Widyawisata Siswa Secaba Rindam II/Sriwijaya ke Negeri Seribu Megalitik Lahat

32

Lahat, BP- Kabupaten Lahat dikenal luas sebagai Negeri Seribu Megalitik, sebutan yang disematkan karena daerah ini memiliki situs megalitik terbanyak di Indonesia. Keistimewaan tersebut bahkan telah dicatat dalam Rekor MURI pada tahun 2012.

Sejak pertama kali ditemukan pada tahun 1849, situs-situs megalitik di Kabupaten Lahat terus menarik perhatian para peneliti dan wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Salah satu yang paling terkenal adalah Situs Megalitik Tinggihari, yang hingga kini masih menjadi pusat kajian sejarah dan budaya.

Pada hari Kamis, 25 Desember 2025, siswa Secaba Rindam II/Sriwijaya melaksanakan kegiatan widyawisata ke Situs Megalitik Tinggihari I yang terletak di Desa Pulau Pinang, Kecamatan Pulau Pinang, serta Situs Megalitik Tinggihari III di Desa Simpur, Kecamatan Gumay Ulu, Kabupaten Lahat.

Baca Juga:  Berprestasi Sekaligus di Bulutangkis dan Futsal

Kegiatan widyawisata ini bertujuan untuk menambah wawasan, pengetahuan, dan pengalaman para siswa TNI AD mengenai sejarah, budaya, dan nilai-nilai kepahlawanan bangsa, khususnya yang berkembang di wilayah Kabupaten Lahat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendidikan karakter dan bela negara, melatih kedisiplinan, serta mempererat hubungan dengan masyarakat. Hal tersebut ditegaskan oleh Dansecaba Rindam II/Sriwijaya, Letkol Inf Eko Hariyanto, S.Hub.Int., yang menyampaikan bahwa kunjungan ke situs sejarah dan cagar budaya merupakan wujud nyata pembelajaran di luar kelas.

Baca Juga:  Belum Buka Pendaftaran Pilkada 7 Kabupaten , Partai Demokrat Sumsel Masih Tunggu Juklak DPP Partai Demokrat

Selama berada di Situs Megalitik Tinggihari I dan III, para siswa tidak hanya melihat langsung dan berfoto dengan benda-benda megalitik, tetapi juga mendapatkan penjelasan secara rinci dari pemandu. Terjadi interaksi aktif antara pemandu dan para siswa, sehingga pemahaman mereka terhadap peninggalan sejarah tersebut menjadi lebih mendalam.

Usai mengunjungi situs megalitik, para siswa Secaba Rindam II/Sriwijaya juga berkesempatan singgah di Sentral Kuliner Lemang di Desa Tanjung Sirih, Kecamatan Pulau Pinang. Di tempat ini, para siswa dapat menyaksikan langsung proses pembuatan lemang hingga mencicipinya. Terdapat tiga jenis lemang yang disajikan, yaitu lemang gurih (original), lemang pisang, dan lemang durian. Selain itu, tersedia pula hidangan khas lainnya seperti ikan ghuas dan ikan sepit.

Baca Juga:  Residivis Babak Belur Hajar Massa

Kegiatan widyawisata ke situs megalitik dan sentral kuliner lemang ini mendapat sambutan positif dari Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Sumatera Selatan, Kristanto Januardi, S.S., M.M. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat besar bagi siswa Secaba Rindam II/Sriwijaya dan terus dilaksanakan secara berkelanjutan.#udi

Komentar Anda
Loading...