Dikebut Siang-Malam, LRT Capai 3,9 Persen

Palembang, BP
Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Herpanto memastikan pembangunan light rail transit (LRT) di Kota Palembang sesuai rencana dan sudah mencapai 3,9 persen, karena dikerjakan siang dan malam.
“Untuk pembangunan lintasan LRT di samping Jembatan Ampera baru sebatas pemasangan tiang pancang,” katanya, usai rapat Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan dengan pihak kontraktor LRT, PT Waskita Karya dan Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi (Dishubkominfo) Sumsel, di ruang rapat Komisi IV DPRD Sumsel terkait progres LRT, Jumat (11/3).
Lebih lanjut ia mengatakan, pemasangan rel harus dilakukan bersamaan di semua zona LRT. Saat pembuatan tiang pancang di kawasan Seberang Ulu harus hati-hati karena berdekatan dengan toko. “Terutama pada tikungan, harus dilakukan hati-hati,” katanya.
Politisi Partai Golkar ini menyatakan, pihak Waskita Karya siap bertanggung jawab atas dampak negatif pembangunan LRT, termasuk kerusakan jalan.
Sedangkan Sekretaris Komisi IV DPRD Sumsel Ramlan Holdan menilai, pembangunan LRT banyak menimbulkan ekses dan meminta pihak Waskita Karya meminimalisirnya.
“Termasuk estetika juga, karena sebentar lagi Palembang akan menghadapi Adipura. Kalau ada kotoran tanah dibersihkan. Jangan dibiarkan menumpuk waktu hujan. Jadi campur aduk. Kita minta saat melakukan pengedukan tanah langsung dibuang. Jangan ditumpuk,” kata politisi PKB ini.
Dia melihat target tiga persen lebih pembangunan LRT di Kota Palembang sudah melebihi standar dari PT Waskita sendiri. “Untuk lintasan LRT dekat Jembatan Ampera, mereka akan pasang tiang pancang dulu sebelum dibuat lintasannya. Kami DPRD Sumsel mendukung pembangunan LRT ini, karena untuk mengatasi kemacetan di Palembang tidak bisa lagi dibuat pelebaran jalan kecuali LRT. Kami minta pembangunan LRT ini dipercepat,” katanya.
Sementara itu, Project Manajer LRT Asmo mengatakan, pembangunan tiang pancang LRT di Sungai Musi belum dimulai. Pihak kontraktor mengaku saat ini sedang melakukan uji kekerasan tanah di dasar sungai.
“Kalau untuk tiang pancang belum mulai. Kita baru menguji kekerasan tanah sembari menyiapkan pondasi tiang. Rencananya, kami mulai pemasangan tiang pancang akhir April,” ujarnya.
Untuk pengerjaan tiang pancang, kata Asmo, pihaknya terlebih dulu melihat kondisi arus sungai. “Kita tidak mau ambil risiko. Sekarang arus Sungai Musi masih deras. Jadi, nanti kalau sudah kondusif baru kita mulai pengerjaannya,” jelasnya.
Dikatakan, dalam pemasangan tiang pancang nanti, pihaknya akan menggunakan bantuan kapal untuk membawa alat ke tengah sungai. “Pemasangan tiang pancang di sungai lebih sulit dan lama dibandingkan di darat, karena sangat berpengaruh dengan derasnya arus sungai,” tutur Asmo.
Pihaknya memperkirakan, pembangunan tiang pancang di Sungai Musi akan rampung dalam waktu kurang dari satu tahun. “Sama seperti saat pemasangan tiang pancang di Musi II, itu bisa sampai satu tahun baru selesai. Namun, kami tetap optimis LRT akan selesai sebelum Asian Games 2018,” tukasnya. #osk/dil