Menggusur Bendol dari SFC

12

Benny Dollo (4)Palembang, BP

Kegagalan Sriwijaya FC menembus final Piala Gubernur Kalimantan Timur menyebabkan suporter dan pecinta SFC kesal. Suara-suara agar pelatih Benny Dollo diganti kian menguat di dunia maya.

Pria asal Manado itu dianggap paling bertanggung jawab atas kegagalan tersebut. Apalagi, melihat materi pemain yang ada saat ini bertabur bintang.

Suporter SFC tadinya berharap permainan cantik akan dipertontonkan Firman Utina dan kawan-kawan, tapi malah sebaliknya. Permainan terkesan sangat menonton. Tidak terlihat performa mentereng dari para bintang SFC. Suporter muak dengan itu. Mereka merasa sudah cukup Bendol diberi kesempatan melatih klub selama dua musim terakhir.

Kepemimpinan Bendol dinilai gagal. Selama ia menduduki jabatan pelatih SFC, tim ini belum sekalipun memenangi trofi. Laskar Wong Kito gagal juara di final Piala Presiden, mentok di babak penyisihan Piala Jenderal Sudirman, dan kandas di semifinal di Piala Gubernur Kaltim. Untuk ajang terakhir bahkan lebih miris, SFC minim gol.

Baca Juga:  Rencana Piala Kemerdekaan Bikin DAP Bimbang

Ketua Suporter Singa Mania Ariyadi Eko Neori mengatakan, setelah melihat permainan SFC di Piala Gubernur Kaltim, pantas rasanya bila Bendol diganti. “SFC kurang apa. Di tiap lini punya pemain bagus, tinggal racikan pelatih saja,” katanya, Jumat (11/3).

Manajemen harus mulai memikirkan pengganti Bendol di turnamen berikutnya. Adapun pemain sebaiknya dipertahankan.

Ketua Umum Suporter Sriwijaya Mania Eddi Ismail meminta manajemen SFC memecat Bendol, karena dinilai gagal mengangkat performa klub. “Bendol dipecat saja. Masih banyak pelatih bagus, seperti Indra Safrie, Nil Maizar, atau Kas Hartadi,” ujarnya.

SFC sempat memimpin lebih dulu pada babak semifinal Piala Gubernur Kaltim yang menganut sistem trofeo. Namun, Bendol justru menginstruksikan anak asuhnya untuk bertahan saat dalam kondisi unggul. Inilah yang menyebabkan Pusamania Borneo FC bisa membalas dan akhirnya memenangi laga itu lewat adu penalti. Menghadapi Surabaya United di babak kedua, lagi-lagi SFC membuka skor lebih dulu. Namun kembali kecolongan. Kendati akhirnya menang adu penalti.

Baca Juga:  Sriwijaya FC Punya Trik Bongkar Pertahanan Bhayangkara FC

“Kalau saya perhatikan di pertandingan sebelumnya, usai pemain SFC mencetak gol ke gawang lawan, mereka langsung diinstruksikan untuk bertahan, bukan memperbesar keunggulan. Makanya, pemain lawan terus menggempur pertahanan SFC, yang berujung gawang kebobolan,” tuturnya.

Sementara itu pendukung SFC di jejaring sosial Facebook ramai meminta manajemen memecat Bendol. Wira Alvaro menulis, sudah saatnya mantan arsitek Persija Jakarta ini diganti, mengingat usianya sudah 65 tahun.

“Dia (Bendol-red) gagal. Strategi yang diterapkan seperti itu saja, dan tidak berani melakukan perubahan, padahal materi pemain SFC sekarang kualitasnya di atas rata-rata semua. Apalagi, umur dia sudah 65 tahun, saya rasa sudah waktunya Bendol pensiun dan istirahat,” katanya.

Senada ditulis oleh akun Medy. Menurutnya Bendol sudah gagal dalam dua turnamen, yaitu Piala Jendral Sudirman dan Piala Gubernur Kalimantan Timur.

Baca Juga:  Ini Tuah Jakabaring

“SFC sudah gagal di dua turnamen terakhir. Meskipun dipenuhi pemain bintang, tapi pelatih belum mampu memaksimalkan. Sudah sepatutnya Bendol mengundurkan diri, tanpa harus dipecat. Kamu juga sarankan, agar manajemen menggantikan dengan pelatih asli Indonesia,” tulisnya.

Manajemen SFC belum mengambil sikap apa pun pasca gagal ke final Piala Gubernur Kaltim. Pelatih dan pemain masih fokus menghadapi Arema Cronus untuk perebutan juara ketiga di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (13/3).

“Evaluasi masih pada kelemahan tim di lapangan hijau,” kata Sekretaris Tim SFC Achmad Haris.

Pelatih sudah melakukan evaluasi dan telah memperbaikinya. Tim akan berusaha keras menyelesaikan satu pertandingan yang tersisa dengan baik.

“Belum ada pemain atau siapa pun yang di-‘ekstradisi’ sampai sejauh ini,” ucapnya singkat. #zal

 

 

Komentar Anda
Loading...