Palembang Masih Dihantui Banjir

20

Program bersih-bersih yang dilancarkan ala Walikota Harnojoyo tak efektif. Palembang masih dihantui banjir.

BP/ARRACHIM BANJIR  - Kakek nenek ini bersama sama mneyelamatkan barang  perabotan rumah mereka yang hanyut akibat banjir yang kerap masuk kerumah mereka dikawasan Jalan Datuk M Akib, IB I, 23 Ilir Palembang saat hujan lebat yang mengguyur Kota Palembang, Sabtu (6/2)
BP/ARRACHIM
BANJIR – Kakek nenek ini bersama sama mneyelamatkan barang perabotan rumah mereka yang hanyut akibat banjir yang kerap masuk kerumah mereka dikawasan Jalan Datuk M Akib, IB I, 23 Ilir Palembang saat hujan lebat yang mengguyur Kota Palembang, Sabtu (6/2)

Palembang, BP
Program Pemerintah Kota (Pemko) Palembang yang giat melakukan kegiatan gotong royong membersihkan saluran air per kelurahan setiap minggunya, belum menunjukkan hasil signifikan.

Bencana banjir masih menghantui masyarakat. Jika intensitas hujan cukup lebat, sejumlah titik dan jalan protokol dilanda banjir.

Pantauan BeritaPagi, sejumlah titik yang acapkali tergenang air yakni di Jalan Kapten Anwar Sastro belakang kantor Gubernur Sumsel, yang bisa dikatakan pelintasan jalan protokol. Kemudian, Jalan Sosial, Kecamatan Sukarame, Palembang, Jalan Kemang Manis, Bukit Besar, dan Jalan Demang Lebar Daun tepatnya di depan RS Siti Khadijah.

Hasan, warga Lorok Pakjo, mengatakan, percuma saja setiap hari Minggu warga diajak gotong royong membersihkan saluran air, namun banjir sering datang.

“Sebenarnya banjir itu sangat sulit mencari solusinya. Percuma setiap minggu gotong royong tetapi kesadaran masyarakat untuk buang sampah pada tempatnya masih minim. Jadi agar terhindar dari banjir itu, masyarakat jangan membuang sampah di saluran air,” katanya.

Ia menjelaskan, di samping itu juga ada hal terpenting selain gotong royong. Saat ini kawasan lahan hijau untuk menyerap air itu sudah berkurang, bahkan tidak ada lagi.

Sekarang ini banyak pengusaha berlomba-lomba untuk membangun lahan kosong, baik untuk perumahan maupun usaha. Padahal lahan kosong itu untuk penyerapan air.

Baca Juga:  Masyarakat Diimbau Berhati-hati Dengan Banjir di Daerahnya

“Jadi percuma kalau gotong royong itu dilakukan sekali-sekali saja. Lahan-lahan kosong tempat genangan air tidak ada lagi, itu lah penyebab banjir,” ujarnya.

Di jalan masuk SDN 3 Palembang juga tergenang air. Padahal, warga sering melakukan gotong royong membersihkan sampah dari rumah masing-masing. Terpaksa siswa harus rela berbasah ria demi menuntut ilmu.

“Akhir-akhir ini sering sekali turun hujan dan pasti banjir. Akibatnya akses jalan menuju ke sekolah jadi tergenang. Para guru dan siswa harus rela mengangkat sepatu untuk berjalan di tengah genangan air kotor yang berasal dari tanah sekitar dan limbah tahu,” kata Kepala SDN 3 Marlena Rachman.

Menurutnya, lantaran sampah banyak berserakan, mau tidak mau pihak sekolah bergotong royong membersihkan area jalan dari sampah. Akibat sering banjir malahan muridnya sering pindah sekolah.
“Setelah sekolah sering tergenang air banyak orang tua siswa memindahkan anaknya ke sekolah lain,” jelasnya.

Keluhan sama dikatakan Erni (35), warga Jalan Sosial, Kecamatan Sukarame, Palembang. Ia menuturkan, daerah di sekitarnya masih saja terendam banjir.

Hujan yang turun seharian menyebabkan air di saluran drainase meluap karena tidak mampu menampung banyaknya air yang turun dari langit.

Baca Juga:  Kelompok Karyawan Bentrok, Fraksi PKS: Cabut Izin PT GNI

“Parit ada, cuma ya kecil. Sedangkan hujannya deras dan tidak berhenti sejak malam hingga ke malam lagi. Banjir mencapai mata kaki, ada yang sampai lutut,” terangnya.

Dirinya mengaku belum pernah didatangi Walikota Palembang Harnojoyo yang hobi membersihkan parit dan saluran air sejak masih menjabat pelaksana tugas.

Ia pun mengeluhkan kegiatan bersih-bersih tersebut karena dinilai tidak efektif. Warga masih saja acuh terhadap kondisi lingkungannya, bahkan masih saja buang sampah sembarangan alih-alih membersihkannya, mencontoh kebiasaan walikota.

“Harusnya ada ajakan secara besar-besaran, jangan cuma di satu wilayah saja, itu pun jarang-jarang. Palembang kan luas, jadi mungkin camat dan lurah harusnya bergerak langsung turun ke lapangan mengajak warga membersihkan lingkungan,” tambahnya.

 

Abenk (28), warga Jalan Kapten Anwar Sastro, Lorong HM Toyib No 1740, RT 24, RW 08, Kecamatan Ilir Barat I mengaku sangat resah dengan genangan banjir yang sering datang ketika turun hujan.

“Padahal di sini dekat dengan kantor-kantor pemerintahan, seperti di simpang Dinas Tenaga Kerja Kota Palembang yang selalu mengalami genangan kalau terjadi hujan. Tak jarang pula ada kendaraan yang mogok, jalan jadi macet dan rumah-rumah yang ada di belakang kantor tersebut tergenang,” katanya.

Baca Juga:  PT Pertamina EP Tandatangani Amandemen Perjanjian Kerja Sama Operasi

Menurutnya, untuk masalah sampah bisa dikatakan sudah teratasi. “Kalau penyebabnya sampah, saya rasa bukan karena di sini pusat kota dan tempat pembuangan sampah pun banyak. Jalan-jalan juga bersih. Mungkin lebih disebabkan kurangnya daerah resapan air sehingga berdasarkan sifatnya air memang menuju tempat yang lebih rendah dan terjadi pengendapan cukup lama sampai benar-benar meresap,” tukasnya.

Dikatakan Abenk, pihaknya sangat menyayangkan hal tersebut karena jalan-jalan protokol bisa dikatakan semacam ikon suatu daerah atau wilayah.

“Kalau jalan-jalan di tengah kota saja banjir, apalagi yang di daerah pinggiran. Padahal Palembang ini kan kota yang dibelah oleh sungai. Apakah pemerintah tidak mampu membuat sistem penyaluran air yang lebih baik. Bukan tidak mungkin nantinya kita ini akan seperti Jakarta, yang hampir setiap tahun terjadi banjir besar,” jelasnya.

Pemerintah harus tegas, sambungnya, saat ada bangunan baru yang dibangun memang harus tetap menyisakan sebagian tempat untuk resapan air.

“Kalau tidak, habislah kita. Gedung-gedung besar banyak tapi banjir kan jadi lucu. Saya kurang paham masalah ini, apakah pemerintah yang kurang tegas atau memang kerja yang kurang maksimal atau seperti apa. Kami sebagai masyarakat sangat berharap ini bisa teratasi,” harapnya. # adk/idz/bel

Komentar Anda
Loading...