. “Di situ bisa diukur selisih keuntungan itu sehingga tengkulak dan broker yang menyakiti rakyat  sadar, “ ujarnya.

Meninggung sanksi kepada broker, Oesman menyatakan   itu merupakan tugas aparat negara yang harus melindungi konsumen dan  aparat segera  menangkap pelaku kejahatan ekonomi karena harga daging tidak wajar.”Kita sudah dengar langsung berapa harga pokok yang diberikan. mestinya tidak sebesar itu yang dijual kepada rakyat. Nanti kita cari solusi paling efektif dan efisien” paparnya.

Baca Juga:  MPR: Kisruh DPT Bisa Diatasi KPU Dengan Transparan

Sedangkan Dubes Brasil   menyatakan siap membantu Indonesia untuk mengekspor daging sapi. “Kami akan bicarakan dengan presiden permintaan itu,” kata Dubes Brasil. #duk

Komentar Anda
Loading...